Headlines News :
Home » » PT SSK Bantah Disebut "Perusak" Jalan Lintas Rengat - Tembilahan

PT SSK Bantah Disebut "Perusak" Jalan Lintas Rengat - Tembilahan

Written By Harian Berantas on Monday, April 16, 2018 | 5:29:00 PM

HARIANBERANTAS, INHU - Dituding sebagai "perusak" jalan lintas Rengat- Tembilahan Inhil, PT. Sumber Surya Kencana ( SSK ) salah satu pemilik armada pengangkut Cruid Palm Oil ( CPO ) setiap harinya melintas jalan lintas penghubung Rengat - Tembilahan Inhil, membantah disebut sebut sebagai perusak jalan.

Alasanya, di samping bukan hanya armada pengangkut CPO milik PT SSK yang melintas penghubung jalan lintas Rengat - Tembilahan Inhil, banyak kok armada lain yang melintasi jalan itu. Tapi, gak mungkinlah saya sebut pemilik armada lain yang melintas jalan itu," kata salah satu karyawan PT SSK yang tidak berkenan ditulis namanya, Senin (16/04) di ruang kerjanya Rengat.

Memang, armada PT SSK setiap hari melintas jalan Itu, namun armada milik orang lain pun melintas jalan Itu kok. Bahkan, lebih banyak armadanya dari PT SSK. "Jangan hanya armada kami yang diberitakan Pak," sebutnya 

"Contohnya," armada pengangkut Batu Bara, armada pengangkut Cangkang, kan melintas jalan Itu juga. Jangan jangan justru armada mereka yang muatannya melebihi tonase, sehingga jalan lintas penghubung Rengat- Tembilahan Inhil cepat rusak.

PT SSK taat pajak loh. Setiap tahun kita (PT SSK-red) bayar pajak ke pemerintah. Masa hanya gara gara rusak jalan PT SSK mau ditutup. Kan gak etislah. Mungkin orang gak tau bahwa kami sering juga ikut membantu memperbaiki jalan Itu. Coba bayangkan kalau sempat ditutup, mau dikemanakan ribuan pekerja itu. Tentu, pengangguran jadinya," pungkasnya.

Berita sebelumnya, Mantan Ketua BPD Desa Sei Beringin, Said Sulaiman yang berdomisili di Jalan Lintas Rengat-Tembilahan ini mengatakan, bahwa salah satu pemicu kerusakan jalan lintas Rengat-Tembilahan adalah angkutan crude palm oil (CPO) bermerk SK.

Sebab, kata Said, satu unit angkutan merk SK bermuatan CPO dengan sumbu 10 roda mencapai 40 ton per unit. Angkutan CPO ini jauh dari kapasitas kelas jalan yang sepatutnya maksimal 12 ton. Bila melebihi tonase sesuai kelas jalan akan berdampak kerusakan jalan sehingga mengancam keselamatan pengendara khususnya pengguna sepeda motor.

“Jalan rusak parah telah memakan korban kecelakaan bahkan kehilangan nyawa,. Sedangkan untuk perawatan dan pemeliharaan jalan di bebankan ke Pemerintah bukan ke PT Surya Kencana (SK)” papar Said.

Berkaca dari kondisi tersebut, ia mewakili warga lainnya meminta Satlantas dan Dishub Pemkab Inhu tidak tinggal diam. “Pak Polisi dan Dishub harus razia, jangan kasih lewat angkutan CPO yang melebihi tonase,” harap Said.

Sebelumnya, Camat Kuala Cenaku Triyatno tidak membantah armada CPO merk SK dari Rengat menuju pelabuhan di Desa Teluk Bagus Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Tembilahan. Ia juga membenarkan kalau ratusan unit armada CPO lalu lalang setiap harinya di Jalan lintas penghubung Rengat-Tembilahan Inhil. (Lamhot Manurung)

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas