Headlines News :
Home » » Proyek Pemeliharaan Taman dan Kantor Pusat PTPN V Pekanbaru Diduga Berbaur Korupsi

Proyek Pemeliharaan Taman dan Kantor Pusat PTPN V Pekanbaru Diduga Berbaur Korupsi

Written By Harian Berantas on Tuesday, May 8, 2018 | 9:13:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU— Dugaan korupsi sejumlah anggaran pengadaan Proyek di PTPN V Pekanbaru yang terletak di Jln. Rambutan No.43 Pekanbaru-Riau, mencuat ke public. Pasalnya, sejumlah proyek di Perusahaan BUMN milik Negara ini diduga penuh dengan permainan para oknum elit pejabat PTPN V itu sendiri, seperti proses Pengadaan Pemeliharaan gedung PTPN V yang dikerjakan oleh PT. ISS dan Pemeliharaan taman kantor pusat PTPN V yang dikerjakan oleh CV. Nikita.

Informasi kedua perusahaan ini diduga tidak bisa menyelesaikan pekerjaan proyek tersebut tepat waktu sesuai kontrak kerja. Namun kedua perusahaan yang bermasalah ini mengajukan addendum sebanyak empat kali.

Menurut penanggungjawab CV. Nikita, Napitupulu, kepada media ini menjelaskan, proyek pemeliharaan taman PTPN V lagi tidak ada masalah, dan per 31  Desember 2017 kami telah menyelesaikan seluruh pekerjaan itu tepat waktu sesuai kotrak awal, namun pada per 1 januari pihak PTPN V meminta kami untuk memperpanjang kontrak atau melanjutkan pekerjaan sampai akhir bulan april 2018.

“Iya pak, kami sudah selesaikan semua pekerjaan itu dan tidak ada masalah lagi. Terkait pekerjaan tahun ini saya tidak tahu kalau sudah dilelang atau tidak yang jelas kami di minta oleh pihak PTPN V untuk mengajukan addendum per 1 Januari s/d 30 april 2018 kemaren. Tolong jangan dinaikkan dulu ke media ya Pak, karena kami sedang mengajukan pencairan pekerjaan 1 januari s/d 30 april 2018” kata Napitupulu kepada wartawan melalui telpon genggamnya, selasa (8/5/2018).

Sedangkan humas PTPN V, Rizky saat menghubungi media ini melalui handpone pribadinya mengatakan, terkait pekerjaan pemeliharaan taman dan gedung kantor pusat PTPN V tahun anggaran 2017, dilakukan berdasarkan proses eproc (tender). Pekerjaannyapun hanya satu paket/tidak terpisah. Selanjutnya, setelah ada penetapan dan penunjukan vendor atau tender, diterbitkanlah Surat Perintah Kerja (SPK) dengan jangka waktu januari sampai dengan desember 2017, dan per 1 Januari s/d 30 april 2018 diadakanlah adendum, disebabkan proses tender belum rapung.

“iya pak, memang benar ada kegiatan pekerjaan pemeliharaan taman dan gedung kantor pusat PTPN V tahun anggaran 2017 senilai Rp.1 Milyar lebih dan tidak dipisahkan kontraknya. Terkait adendum sampai empat kali saya tidak bilang tidak benar, yang jelas ada Adendumnya” Jelas Rizki, selasa (8/5/2018)

Ketika wartawan tanya tender apa yang belum rampung? Namun Rizki memilih bungkam.

Ketika wartawan bertanya lagi “apa nama perusahaan rekanan yang memenangkan tender proyek tahun anggaran 2017 tersebut, lagi-lagi Rizki ini malah memilih diam, seakan ada yang ditutupinya dalam sejumlah proyek tersebut.

Menurut sumber media ini sangat bertolak belakang dengan pernyataan Rizki sebagai humas PTPN V ini.

Pasalnya, sumber media ini menjelaskan, proses tender sejumlah proyek di PTPN V pada tahun anggaran 2017 tendernya pada Nofember 2016 dan Pelaksanaanya Desember 2016 s/d Desember 2017 lalu. Namun oknum PTPN V diduga telah mengatur sketnario pemenangnya sampai pelaksanaannyapun dirubah menjadi per 1 Januari s/d desember 2017. Sumber media ini menduga adanya hubungan saudara antara oknum PTPN V dengan rekanan pelaksana, buktinya tiap tahun perusahaan itu terus yang memenangka tender pemeliharaan taman tersebut, kata sumber saat berbincang-bincang dengan wartawan, selasa (8/5/2018)

Sumber media ini menjelaskan lagi, terkait diadakannya adendum  januari s/d 30 April 2018. Untuk apa? Padahal seharusnya proses tender serta pelaksanaan proyek tahun anggaran 2018 ini sudah berjalan. Katanya lagi.

Lebih jauh sumber media ini menjelaskan, Rizki itu berbohong, masa paket taman dan gedung tahun anggaran 2017 dikatakan satu paket. Pada kegiatannya saja jauh berbeda. Sepengetahun saya (sumber,red) anggaran kontrak taman itu 95 – 100 Juta per-bulan. Coba hitung saja kalau 95juta atau 100 juta per bulan dikali 12 bulan dalam setahun, berapa anggarannya? Sebab taman dan pemeliharaan gedung berbeda system pekerjaannya.

“Pekerjaan Pemeliharaan Taman kan berbeda systemnya. Kalau pekerjaan fisik gedung sangat jauh ilmunya” jelas sumber.

Jangan-jangan proyek pemeliharaan taman PTPN V tahun anggaran 2018 tahun ini, pemenangnya juga perusahaan itu terus. Karena setiap tahun perusahaan tersebut selalu mendapatkan pekerjaan pemeliharaan taman di PTPN V tanpa mengalami hambatan apapun. Ada apa sebenarnya dengan PTPN V terhadap PT.ISS dan CV.Nikita tersebut? Pinta sumber dengan kesal.

Atas dugaan permainan para oknum PTPN V dan kedua perusahaan tersebut, sangat diharapkan kepada Lembaga hukum yang ada di Riau yang membidangi tindak pidana korupsi (Tipikor) yang telah menerima informasi penyimpangan melalui media massa ini terkait adanya dugaan penyelewengan keuangan Negara atas sejumlah permainan proyek pekerjaan pemeliharaan taman dan pemeliharaan gedung kantor pusat PTPN V Pekanbaru-Riau tersebut. (Tim)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas