Headlines News :
Home » » Korban Pengeroyokan Kecewa Dengan Polres Pelalawan

Korban Pengeroyokan Kecewa Dengan Polres Pelalawan

Written By Harian Berantas on Monday, April 2, 2018 | 11:21:00 PM

HARIANBERANTAS, PELALAWAN- Kasus tindak pidana pengeroyokan Ibu Rumah Tangga (IRT), Setini Hulu (25) yang duduga dilakukan oleh 3 orang pelaku, tidak di tahan penyidik Polres Pelalawan. 
Setini Hulu (korban) yang mengaku kecewa penyidikan Polres Pelalawan     


Kejadian tindak pidana pengeroyokan itu terjadi sejak tanggal 07 Februari 2018 di Afdeling OB PT. Langgam Inti Hibrindo (PT.LIH) Desa Kemang Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan-Riau yang diduga dilakukan Martina Z, Swardi W (Anak) dan Rutini W (Anak) sesuai bukti laporan Polisi, Nomor: STPL/49/II/2018/RIAU/RES PLWN tanggal 08 Februari 2018.

Demikian tindak pidana pengeroyokan ini dijelaskan korban, Setini Hulu (25) didampingi Sekhizatulo Gea (Suami) kepada ungkapriau.com di Jl.Lintas Timur Kecamatan Pangkalan Kerinci, Pelalawan-Riau. Dijelaskan korban, sejak kasus ini dilaporkan di Polres Pelalawan. Pihaknya sering mempertanyakan proses penanganannya ke pihak penyidik Polres Pelalawan (Muhammad Arif).

"Ya, suami saya sering menanyakan proses penangan kasus ini kepada penyidik Unit I Reskrim Polres Pelalawan. Namun alasannya penyidik tidak menehanan Martina Z (Ibu) karena Swardi (anak) dan Rutini (Anak) masih dibawah umur," terang Setini kecewa.

Dijelaskan korban, Polres Pelalawan menerima laporannya (korban), sejak tanggal 07 Februari 2018 yang lalu. Namun, sampai detik ini, pelaku tidak kunjung ditahan karena alasan 2 orang dari 3 pelaku masih dibawah umur.

Setini Hulu. Apa iya, Martina juga dibawah umur?. Jika-pun pelaku yang dua (2) orang itu masih dibawah umur dan semestinya Ibunya (Martina z-red) harus ditahan. Tapi, Polres pelalawan tidak melakukan penahanan hanya dengan alasan 2 orang anak pelaku yang ikut dalam TP 170 ini masih dibawah umur.

Menurut saya. Alasan penyidik itu, sangat aneh. "Pelakunya-kan, tidak semuanya dibawah umur," kata korban sambari meminta keseriusan Polres Pelalawan untuk netral dan benar-benar menegakkan hukum.

"Akibat perlakuan mereka itu, saya mengalami bengkak-bengkak serta luka sobek dipelipis mata sebelah wajah kanan saya," jelasnya.

Dalam kejadian ini, kami dari keluarga korban (Suami), sangat kecewa dengan penyidik Polres Pelalawan. Semestinya pelaku sudah ditahan, walaupun ke 2 orang anaknya itu tidak ditahan karena alasan masih di bawah umur.

Dengan tidak ditahannya pelaku ini, Saya atas korban (Setini Hulu) meminta kenjelasan Kapolres Pelalawan, Kapolda Riau dan Mabes Polri terkait alasan tidak ditahannya pelaku.

"Kami dari keluarga korban sangat kecewa. Maka dari itu, kiranya Kapolda Riau dan Mabes Polri turut menjelaskan kepada kami alasan itu," ujar Setini Hulu.

Semenatara itu, Kapolres Pelalawan, AKBP Kaswandi Irwan SIK Ketika persoalan ini di konfirmasikan melalui pesan WhtssApp peribadinya, berjanji akan menanyakan ke penyidik proses penanganan kasus tindak pidana 170 itu.

"Nanti saya cek ya bro, saya lagi di Jakarta atau bro langsung saja konfirmasi ke kasat reskrim agar kasat reskrim cek," kata Kapolres singkat ketika itu. (ss/ yul/hal)

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas