Headlines News :
Home » » Istri Korban Pembunuhan Maryanto Berharap Keseriusan Polres Kampar

Istri Korban Pembunuhan Maryanto Berharap Keseriusan Polres Kampar

Written By Harian Berantas on Sunday, May 13, 2018 | 7:30:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU— Tabir peristiwa pembunuhan terhadap alm Maryanto alias Robin di sekitar lingkungan Pondok Pasantren  Umar Bin Khattab Km.09 Jl.Rajawali Desa karya Indah Kec.Tapung Kab.Kampar Riau rabu ( 02/05/2018) sekitar jam 08.30.Wib menuai tanda tanya. Pasalnya, pelaku pembunuhan yang diduga telah terencana sebelum kejadian hingga kini hanya 1 (satu) orang yang di tetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan di Mapolres Kampar-Riau.

Menurut keterangan dari Musgiyana (istri) korban didampingi Saudara Hondro ketua dpw Ikatan Media Online (IMO) Riau menjelaskan, merasa aneh terhadap ketidak terungkapnya seluruh para terduga pelaku pembunuhan berencana terhadap alm suami saya (Korban).

Saya tidak yakin kalau hanya satu orang pelakunya, karena korban (Maryanto aliasn Robin, red) merupakan sosok yang memiliki ilmu bela diri. Makanya saya yakin jika para pelaku pembunuh suami saya (korban) lebih dari satu. 

“Iya pak, saya tidak yakin jika suami saya (korban) bisa kalah kalau duel satu melawan satu. Jika duel satu lawan satu pasti suami saya tidak kalah. Karena suami saya (korban) mimiliki ilmu bela diri. Maknya saya yakin jika pelakunya lebih dari satu, pasti ramai pelakunya, kata Musgiyana kepada wartawan” Sabtu (12/05/2018) di pekanbaru.

“Saya mintal keseriusan pihak kepolisian untuk mengungkap seluruh para terduga pelaku pembunuhan terhadap suami saya (Maryanto). Kecurigaan saya jika pelakunya lebih dari satu dan telah terencana sebelum kejadian karena dalam sebulan ini suami saya (Maryanto) beserta teman-teman sekerjanya sering diancam oleh oknum security dan oknum yang mengaku aparat keamanan negara yang mengepam di Pondok Pesantren itu. Mereka mengancam secara langsung kok setiap melintas dilokasi kejadian yang tak jauh dari pos security pondok pesantren tersebut” katanya lagi.

Atas kepergian alm Maryono Als Robin membuat seluruh keluarga besar terlebih-lebih istri dan anak-anaknya merasa kehilangan dan terpukul serta duka yang mendalam karena korban merupakan satu-satunya tulang punggung keluarga.

Selain itu, sahabat korban juga turut kehilangan sosok korban (Maryanto  als robin,red), dimata rekan-rekannya, maryanto alias Robin (Korban,red) memiliki jiwa kesatria dan baik serta tidak mau mencari masalah dengan siapapun.

Para rekan-rekan korban yang tidak ingin ditulis namanya ini mengatakan, dalam sebulan ini sebelum peritiwa pembunuhan terhadap korban, mereka seringkali di ancam oleh sejumlah oknum security dan oknum yang mengaku anggota alat keamanan negara yang selalu siaga di pondok pesantren tersebut.

"Iya pak, memang dalam sebulan ini kami seringkali diancam oleh oknum security dan oknum yang mengaku anggota alat negara. Bahkan oknum aparat tersebut pernah mencoba duelkan korban ini kepada salah satu oknum security. Namun korban ini tidak menanggapinya. Hanya saja pada saat itu kami tidak masuk kerja. Kejadian itu ketika korban menjemput alat atau mesin potong rumput di kebun yang biasanya kami bekerja" kata teman-teman Maryanto.

Menanggapi kejadian tersebut, tergeraklah hati ketua IMO Riau S.Hondro, untuk mengawal pengukapan dibalik tabir kematian korban (Maryanto) dan selalu mendampingi istri korban Musgiyana untuk mencari keadilan.

“Kita berharap pihak kepolisian lebih professional dan proposional dalam menangani dan menuntaskan kasus ini” kata S,Hondro.

Sedangkan Kapolsek Tapung melalui Kanit Reskrim Polsek tapung Charles Nainggolan ketika dihubungi wartawan melalui telpon genggamnya, Sabtu (12/05/2018) sekira pukul 13.26 Wib belum terkonfirmasi, dikarenakan dering telpon genggam tidak diangkatnya. (Ans)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas