Headlines News :
Home » » Mengaku Dihipnotis Perempuan, Uang Negara Hilang di Tangan Raja Aini

Mengaku Dihipnotis Perempuan, Uang Negara Hilang di Tangan Raja Aini

Written By Harian Berantas on Monday, May 28, 2018 | 9:13:00 AM

HARIANBERANTAS, INHU– Sebanyak Rp. 280.000.000,- ( duaratus delapan puluh juta rupiah ) Uang simpan pinjam dari Negara melalui BKAD ( Badan Kerjasama Antar Desa ) Dinas UPK Inhu yang diperuntukkan membangkitkan perekonomian Kelompok Seroja Kelurahan Rengat Kec. Rengat Barat Inhu lesap. Pasalnya, uang yang telah dicairkan dari Bank BRI Pematang Reba Cabang Rengat pada tanggal 15/4/2018 lalu telah raib dilalap perempuan hipnotis.

Menurut informasi dari Raja Aini, sebagai Koordinator Kelompok mengatakan, pada saat pencairan uang itu disuruh oleh ketua kelompok untuk membawa pulang kerumahnya. Selanjutnya pada tanggal 17/4/2018 uang itu saya bawa ke tempat saya bertugas sebagai Kepala Sekolah di SMPN. 1 Pekanheran bersama Ketua Kelompok sekitar jam 11.00 wib rencananya akan dibagikan ke kelompok sore harinya. Namun, naas menimpanya, sekitar jam 12.00 wib secara tiba-tiba datang seorang perempuan ke Sekolah menawarkan buku, taunya perempuan Hipnotis. Baru disadari beberapa menit kemudian setelah perempuan hipnotis itu pergi, dan uang yang telah dibungkus palstik telah raib.

"iya pak, saya dihipnotis seorang perempuan yang menawarkan buku itu. baru saya sadari setelah dia pergi. begitu saya terbangun, ternyata seuruh ruangan kosong, guru-giru dan Satpol PP sudah pulang semua" Katanya sambil mengeluarkan air mata buaya.

Ketika ditanya, apakah sudah melaporkan ke pihak polisi atas kehilangan tersebut? Raja Aini, menjawab “belum pak, karena saya tidak berani lapor ke Polisi karena takut, tapi hanya melaporkan ke Pak Darpius Kabid UPK, Jamilah dan Julianti memberitahuka kejadia itu serta meminta solusi terbaik.

Namun, Pak Darpius Kabid UPK, Jamilah dan Julianti meminta saya (Raja Aini,red) untuk membuat suratpernyataan bermaterai “6000” bahwa saya  (Raja Aini,red) bersedia mengganti seluruh kerugian atas kehilangan uang tersebut sesuai ketentuan Pinjaman berserta bunganya atau jasa Rp. 75.600.000; yang ditotalkan menjadi Rp. 355.600.000.-. Pembayarannya secara bertahap atau cicil selama 24 bulan  dan terhitung sejak tanggal 17/5/2018 sampai 17/2020. Imbuhnya.

Sementara menurut Darpius Ketua UPK mengatakan, kehilangan uang yang telah kami berikan kepada Kelompok Seroja yang telah hilang ditangan Raja Aini, itu bukan tanggung jawab kami lagi, itu tanggung jawabnya (Raja Aini) sebagai Koordinator kelompok. Pasalnya, uang sudah mereka terima, dan Raja Aini pun sudah membuat pernyataan bahwa siap mengganti uang yang hilang itu sesuai kesepakatan pinjaman dan jangka waktu yang sudah ditentukan. Jelasnya.

Wawan Kusnadi SE Lurah Kecamatan Rengat Barat mengatakan, ini Uang Negara, siapa yang menghilangkan harus tanggung jawab. Terkait surat pernyataan raja Aini diatas meterai yang diserahkan ke UPK, ada kesalahan” karena tidak diketahui oleh pihak dinas UPK dan paling tidak ditandatangani 2 orang saksi, salah satu saksi dari keluarga Raja Aini. Agar ada yang pertanggungjawaban.

“Sebelum pencairan saya mengundang Ketua, bendahara dan Kordinator Kelompok itu untuk rapat di Kantor lurah ini. Dan saya ingatkan agar uang tersebut dibagi ke anggota kelompok di Kantor lurah dalam ruangan tertutup serta di kawal oleh polisi untuk menjaga keamanan.

Bendahara Kelompok Seroja, Suriani, menjelaskan, jika Raja Aini tidak ada melakukan pinjaman uang Kelompok yang telah hilang itu kepada saya dan ke Ketua Kelompok Seroja secara tertulis. mengenai surat perjanjian pengakuan Raja Aini bahwa uang itu hilang ditangannya ya mau gimana lagi.

Seluruh kelompok merasa kecewa karena pinjaman tidak mereka terima. kami serahkan semuanya ke dinas UPK atau pihak Pemda untuk mengambil kebijakan atas kejadian ini. Katanya, Rabu (29/5/2018) kepada wartawan. (Pinten Sitorus).
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas