Headlines News :
Home » » PKKN Inhu, Berlin M : Tangkap Pengecer Pupuk Bersubsidi Yang Menjual Di Atas HET

PKKN Inhu, Berlin M : Tangkap Pengecer Pupuk Bersubsidi Yang Menjual Di Atas HET

Written By Harian Berantas on Monday, May 21, 2018 | 5:46:00 PM

HARIANBERANTAS, INHU - Sekalipun pemerintah pusat melalui Kementrian Pertanian membuat aturan regulasi pendistribusian pupuk bersubsidi yang dituangkan dalam peraturan Menteri Pertanian no : 47 tahun 2017 tentang alokasi dan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi, tidak menyurutkan niat para pengecer atau kios pupuk bersubsidi menjual pupuk bersubsidi jauh di atas HET.
Suyadi, warga Desa Petala Bumi, Kec. seberida, Kab.Inhu memiliki pupuk bersubsidi bertumpuk di samping rumahnya (09/05) pekan lalu.
Seperti yang dilakukan oleh UD Riau Tani dan UD Barokah Jaya wilayah Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Prov. Riau diduga kuat menjual pupuk bersubsidi jauh di atas harga HET baru-baru ini kepada masyarakat petani di Desa Petala Bumi, Kec. Seberida, Kab. Inhu, Prov. Riau.

Demikian hal ini disampaikan oleh Ketua Pemberantasan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (PKKN) Kab. Inhu, Berlin M kepada awak media Harianberantas.co.id, Senin (21/05) di Pasir Penyu.

Diketahui bahwa UD Riau Tani dan yang beralamat di Desa Seresam Kec. Seberida dan UD Barokah Jaya beralamat di Belilas merupakan perpanjangan tangan dari CV Kuala Tani selaku distributor pupuk subsidi dari produsen Petrokimia Gresik di wilayah Inhu salah satunya di wilayah Kec. Seberida.

Berlin M mengatakan, pendistribusian pupuk bersubsidi sudah diatur pada pasal 10 ayat 3 bahwa setiap pengecer wajib menjual pupuk bersubsidi kepada petani dengan harga HET. Dalam hal ini PKKN Inhu sangat menyayangkan sikap penegak hukum terkesan lemah menindak penyimpangan yang terjadi. Bagaimana tidak, perbuatan mereka sudah jelas-jelas menyimpang dari aturan yang ada.

Penegak hukum harus tegas menindak pelaku pemilik kios pupuk bersubsidi yang menjual pupuk bersubsidi di atas harga HET. "Harga eceran per kilogram pupuk subsidi untuk 5 jenis adalah jenis Urea sebesar Rp 1800/Kg, SP36 sebesar Rp 2000/Kg, NPK Ponska sebesar Rp 2300/Kg, ZA sebesar Rp 1400/Kg dan Organik hanya Rp 500/Kg," pungkasnya.

Sebelumnya, dua warga Desa Petala Bumi yakni Suyadi dan Sudar mengakui membeli pupuk bersubsidi dengan harga bervariasi antara Rp 150.000/Sak untuk jenis Urea dan Rp 160.000/Sak untuk jenis NPK Ponska.

Anehnya, baik Suyadi maupun Sudar mengakui bukan merupakan anggota kelompok tani (Koptan) Sumber Tani yang diketuai oleh Sumarsono dan Misran selaku ketua Koptan Berkah Usaha Desa Petala Bumi. Hal ini terungkap dari masing-masing data rencana defenitif kebutuhan kelompok (RDKK) tahun 2018, Rabu (09/05) pekan lalu di kantor Desa Petala Bumi.

Suyadi mengakui bahwa pupuk subsidi selama lebih kurang satu tahun didapatkan dari bu Ello yang tinggal di Rengat. "Bu Ello selalu menghubungi saya lewat teleponnya menawarkan pupuk subsidi kepada saya. Pupuk jenis Urea harganya Rp 150.000/Sak dan NPK Ponska harganya Rp 160.000/Sak," sebutnya didampingi istrinya, Rabu (09/05) pekan lalu ditempat kediamanya.

Pemilik rumah bertingkat dan 3 unit mobil ini menjelaskan, lebih kurang satu tahun saya selalu membeli pupuk bersubsidi dari bu Ello. Ya kadang 4 Ton dan 8 Ton. Bu Ello langsung antar kerumah saya. Pernah saya bilang sama bu Ello, bu Ello, saya kan bukan anggota Koptan. Tapi, bu Ello bilang gak apa-apa, "ungkapnya

Terpisah, hal yang sama juga dikatakan Sudar pemilik mobil sedan warna merah ini mengakui bahwa pupuk subsidi didapatnya dari bu Ello Rengat. "Kalau pak wartawan gak percaya ini nomor teleponnya. Telepon aja sekarang. Bilang saya yang suruh," pintanya.

Saat disinggung masalah harga, Sudar yang juga Aparatur Sipil Negara (ASN) Kepala Sekolah di salah satu sekolah Kecamatan Seberida ini membeberkan bahwa harga pupuk bersubsidi dibeli dengan harga Rp 150.000/Sak untuk jenis Urea dan Rp 160.000/Sak jenis NPK Ponska, "pungkasnya.

Sementara, Wandi warga Desa Titian Resak selaku Sekretaris Koptan Sumber Tani Desa Petala Bumi yang juga ASN petugas penyuluhan lapangan (PPL) bidang pertanian wilayah Kec. Seberida ini mengakui bahwa kebutuhan pupuk bersubsidi untuk anggotanya dibeli dari pengecer atas nama UD Barokah Jaya, "sebutnya di tempat kediamanya.

"Jangan harap harga pupuk bersubsidi bisa diterapkan oleh para pengecer itu. Susah saya bilang. Memang dalam aturan seperti itu. Tolong, saya gak bisa berkomentar banyak masalah harga," ucap ketua Tim Verifikasi Pendistribusian pupuk subsidi Kecamatan Seberida ini.

Pemilik UD Riau Tani dan UD Barokah Jaya selaku pengecer pupuk bersubsidi belum berhasil dikonfirmasi untuk dimintai klarifikasinya. Namun, sudah berkali kali dihubungi melalui telepon selulernya hingga berita ini diturunkan. (Biro Inhu)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas