Headlines News :
Home » » Distribusi Pupuk Bersubsidi, UD Usaha Tani, Eko : Masyarakat Tidak Berhak Awasi Pupuk Subsidi

Distribusi Pupuk Bersubsidi, UD Usaha Tani, Eko : Masyarakat Tidak Berhak Awasi Pupuk Subsidi

Written By Harian Berantas on Friday, May 18, 2018 | 8:35:00 PM

HARIANBERANTAS, INHU -Dalam peraturan Menteri Pertanian nomor 47 tahun 2017 tentang alokasi dan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi pada pasal 10 ayat 3 bahwa pengecer atau kios wajib menjual pupuk bersubsidi kepada petani dengan HET.

Fakta berkata lain, bahwa UD Usaha Tani selaku kios atau pengecer pupuk bersubsidi yang beralamat di dusun II Desa Sei Baung, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) diduga kuat menjual pupuk bersubsidi kepada petani jauh di atas harga HET.

Bahkan, Eko selaku pemilik UD Usaha Tani melontarkan perkataan bahwa masyarakat sekalipun tidak berhak mengawasi pupuk bersubsidi yang saya kelola. "Siapa pun dia, selain TNI dan Dinas Pertanian tidak berhak mengawasi pupuk subsidi," kata Eko selaku pemilik UD. Usaha Tani, Rabu (16/05) sore saat diwawancarai awak media Harianberantas.co.id di tempat kediamanya Desa Sei Baung.

Pemilik kios pupuk yang juga ketua Kelompok Tani (Koptan) Tunas Mekar Dua ini mengatakan bahwa ucapan yang disampaikan ke awak media Harianberantas.co.id yang disaksikan istrinya merupakan amanah dari Hendra dan Hamdani selaku distributornya pupuk subsidi. Jumlah anggota Koptan Tunas Mekar Dua sebanyak 21 orang. Sedangkan petugas penyuluh lapangan (PPL) atas nama Heri pegawai Distankan Inhu. 

Saya hanya menyampaikan, sambung Eko, amanah dari pak Hendra Rengat selaku distributor tempat saya membeli pupuk subsidi. "Kalau ada yang menanyakan selain TNI dan Dinas Pertanian, bilang saja jumpai saya," sebutnya meniru ucapan Hendra.

Sekitar bulan Januari 2018 lalu, UD. Tunas Mekar Dua sudah bergabung ke CV. Kuala Tani menjadi pengecer resmi pupuk bersubsidi milik produsen Petrokimia Gresik. Bahkan, juga ke distributor CV. Aditha Prima yang berkantor di Pekanbaru. Saya beli pupuk subsidi jenis NPK Ponska dari pak Hendra seharga Rp 140.000/sak, saya jual ke warga sebesar Rp 150.000/sak. Alasanya, karena ada biaya tambahan seperti bongkar muat. Memang semua pupuk subsidi tersebut diantar langsung sampai di tempat, "ucap Eko menjelaskan.

Terpisah, Hendra pemilik CV. Kuala Tani selaku distributor pupuk subsidi dari produsen PT. Petrokimia Gresik di wilayah Kab. Inhu membantah ucapan Eko bahwa dirinya tidak pernah menjual pupuk subsidi kepada Eko. "Saya (Hendra-red) distributor resmi pupuk subsidi tidak pernah menjual pupuk apa pun jenisnya kepada Eko," kata Hendra menjawab awak media Harianberantas.co.idmelalui telepon selulernya, Ju'mat (18/05) siang.

Yang jelas saya tidak pernah menjual pupuk kepada Eko itu. Saya ini distributor pupuk bersubsidi. Tidak ada urusan dengan Eko. Terserah dia mau beli dari mana, jangan tanya sama saya, tegasnya.

Sebelumnya, Kabid Sarana dan Prasarana (Sapras) Distankan Kab. Inhu, Zulkarnain didampingi Kasi pupuk dan pestisida, Leni menegaskan bahwa pengecer atau kios pupuk bersubsidi wajib berpedoman pada aturan pemerintah yang mengatur tentang HET, Rabu (16/05) kemarin di ruang kerjanya.

Bila ada pengecer atau kios pupuk bersubsidi yang menjual di atas harga HET di wilayah Kab. Inhu, kami akan berkoordinasi dengan distributornya agar distributornya itu memberikan sangsi tegas secara administrasi dengan mencabut izin si pengecer tersebut, tegasnya.(L Manurung)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas