Headlines News :
Home » » Plt Kadistankan Inhu Sesalkan Sikap PT SSR "Tampung" TBS Yang Selalu Bermasalah

Plt Kadistankan Inhu Sesalkan Sikap PT SSR "Tampung" TBS Yang Selalu Bermasalah

Written By Harian Berantas on Monday, April 30, 2018 | 6:46:00 PM

HARIANBERANTAS, INHU- Pelaksana Tugas ( Plt ) Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kab. Inhu, Paino Sp sangat menyayangkan sikap pihak PT Swakarsa Sawit Raya (SSR) Talangjerinjing yang selalu dituding menampung tandan buah segar ( TBS ) kebun sawit pola Kredit Kelompok Primer Anggota (KKPA) Koperasi Unit Desa (KUD) Tani Bahagia yang diduga lahan milik negara.

Pada hal, sudah jelas-jelas TBS tersebut berasal dari kawasan Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) yang berlokasi di Desa Lubuk Batu Tinggal, Kecamatan Lubuk Batu Jaya, Kabupaten Indragiri Hulu ( Inhu ) Riau, "kata Paino Sp, Senin (30/04) di depan kantor Distankan Inhu.

Paino Sp menjelaskan, PT SSR Talangjerinjing seharusnya menolak membeli TBS yang bermasalah tersebut. Apalagi, TBS yang mereka tampung sebagai bahan baku untuk diolah menjadi Crud Palm Oil (CPO) itu berada dalam kawasan Balai TNTN. "Bisa-bisa sampai kapan pun sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang sedang berproses itu takkan direalisasikan oleh Komisi ISPO Indonesia,"

"Salah satu point terpenting dalam mendapatkan ISPO adalah bahan baku TBS wajib hukumnya tidak bermasalah dengan kawasan hutan. Dalam hal ini, seharusnya PT SSR menghentikan pembelian TBS yang bermasalah kalau masih menginginkan sertifikat ISPO, " pungkasnya.

Berita sebelumnya, Ketua KUD Tani Bahagia, Suher membenarkan bahwa, lahan kebun kelapa sawit seluas 1660 Hektar yang terletak dalam kawasan Balai TNTN Desa Pontian Mekar merupakan milik KUD Tani Bahagia," sebutnya kepada awak media Harianberantas.co saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya,Jumat (13/04) pekan lalu.

Suher menjelaskan, tahun 1998 silam, pihak PT Inti Indosawit Subur selaku bapak angkat KUD Tani Bahagia melakukan penanaman bibit kelapa sawit di lahan kawasan Balai TNTN Desa Pontian Mekar tersebut. Bahkan hasil panen berupa tandan buah segar (TBS) pun sudah bertahun tahun dikelola menjadi Cruid Palm Oil (CPO).

Entah kenapa, sekitar lebih kurang 3 tahun lalu, pihak PT Inti Indo sawit Subur berhenti mengambil TBS dari kebun KKPA KUD Tani Bahagia. Mungkin saja mereka (PT Inti Indosawit Subur-red) tidak mau ambil pusing berurusan dengan pihak pemerintah atas penetapan lahan kebun KKPA tersebut berada di zona kawasan Balai TNTN," katanya.

Suher juga membenarkan bahwa, ada lebih kurang setiap harinya 100 Ton buah TBS KKPA KUD Tani Bahagia dikirim ke PT. Swakarsa Sawit Raya (SSR) Talangjerinjing, Kecamatan Rengat Barat, Kab. Inhu. "Ya, setiap hari TBS KKPA KUD Tani Bahagia dikirim ke PT SSR Talangjerinjing," Katanya lagi.

Ketua KUD Tani Bahagia ini juga membeberkan bahwa, terkait lahan KKPA seluas 1660 Hektar itu dibagi untuk 830 KK. Anehnya, sudah mengetahui bahwa lahan kebun KKPA tersebut masuk di zona kawasan Balai TNTN, malah Pemkab Inhu melalui Sekda Raja Erisman pada masa itu memberikan surat dukungan yang tujuannya agar PT SSR Kebun Talangjerinjing bersedia menampung TBS dari KKPA KUD Tani Bahagia,"

Sementara, Manager PKS PT SSR Talangjerinjing, Stenly Manalu, sudah berkali kali dihubungi melalui telepon selulernya (081251401××), tak ada jawaban telepon selalu sibuk bahkan Short Message Service (SMS) pun tidak dibalas sehingga belum berhasil dimintai klarifikasinya hingga berita ini diturunkan. (L. Manurung/Ps).
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas