Headlines News :
Home » » PT SSR "Suplai" TBS dari TNTN, Ketua PKKN Inhu, Berlin : Ada Apa Semua Ini..?

PT SSR "Suplai" TBS dari TNTN, Ketua PKKN Inhu, Berlin : Ada Apa Semua Ini..?

Written By Harian Berantas on Wednesday, April 25, 2018 | 5:21:00 PM

HARIANBERANTAS, INHU -Terkait masalah tandan buah segar (TBS) milik daripada Koperasi Unit Desa (KUD) Tani Bahagia yang diperjualbelikan ke PT Swakarsa Sawit Raya (SSR), sementara kebun sawit pola Kredit Kelompok Primer Anggota (KKPA) tersebut berada dalam kawasan Balai Taman Nasional Tesso Nilo.
Dalam hal ini, Ketua Pemantau Korupsi Kolusi dan Nepotisme (PKKN) Kabupaten Indragiri Hulu (INHU), Berlin M, angkat bicara membeberkan asal muasal terjadinya pembabatan kawasan Balai TNTN berujung pada transaksi jual beli TBS.

Semenjak tahun 1998 silam, Koperasi Unit Desa (KUD) Tani Bahagia melakukan kemitraan dengan PT Inti Indosawit menyepakati bahwa lahan seluas 1660 hektare yang terletak di Desa Lubuk Batu Tinggal, Kecamatan Lubuk Batu Jaya, Kabupaten Indragiri Hulu (INHU) dibangun kebun kelapa sawit dengan pola Kredit Kelompok Primer Anggota (KKPA) beranggotakan sebanyak 830 Kepala Keluarga (KK).

Namun, dari 1660 hektare, sekitar 668 hektare merupakan kawasan Balai Taman Nasional Tesso Nilo," kata Ketua PKKN Kab. Inhu, Berlin, Rabu 25/04/2018 siang melalui telepon selulernya.

Menurut Berlin, karena yang membangun kebun sawit itu PT Inti Indosawit, secara otomatis hasil panennya dalam hal ini tandan buah segar (TBS) mereka tampung untuk diolah menjadi Crud Palm Oil (CPO). Entah kenapa, PT Inti Indosawit tiba-tiba berhenti menampung TBS milik KUD Tani Bahagia.

"Bisa saja PT Inti Indosawit sudah mengetahui bahwa lahan kebun kelapa sawit pola KKPA tersebut masuk dalam kawasan Balai TNTN bisa berdampak pada penjualan CPO bahkan bisa menggugurkan sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO)," sebutnya.

Masih menurut Berlin, semenjak berhentinya PT Inti Indosawit, baru lah KUD Tani Bahagia menjual TBS ke PT Swakarsa Sawit Raya (SSR) yang berada di Desa Talangjerinjing, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (INHU). Tidak mungkin PT SSR belum mengetahui status KKPA KUD Tani Bahagia itu. "Gak yakin saya PT SSR tidak mengetahui akan hal itu. Pasti ada "orang kuat" di balik semua ini. Imbasnya bisa saja PT SSR gagal mendapatkan sertifikat ISPO.

Seharusnya, Pemkab Inhu dan penegak hukum bisa menghentikan aktivitas mereka. Malah, konon katanya Pemkab Inhu memberikan surat dukungan agar PT SSR bersedia menampung TBS milik KUD Tani Bahagia. Masa kegiatan yang "ilegal" dibiarkan begitu saja. Nah, "Ada apa semua ini," pungkasnya

Berita sebelumnya, semalam, Senin (23/04) Kepala TNTN Pelalawan, Supartono, S.hut MP sangat menyesalkan sikap daripada perusahaan di Kab. Inhu menampung TBS yang bermasalah. Bahkan membenarkan bahwa lahan yang dikelola oleh KUD Tani Bahagia itu merupakan kawasan Balai TNTN seluas 668 hektare.

Sampai dengan saat ini, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Jakarta belum ada menerbitkan surat pelepasan status lahan yang 668 hektare itu. Artinya, lahan tersebut tetap milik TNTN yang tidak boleh dirubah fungsinya. Sementara ini, posisi TNTN Pelalawan masih menunggu perintah selanjutnya.

Sementara, pihak PT SSR Talangjerinjing yang disebut sebut menampung TBS milik KUD Tani Bahagia, belum juga berhasil dimintai klarifikasinya hingga berita ini diturunkan. (Lamhot Manurung)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas