Headlines News :
Home » , » Diperiksa KPK, Bupati Bengkalis Berkilah Uang Rp1,9 Miliar Ditemukan KPK Bukan Suap..?

Diperiksa KPK, Bupati Bengkalis Berkilah Uang Rp1,9 Miliar Ditemukan KPK Bukan Suap..?

Written By Harian Berantas on Friday, June 8, 2018 | 8:31:00 AM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Enam hari setelah melakukan penggeledahan di rumah dinas Bupati Bengkalis Amril Mukminin, Jumat (01/06/ 20108), penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (07/06/2018), memanggil dan memeriksa Amril Mukminin sebagai saksi terkait kasus korupsi proyek pembangungan jalan di Kabupaten Bengkalis.
Bupati, Amril Mukminin saat diwawacara Wartawan, Kamis (07/06/2018)
Usai diperiksa, Amril mengelak soal penemuan uang sebesar Rp1,9 miliar di rumah dinasnya adalah duit suap. "(Uang Rp1,9 miliar) Itu tidak. Dari perusahaan. Saya kan punya usaha," kata Amril, usai diperiksa di Mako Brimob Polda Riau, Pekanbaru, Kamis (07/06/2018).

Bupati Bengkalis, Amril Mukminin yang merupakan mantan Anggota DPRD dua periode itu diperiksa bersama tiga Pegawai Negeri Sipil dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bengkalis. Amril beralasan uang miliaran rupiah yang disita KPK itu memang sengaja disimpan di rumah dinas.

"Saya simpan di rumah dinas. Lebih aman di rumah dinas dari pada rumah pribadi," kata Amril kepada Wartawan.

Sementara KPK menduga uang itu merupakan 'setoran' dari sejumlah perusahaan, terkait proyek Pemeriksaan Amril Mukminin merupakan kelanjutan rangkaian kegiatan tim KPK selama sepekan ini di Riau.

Sempat diberitakan, peristiwa penggeledahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Wisma Sri Mahkota, Rumah Dinas Bupati Bengkalis yang berada disekitar jalan Antara Kota Kabupaten Bengkalis, Jum’at (01/06/18) itu, menyisahkan berbagai kisah dan kelucuan soal uang sebesar Rp1,9 miliar yang dikabarkan sempat dibawa lari oleh seseorang.

Menurut saksi inisial A, bahwa Jum’at pagi itu, di Pendopo Wisma Sri Mahkota Rumah Dinas Bupati Bengkalis, banyak orang sedang disibukkan persiapan acara pembagian bonus atlit Porpov dan atlit kejuaraan lain di tahun 2017 lalu.

Sekitar pukul 10.30 wib pagi, penyidik dari lembaga hukum anti korupri atau KPK, tiba-tiba datang masuk dalam halaman Wisma dengan menggunakan 4 mobil jenis inova.

Dari 12 penyidik KPK, sebagian masuk ke gedung Wisma, melakukan penggeledahan disetiap ruangan gedung, dan sebagian lagi memeriksa sejumlah mobil di halaman wisma, seperti mobil CRV hitam nopol BM 1185 JQ dan mobil dinas jenis Camry BM 1114 DK, dan satu mobil dinas jenis Triton. 

Pada saat itu, tiba-tiba ada seorang lelaki berpostur badan gemuk membawa tas, keburu keluar dari gedung wisma lari menuju salah satu mobil di halaman wisma. Mungkin karena gugup, kepala pria yang berbadan gemuk itupun terbentur pintu mobil, “Dak”, sampai kepalanya mendongkak kesamping.

Namun dengan cekatan, salah satu penyidik KPK langsung bisa melihat gelagat pria yang mencurigakan tersebut, dan mengejarnya. Tapi belum sampai mendekati orang tersebut, beberapa anggota Satpol PP tiba-tiba menghalangi penyidik KPK.

Karena merasa dihalangi, penyidik KPK langsung menampar anggota Satpol PP ini, “Plak”, dan sekaligus menarik pria berpostur gemuk pada kerah belakang seperti dijinjing, dan dipaksa kembali masuk ke dalam Gedung Wisma.

Terakhir diketahui tas yang dibawa kabur oleh pria berpostur gemuk itupun berisikan uang Rp1,9 Milyar. “Ayo, masuk, mau lari kemana, ujar saksi A menirukan kalimat penyidik KPK kepada orang yang akan melarikan uang dimaksud.

Alhasil dari penggeledahan penyidik KPK tersebut, selain mengangkut uang Rp1,9 miliar, informasi yang telah dirangkum, seluruh CCTV di rumah dinas Bupati Bengkalis, Amril Mukminin, juga diambil dan disita KPK. (Tim)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas