Headlines News :
Home » » Upah BHL "Dipangkas" Setiap Bulan, Kartu BPJS Nihil. Ini Kronologisnya.

Upah BHL "Dipangkas" Setiap Bulan, Kartu BPJS Nihil. Ini Kronologisnya.

Written By Harian Berantas on Saturday, April 14, 2018 | 1:08:00 PM

HARIANBERANTAS, INHU - Sejumlah pekerja/buruh harian lepas (BHL) baik yang perawatan maupun pemanen tandan buah segar (TBS) PT. Swakarsa Sawit Raya (SSR) kebun Talangjerinjing, Desa Talangjerinjing, Kecamatan Rengat Barat, Kab. Inhu, tuding oknum pimpinan PT SSR Kebun Talangjerinjing "tilap" iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
"Setiap bulannya upah para pekerja BHL dipotong. Katannya sih untuk iuran bulanan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan. Nyatannya apa.? Bertahun tahun para BHL itu tidak pernah memiliki kartu kepesertaan BPJS," kata Ali Amsar Siregar kepada Harianberantas.co.id, Selasa (10/04) pekan lalu di Pematangreba.

Terungkapnya permainan dugaan manipulasi setoran iuran BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan memicu emosi pekerja BHL PT SSR Kebun Talangjerinjing melakukan aksi mogok kerja yang terjadi sebulan lalu di kantor PT SSR Kebun Talangjerinjing," ucapnya sembari memperlihatkan nama-nama pekerja yg ikut mogok kerja.

Diketahui, Ali Amsar Siregar merupakan perwakilan dari BHL PT SSR Kebun Talangjerinjing guna menyelesaikan permasalahan yang dialami pekerja BHL yang menyangkut hak normatif.

Ali Amsar menjelaskan, jika benar upah yang dipotong setiap bulannya itu disetorkan ke pihak BPJS, takkan terjadi konflik seperti ini. Bagaimana mungkin ada iuran untuk BPJS, sementara kartu kepesertaan saja mereka tidak punya. "Masa buat kartu aja sampai bertahun tahun sih..? Jadi, kemana larinya uang yang dipungut setiap bulannya itu..?," sebutnya balik bertanya.

Tambahnya, Nah, saya (Ali Amsar-red) selaku perwakilan dari para BHL, menduga kuat ada permainan di tingkat pimpinan PT SSR Kebun Talangjerinjing. Jangan-jangan para pekerja BHL itu belum didaftarkan sebagai peserta BPJS sehingga kartu kepesertaan nihil.

Besaran upah yang dipotong setiap bulannya dari para BHL untuk iuran BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp 89.500/orang dan BPJS Kesehatan sebesar Rp 29.853/orang," pungkas Ali Amsar Siregar.

Berita sebelumnya, Ali Amsar Siregar selaku perwakilan para pekerja BHL PT SSR Kebun Talangjerinjing, sudah menyerahkan surat laporan pengaduan ke Dinas Tenaga Kerja Kab. Inhu, Jumat (06/04) sepekan lalu.

Berikut bunyi surat laporan pengaduan yang dilayangkan ke Disnaker Kab. Inhu. Antara lain :
1. Bahwa pekerja/buruh diberlakukan yang dinilai bukan ukuran tenaga manusia untuk mencapai hari kerja (HK)
2. Bahwa pekerja/buruh diberlakukan penerimaan gaji masih di bawah UMK tidak sesuai dengan ketentuan UU Ketenagakerjaan 
3. Bahwa pekerja/buruh diberlakukan pemotongan gaji setiap bulan untuk iuran BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan tanpa memiliki kartu kepesertaan.

Terpisah, Manager PT SSR Kebun Talangjerinjing, Ir. Mursanif didampingi KTU PT SSR Kebun Talangjerinjing, Julianto, mengakui bahwa, setiap bulannya ada pemotongan upah pekerja BHL untuk iuran BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan. Namun, segala urusan yang menyangkut BPJS tersebut merupakan urusan dari head office (HO) atau kantor besar.

"Benar, ada potongan untuk iuran BPJS setiap bulannya termasuk ada potongan-potongan utang para BHL. Namun, biar lebih jelas, tanya sajalah ke kantor besar (PKS. PT SSR)," katanya saat dikonfirmasi Harianberantas.co, Selasa (10/04) sepekan lalu di kantor PT SSR Kebun Talangjerinjing, Desa Talangjerinjing, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri hulu ( Inhu ).
Sementara pihak BPJS Cabang Rengat hingga berita ini diturunkan belum berhasil untuk diklarifikasi. (L Manurung)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas