Headlines News :
Home » » Kasus Dugaan Pungutan Liar Biaya e-KTP di Kabupaten Pelalawan-Riau Berunjung ke Ranah Hukum

Kasus Dugaan Pungutan Liar Biaya e-KTP di Kabupaten Pelalawan-Riau Berunjung ke Ranah Hukum

Written By Harian Berantas on Wednesday, April 18, 2018 | 10:01:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Berkaitan laporan berita yang dimuat media siber riaukontras.com pada edisi Sabtu Tanggal 14 April 2018 dengan judul berita, Perekaman e-KTP di Pt Musimas yang dilakukan Pemerintah Nias Barat, diduga terjadi "pungli", akhirnya dibenarkan Felix Gulo selaku terduga pelaku kepada Wartawan di Pekanbaru-Riau , Senin (16/04/2018) siang.

 Ket: STPL kasus dugaan pemerasan dengan cara memungut biaya e-KTP
Kepada Wartawan, terduga (Felix Gulo) membenarkan kejadian peristiwa pungutan disaat perekaman e-KTP di lingkungan PT Musimas St-III di Kabupaten Pelalawan-Riau yang dilakukan oleh Disdukcapil Nias Barat pada tanggal 08 April 2018 lalu tersebut. “benar saya lakukan atas kesepakatan kami dengan masyarakat sebelum perekaman KTP, jelasnya


Dikatakannya, mengenai uang yang diminta kepada masyarakat, saya tidak paham. Akan tetapi sebelum kegiatan perekam e-KTP dilakukan, sudah pernah di umumkan kepada masyarakat Nias, bahwa ada tim dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Nias Barat akan datang ke PT. Musimas untuk melakukan perekaman e-KTP kepada Masyarakat Nias yang berdomisili di PT. Musimas St-III", ungkapnya



Dibenarkan Felix, sebelumnya, kami ada pertemuan di salahsatu tempat ibadah, pada saat itu Yohanes Gulo selaku ketua RT  dan juga sebagai ketua DPC Ikatan Masyarakat Nias (IKN) menyampaikan, bahwa berhubung adanya kedatangan tim perekam e-KTP dari Disdukcapil Nias Barat beserta dengan DPD HIMNI Provinsi Riau, bagaimana kalau kita kumpulkan dana berupa uang sebesar Rp25000 per orang, uang tersebut untuk tamu kita dan biaya transport, sneck, rokok, minuman aqua.



Pada saat itu masyarakat tidak ada yang keberatan, usul dan ide itu disetujui hingga pelaksanaan perekaman e-KTP dilakukan pada tanggal 8 April 2018, ujar Felix.



Diakui Felix, permintaan uang kepada masyarakat, bukan kemauannya sendiri melainkan dia hanya menjalankan tugas yang diberikan oleh Yohanes Gulo selaku ketua RT setempat.


Pungutan uang yang dilakukannya, tim dari Disdukcapil Nias Barat tidak mengetahui, meja Felix dengan meja perekam agak jauh jaraknya, tugas saya hanya membagikan dan membantu mengisi F1-01 dan mengumpulkan data baru dan di antar ke bagian perekam e-KTP, pungkas Felix


Yohanes Gulo selaku ketua RT didaerah setempat saat dikonfirmasi Wartawan melalui sambungan hendphon selulernya, Senin (17/04/18) siang membenarkan, "iya, benar. kami tokoh Nias yang berada di sini meminta Felix untuk menjadi ketua panitia saat perekaman e-KTP di PT Musimas pada tanggal 08 April 2018. 



Tapi perlu saya tekankan kata Yohanes, bahwa saya tidak pernah menyuruh Felix atas nama RT atau atas nama pribadi saya.

Ini kesepakatan kami beberapa tokoh masyarakat Nias yang ada disini memilih Felix sebagai ketua panitia saat itu, Felix juga menerimanya", kata Yohanes.



Terkait uang yang diterima Felix saat pendataan e-KTP di PT Musimas itu lanjut Yohanes, inisiatif kami tokoh-tokoh masyarakat Nias yang ada disini. Uang itu kami gunakan sebagai biaya transportasi, seperti sewa mobil,  kursi, meja, makan, minun dan rokok apa pun yang digunakan pada hari itu juga. 

Tak mungkin tamu, kita suruh berdiri dan duduk di lantai dan itu pun hanya secara sukarela tidak dipaksakan, sebutnya.



Sementara Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Nias Barat, Sahabati Gulo, S.Sos yang berhasil dikonfirmasi melalui WhatssAPP Wartawan mengatakan, saya tegaskan tidak ada oknum pegawai Disdukcapil Nias Barat melakukan pungutan. 

Saya sudah tanya anggota yang pergi ke Riau tidak ada mereka lakukan pungutan, tegas Sahabati Saat ditanya Wartawan, apakah pegawai Disdukcapil Nias Barat yang ada saat perekaman e-KTP di PT Musimas mengetahui kegiatan Felis Gulo saat melakukan pungutan kepada masyarakat Nias?

 "Pegawai kami yang kesana cuman 3 org (2 pr, 1lk)  dgn tugas 2 org petugas perekam dan 1 org penerima berkas,  dgn jumlah masy yg ratusan org melakukan perekaman bagaimana mungkin mereka mengetahui pungutan tsb. Dan sdr mungkin sdh melihat vidionya bahwa jelas peg kami tdk ada disekitar lokasi kejadian" jawab Sahabati.



Ketika dijelaskan media, menurut pengakuan Felix Gulo kepada wartawan bahwa uang yang di pungutnya saat itu diperuntukkan untuk panitia sebagai biaya transpor, snek, rokok, minuman aqua, bagaimana menurut pak Kadis?, "Kalau utk biaya panitia, beli snack,  beli minum sewa tempat atau kursi dll, itu bukan urusan kami. Kami kesana sesuai komitmen dgn HIMNI mereka yg mefasilitasi itu semua. 



Darimana mereka ambil dananya kami tdk tau. Sama artinya kalau tukang ojek meminta biaya antar jemput masy yg merekam, lalu apakah itu dikatakan pungli utk perekaman KTP el ? tanya Sahabati Gulo, seakan menyetujui  peristiwa saat perekaman e-KTP itu terjadi.



Berkaitan dugaan pungli anggaran perekaman e-KTP di PT Musimas St-III (08/04) lalu tersebut, akhirnya Senin (16/04), puluhan warga didampingi kuasa hukum atau PH, mendatangi Mapolres Pelalawan-Riau, melaporkan dugaan perbuatan pemerasan yang diduga dilakukan oknum kelompok tertentu itu, dengan tanda penerimaan laporan Nomor: STPL/127/IV/2018/ RIAU/RES PLWN, berikut laporan diterima penyidik, Aipda Kuswara.



Gohizatulo Giawa selaku pelapor kepada Wartawan mengatakan, kami yang datang disini 10 (sepuluh) orang lebih. Kami 3 (tiga) orang mewakili membuat laporan termasuk saya, dan kami bertiga juga sudah dibuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh polisi, sebut Gohi seperti dilansir riaukontras.com, Rabu (18/04/2018).



Gohizatulo kepada media mengatakan, pungutan yang dilakukan oleh ketua panitia Felix Gulo pada saat perekaman e-KTP di PTMusimas St-III, kami sangat dirugikan. sudah jelas-jelas pengurusan e-KTP di gratiskan, kemana tu uang di berikan, jangan manfaatkan kami disinilah, kesal Gohizatulo Giawa



Dikutip riaukontras.com dari berita ungkapriau.com bantahan Ketua Dewan Pengurus Daerah Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (DPD HIMNI) Riau, Drs. Sozifao Hia M.Si, jika tuduhan pungutan liar tersebut tidak dilakukan DPD HIMNI Riau, termasuk Disdukcapil Nisbar dan panitia.



"Ini harus diklarifikasi dan juga media yang menyebarluaskan informasi sesat tersebut. Apalagi, dalam pemberitaan-nya hanya sepihak tanpa konfirmasi kepada DPD HIMNI Riau selaku pemilik kegiatan maupun kepada Panitia," kata Sozifao Hia kepada ungkapriau.com, dilansir riaukontras.com



Terkait pernyataan Ketua DPD HIMNI Riau Sozifao Hia M.Si yang menyebutkan kepada Wartawan ungkapriau.com, adanya oknum media online memberitakan berita sesat, terkait dugaan pungli saat perekaman e-KTP di PT Musimas St-III Pangkalan Lesung seperti pernyataan yang dikutip riaukontras.com dari media online ungkapriau.com, maka timbul pertanyaan kenapa puluhan korban pungli melaporkan oknum panitia Felix Gulo tersebut ke Polres Pelalawan?.



Hingga berita ini naik, hendphon Sozifao Hia alias ama Roki saat dihubungi awak media guna konfirmasi, belum aktif. (rls/tri)

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas