Headlines News :
Home » » Peran Wabup Bengkalis di Kasus Korupsi Pipa Transmisi Tembilahan Perlu Diungkap

Peran Wabup Bengkalis di Kasus Korupsi Pipa Transmisi Tembilahan Perlu Diungkap

Written By Harian Berantas on Thursday, May 17, 2018 | 11:00:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Massa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Tembilahan Anti Korupsi (Gemetar) menggelar aksi damai Mapolda Riau, Selasa 15 Mei 2018. Pengunjuk rasa menuntut pihak Polda Riau dan Kejati Riau melakukan gelar perkara kembali, dalam  bentuk menindak lanjuti kasus korupsi pipa transmisi 2013.
Muhammad (net) 
Karena para aksi menilai penegakan hukum masih lemah dalam menentukan tersangka dalam kasus yang diduga melibatkan berbagai pihak termasuk Wakil Bupati Bengkalis, Muhammad saat menyandang jabatan Kepala Dinas PUPR Riau dalam kasus.



Yang sudah ada, hanya dua orang tersangkanya, diduga masih ada  tersangka lainnya yang masih berkeliaran menghirup udara segar diluar. "Kami minta penegak hukum yang ada di Riau, supaya menindak lanjuti secara intensif agar kasus ini cepat selesai," ujar Kordinator Lapangan Gemetar dalam orasinya, Selasa 15 Mei 2018.

Menurut Sandi, masih ada oknum lain sebagai tersangka baru yang terlibat dalam kasus ini. Saat ini yang bersangkutan telah diperiksa polisi sebagai saksi, yakni Wakil Bupati Bengkalis, Muhammad. 

Muhammad sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas PUPR Riau pada masa itu, diduga kuat ikut terlibat dalam kasus korupsi pipa transmisi di Tembilahan ini.

"Disini, kami menduga ia terlibat dalam kasus dugaan korupsi pipa transmisi Tembilahan. Karena semua anggaran pada saat itu keputusan dalam kuasa  dia," pungkas Sandi. 

Hingga saat ini penegak hukum baru menetapkan dua tersangka, yaitu Sabar Stevanus P Simalonga selaku Direktur PT Panatori Raja yang merupakan pihak rekanan, dan Edi Mufti BE selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). 

Sementara itu, Wakil Bupati Bengkalis, Muhammad, yang saat itu menjabat Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Riau, sebelumnya pernah diperiksa penyidik sebagai saksi dalam perkara ini. Sejumlah saksi diambil dari pihak yang melaksanakan proyek, baik dari pihak pemerintah maupun rekanan.

Kasus ini mencuat setelah adanya laporan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Proyek milik Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Riau tahun 2013 ini, menghabiskan dana sebesar Rp3 miliar lebih. Proyek diduga tidak sesuai spesifikasi, yang mengakibatkan potensi kerugian negara Rp1 miliar lebih.

Sementara pada lokasi pekerjaan pemasangan pipa, tidak ditemukan galian sama sekali, bahkan pipa dipasang di atas tanah. 

Selain itu, pada item pekerjaan timbunan bekas galian, juga dipastikan tidak ada pekerjaan timbunan kembali, karena galian tidak pernah ada. Proyek yang dimulai pada 20 Juni 2013 sampai dengan 16 November 2013, sementara pada akhir Januari 2014 pekerjaan belum selesai. 

Seharusnya, kontraktor pelaksana PT.Panotari Raja diberlakukan denda keterlambatan. Namun pihak Dinas PU Riau disebut tidak melakukan hal tersebut.

Hingga berita ini terekspos, mantan Kadis PUPR Riau tersebut belum dimintai keterangan. Karena bersangkutan saat keberadaannya dicari tahu oleh Jurnalis Harian Berantas dilingkup Pemda Bengkalis, jarang masuk kantor. “Kalau pak wakil, tak pernah ke kantor pak” ujar salah satu staf.

Selain dugaan keterlibatan Wakil Bupati Bengkalis, Muhammad, yang merupakan mantan Kepala Dinas PUPR Riau dalam kasus korupsi proyek pipa transmisi yang dikerjakan kontraktor PT Panatori Raja di Tembilahan (Inhil) Riau tersebut, sang Wakil Bupati Negeri Junjungan Bengkalis itu, juga dikabarkan terlibat dalam kasus penyimpangan dana proyek pembangunan air bersih tahun 2008 di Kota Dumai sebesar Rp114 miliar disaat bersangkutan sebagai Kadis PU Dumai. 

Namun, hingga kini perkembangan penyelidikan kasus dugaan korupsi luar biasa di Pemko Dumai tersebut ditangan Kejaksaan Agung, belum jelas.

Bagaimana pihak Kepolisian dan Kejaksaan menyikapi kedua kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) yang diduga melibatkan Wakil Bupati Bengkalis, Muhammad, baca berita wawancara yang dilakukan media ini pada edisi berikutnya. ***

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas