Headlines News :
Home » » Terima TBS Dari Kawasan TNTN, Diduga PT SSR Talangjerinjing "Kangkangi" Aturan

Terima TBS Dari Kawasan TNTN, Diduga PT SSR Talangjerinjing "Kangkangi" Aturan

Written By Harian Berantas on Monday, April 23, 2018 | 3:44:00 PM

HARIANBERANTAS, INHU- Kepala Balai Taman Nasional Teso Nilo Pelelawan-Inhu, Supartono S.Hut, sangat menyayangkan sikap daripada perusahaan-perusahaan khususnya di Inhu yang membeli atau mengelola hasil kebun dari perkebunan yang berasal dari kegiatan perkebunan di dalam kawasan hutan.
 bukti Surat Pengantar tanda buah segar
"Tidak dibenarkan perusahaan mana pun menerima atau membeli tandan buah sawit (TBS) dari kegiatan perkebunan yang berasal dari kawasan hutan, apalagi kawasan Balai TNTN," katanya melalui telepon selulernya, Senin (23/04) kepada awak media Harianberantas.co.

Supartono menjelaskan, terkait masalah lahan kebun sawit Kredit Kelompok Primer Anggota (KKPA) seluas 1660 Hektar yang terletak di Desa Lubuk Batu Tinggal Kecamatan Lubuk Batu Jaya Kabupaten Indragiri Hulu (INHU) milik Koperasi Unit Desa (KUD) Tani Bahagia, tidak sepenuhnya masuk dalam kawasan TNTN.

Lahan kawasan Balai TNTN yang sudah dijadikan kebun kelapa sawit oleh KUD Tani Bahagia itu hanya sekitar 660 Hektar. Itu pun berada di 2 (Dua) Kabupaten yaitu, Kabupaten Inhu seluas 260 Hektar dan Kabupaten Pelelawan seluas 400 Hektar. Sampai dengan saat ini (2018) belum ada perubahan status dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Jakarta, sebutnya.

Lanjutnya lagi, permasalahan tersebut sudah kami laporkan ke Kementrian terkait. Terlepas belum ada penyelesaiannya, itu bukan domain kami lagi. Nah, sepanjang pemerintah pusat belum merealisasikan permohonan daripada KUD Tani Bahagia, berarti selama ini kegiatan mereka sudah melanggar banyak aturan perundang undangan yang berlaku," ucapnya menjawab pertanyaan awak media.

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Lubuk Batu Tinggal, Kecamatan Lubuk Batu Jaya, Kab. Inhu, Nasrullah, saat dikonfirmasi, Senin (23/04) membenarkan bahwa lahan kebun sawit KKPA KUD Tani Bahagia yang berlokasi di Desa Lubuk Batu Tinggal masuk kawasan Balai TNTN. "Itulah masalahnya sehingga kepemilikanya belum bisa disertifikatkan. Waktu itu pernah kami coba mengurus sertifikatnya ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kab. Inhu. Namun, ditolak karena masuk kawasan hutan," sebut Nasrullah singkat.

Berita sebelumnya, Ketua KUD Tani Bahagia, Suher mengklaim atas lahan kebun kelapa sawit seluas 1660 Hektar yang terletak di Desa Lubuk Batu Tinggal Kec. Lubuk Batu Jaya, Kab. Inhu, sepenuhnya merupakan milik KUD Tani Bahagia. Pada hal, lahan kebun kelapa sawit seluas 1660 Hektar tersebut merupakan kawasan Balai Taman Nasional Teso Nilo (TNTN) Desa Pontian Mekar Kec. Lubuk Batu Jaya, Kab. Inhu.

Hal ini diperkuat dengan adanya plang terpampang bertuliskan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Jakarta, "Dilarang di areal ini membuka perkebunan kelapa sawit," di pintu masuk menuju kantor kebun Kredit Kelompok Primer Anggota (KKPA) KUD Tani Bahagia.

Ketua KUD Tani Bahagia, Suher membenarkan bahwa, lahan kebun kelapa sawit seluas 1660 Hektar yang terletak dalam kawasan Balai TNTN Desa Pontian Mekar merupakan milik KUD Tani Bahagia," sebutnya kepada awak media Harianberantas.co saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya,Jumat (13/04) pekan lalu.

Suher menjelaskan, tahun 1998 silam, pihak PT Inti Indosawit Subur selaku bapak angkat KUD Tani Bahagia melakukan penanaman bibit kelapa sawit di lahan kawasan Balai TNTN Desa Pontian Mekar tersebut. Bahkan hasil panen berupa tandan buah segar (TBS) pun sudah bertahun tahun dikelola menjadi Cruid Palm Oil (CPO).

Entah kenapa, sekitar lebih kurang 3 tahun lalu, pihak PT Inti Indo sawit Subur berhenti mengambil TBS dari kebun KKPA KUD Tani Bahagia. Mungkin saja mereka (PT Inti Indosawit Subur-red) tidak mau ambil pusing berurusan dengan pihak pemerintah atas penetapan lahan kebun KKPA tersebut berada di zona kawasan Balai TNTN," ucapnya.

Suher juga membenarkan bahwa, ada lebih kurang setiap harinya 100 Ton buah TBS KKPA KUD Tani Bahagia dikirim ke PT. Swakarsa Sawit Raya (SSR) Talangjerinjing, Kecamatan Rengat Barat, Kab. Inhu. "Ya, setiap hari TBS KKPA KUD Tani Bahagia dikirim ke PT SSR Talangjerinjing," Jelasnya.

Ketua KUD Tani Bahagia ini juga membeberkan bahwa, terkait lahan KKPA seluas 1660 Hektar itu dibagi untuk 830 KK. Anehnya, sudah mengetahui bahwa lahan kebun KKPA tersebut masuk di zona kawasan Balai TNTN, malah Pemkab Inhu melalui Sekda Raja Erisman pada masa itu memberikan surat dukungan yang tujuannya agar PT SSR Kebun Talangjerinjing bersedia menampung TBS dari KKPA KUD Tani Bahagia," pungkasnya.

Sementara, pihak perusahaan PT SSR Talangjerinjing selaku penampung TBS KKPA KUD Tani Bahagia berkali kali dihubungi melalui telepon selulernya (08125140xxx) tidak aktip. Sehingga belum bisa dimintai klarifikasinya hingga berita diturunkan. (Lamhot Manurung)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas