Headlines News :
Home » » Parkir RSUD Indrasari Rengat "Mencekik" Leher Pengunjung

Parkir RSUD Indrasari Rengat "Mencekik" Leher Pengunjung

Written By Harian Berantas on Tuesday, April 17, 2018 | 8:22:00 PM

HARIANBERANTAS, INHU- Semenjak pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indrasari Rengat, memberlakukan pengelolaan parkir secara elektrik, sejumlah masyarakat Indragiri Hulu (Inhu) khususnya bagi keluarga pasien yang menggunakan jasa parkir di lingkungan RSUD Indrasari Rengat, dinilai meresahkan hingga merasa terbebani.  

Pasalnya, setiap pengunjung maupun keluarga pasien harus merogoh koncetnya hingga puluhan ribu untuk membayar uang parkir.

Seperti yang dialami baru baru ini oleh salah satu keluarga pasien, inisial H, harus membayar uang parkir hingga puluhan ribu rupiah setiap harinya. "Satu kali masuk harus bayar Rp 2000, karena banyak keperluan yang harus dibeli di luar, minimal harus 5 kali saya keluar masuk RSUD," sebutnya kepada awak media, Senin (16/04) semalam siang di Pematangreba.

Dia menjelaskan, pertama masuk bayar Rp 2000, karena ada yang harus dibeli di luar, terpaksa saya keluar. Eh, ternyata bayar lagi. Ini kalau gak dibayar pasti ribut. Daripada ribut dan malu dibilang gak bayar parkir, dengan berat hati terpaksa saya bayar," ucapnya menceritakan kejadian saat itu.

Di sisi lain, pihak RSUD Indrasari Rengat juga berlakukan bagi semua pedagang asongan yang ada dalam lingkungan RSUD Indrasari Rengat, diwajibkan membayar kartu parkir sebesar Rp 50.000 ditambah dengan biaya parkir sebesar Rp 60.000 setiap bulanya," kata salah seorang pedagang asongan yang tidak bersedia ditulis namanya.

Dia menjelaskan, awalnya pihak RSUD menjanjikan kepada kami (Pedangan Asongan-red) bahwa masalah parkir digratiskan. Namun, hingga dengan saat ini, semua pedagang asongan diwajibkan bayar uang kartu parkir dan bulanan uang parkir. Berarti janji mereka itu bohong," ucapnya dengan nada kesal.

Namun, berbeda pula terhadap pegawai dan Dokter RSUD Indrasari Rengat yang tidak dipungut uang parkir.

Hasil pantauan awak media Harian Berantas, Selasa (17/04) di seputaran lingkungan RSUD Indrasari Rengat, melihat seorang laki laki yang istrinya kerja di RSUD Indrasari Rengat, saat mendekati pintu keluar, laki laki tersebut hanya mengeluarkan kartu parkir tanpa membayar sepeser pun. Saat ditanya, laki laki tersebut mengakui bahwa tidak pernah bayar parkir alias gratis.

Terpisah, Kepala Tata Usaha (KTU) RSUD Indrasari Rengat, Ruswidiantoro saat dikonfirmasi Harian Berantas, Selasa (17/04/2018) melalui via selulernya membenarkan adanya pungutan uang parkir yang dikeluhkan masyarakat Inhu khususnya keluarga pasien dan pedagang asongan.

"Benar ada biaya parkir yang dikenakan bagi setiap pengunjung secara bervariasi. Untuk kendaran roda 2 sebesar Rp 2000 dan kendaraan roda 4 sebesar Rp3000," sebutnya.

Dijelaskan Ruswidiantoro, masalah parkir yang dikeluhkan pengunjung khususnya keluar pasien, pihak RSUD sudah membuat formula baru setelah berkoordinasi dengan pihak PT Surindo Pekanbaru selaku pengelolanya. Mulai besok (Rabu 18/04) sudah mulai diterapkan sistim baru terhadap pengelolaan parkir.

Bagi keluarga pasien rawat inap yang memakai kendaraan roda 2, 3x24 jam hanya dikenakan biaya sebesar Rp 2000, kendaraan roda 4, 3x24 jam sebesar Rp 3000. Lewat dari 3x24 jam, maka pengguna parkir yang keluar pasien itu wajib mendaftar ulang ke Admisi RSUD guna memperpanjang masa berlaku kartu voucer per 3 hari," sebutnya 

Ruswidiantoro yang akrab dipanggil Harris ini menjelaskan, khusus buat para pedagang asongan di dalam lingkungan RSUD Indrasari Rengat, pembelian kartu parkir cukup hanya sekali tapi, dikenai biaya sebesar Rp 50.000. Sementara iuran bulananya dikenai biaya sebesar Rp 60.000. Namun, untuk bulan pertama diberikan diskon sebesar 50 % dari 60.000 ribu. Berarti, hanya membayar sebesar Rp 30.000 saja.

Sementara para nasabah Bank Mandiri yang mau menarik uangnya di ATM Mandiri RSUD Indrasari Rengat, yang menggunakan kendaran roda 2, untuk 5 Menit pertama tetap dibebani biaya sebesar Rp 2000. Sedangkan kendaraan roda 4, untuk 5 menit pertama hanya dibebani biaya sebesar Rp 3000," pungkasnya. (Lamhot Manurung) 



Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas