Headlines News :
Home » , » Pengusaha Perabot Dibeking dan Arogan pada Advokat, Oknum Sat Intelkam Polresta Pekanbaru Dilapor ke Propam

Pengusaha Perabot Dibeking dan Arogan pada Advokat, Oknum Sat Intelkam Polresta Pekanbaru Dilapor ke Propam

Written By Harian Berantas on Thursday, May 24, 2018 | 12:17:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Yunaldi SH selaku Advokat atau Kuasa Hukum korban kecelakaan kerja, Arman pada perusahaan perabot meubel 99 Harapan Raya Pekanbaru, melaporkan oknum polisi yang diduga telah bertindak arogan, ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Kepolisian Daerah Riau.

Laporan itu terkait perbuatan tidak menyenangkan atau arogansi oknum anggota polisi dari Polresta Pekanbaru yang sempat mengancam Advokat yang sedang  menjalankan tugas profesi advokat (Kuasa Hukum) dilaporkan ke Peradi dan meminta agar dirinya (Polisi-red) dilaporkan ke Propam, kata Yunaldi SH sambil memperlihatkan pada Wartawan bukti visual/vidio perilaku arogansi oknum Polisi itu di Pekanbaru-Riau.

Menurut dia (Yunaldi), pihaknya melaporkan kejadian tersebut ke Propam Polda Riau, dengan bukti Surat Tanda Penerimaan Laporan, Nomor: STPL/70/V/2018/ PROPAM, Tanggal 23 Mei 2018. 

Bripda Frans yang merupakan anggota Sat Intelkam Polresta Pekanbaru ini dilaporkan selain atas perbuatan tidak menyenangkan, juga dilaporkan membekingi pengusaha perabot meubel 99 Harapan Raya Pekanbaru, sehingga hak-hak karyawan korban kecelakaan kerja di perusahaan tersebut diabaikan atau tidak diberi oleh pemilik perusahaan perabot (meubel) tersebut.

Yunaldi SH kepada Wartawan, Rabu (23/05) menyebutkan, peristiwa terjadi pada hari Senin tanggal 21 Mei 2018 di toko meubel 99 Harapan Raya Pekanbaru-Riau. Kejadian itu bermula, pada saat kami dari kuasa hukum Arman Zatulo selaku korban kecelakaan kerja, menemui pemilik toko pengusaha meubel (perabot) mempertanyakan kelanjutan tanggungjawab pihak perusahaan terhadap karyawannya yang mengalami kecelakaan kerja.

Begitu kami bertanya, pemilik toko meubel itu langsung menghubungi  anggota Polresta Pekanbaru, Bripda Frans itu melalui via hendphon. Tak lama kemudian, anggota polisi dari Polresta Pekanbaru itu pun datang, berlagak preman menyuruh kami keluar dari dalam toko.

Sesampai di depan toko, anggota Sat Intelkam Polresta Pekanbaru itu menyebutkan jika usaha perabot (meubel) yang terletak di wilayah daerah jalan Harapan Raya Pekanbaru milik dia (Polisi-red).

Bripda Frans justeru mendiktek kami untuk melaporkan hak karyawan yang diabaikan pemilik perusahaan tersebut kami lapor ke PHI. Tanpa sebabnya lagi, anggota Sat Intelkam Polresta Pekanbaru itu mengancam kami, dan melaporkan kami ke peradi.

Bahkan dia Bripda Frans meminta agar kami dari kuasa hukum korban melaporkannya ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam). Dimana sikap yang ditunjukkan anggota Polri itu kepada kami Advokat, seakan ambil muka dihadapan pemilik pengusaha, beber Yudaldi SH.

Bripda Frans, saat dihubungi media melalui via hendphon nomor 081270906412 mengatakan, “Iya memang Saya Frans, tapi bukan saya yang melakukan itu pada advokat, tutupnya. Hingga berita ini turun, Kabid Propam Polda Riau belum dikonfirmasi insan Pers. (r1)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas