Headlines News :
Home » » Polda Riau Diminta Sikat Gelper Berbau Judi di Pekanbaru

Polda Riau Diminta Sikat Gelper Berbau Judi di Pekanbaru

Written By Harian Berantas on Saturday, March 3, 2018 | 9:19:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU - Kepolisian Republik Indonesia saat ini sangat gencar dalam pemberantasan narkoba mulai tingkat pengedar kelas teri hingga kelas kakap yang bakal merusak generasi penerus bangsa. Namun moral dan masa depan generasi bangsa ini akan terusik jika kepolisian negeri ini mengabaikan perjudian yang kini berkedok Gelper (Gelanggang Permainan) yang kini diduga sudah merajalela disuatu wilayah, khususnya di wilayah kota Pekanbaru-Riau. 


Praktek perjudian berkedok Gelper (Gelanggang Permainan) ini diduga tidak sesuai dengan peruntukan izin yang diterbitkan oleh Pemkot Pekanbaru, namun sepertinya nama Gelper lebih cocok dengan nama sebutan bukan Gelanggang Permainan melainkan GELANGGANG PERJUDIAN, yang kini tumbuh bak jamur di musim hujan. 

Anehnya aparat terkait dalam hal ini pihak kepolisian diduga seperti tutup mata alias tak melihat begitu menjamur praktek perjudian berkedok Gelper ini. Padahal banyak kalangan menyebut gelper yang bertebaran di Pekanbaru jelas-jelas berunsur judi, karena voucher yang diperoleh dapat ditukar dengan rupiah.

Seperti yang dikemukakan Ketua Organisasi Pers IMO (Ikatan Media Online) Indonesia wilayah Provinsi Riau. Dari hasil pengamatannya dilapangan sangat banyak jenis judi yang teramat sulit dalam pembuktiannya, salah satunya jenis game online dan kini muncul lagi istilah gelanggang permainan yang disingkat GELPER.

"Inilah tugas dan PR kita bersama, menyikapi perjudian berkedok Gelper ini, terutama tugas penegak hukum baik Polresta Pekanbaru maupun Polda Riau untuk membasmi perjudian, sekalipun teramat sulit dalam pembuktian, justru itu kita tantang penegak hukum untuk mengungkap kebenarannya" tegas Hondro kepada awak media, Jum'at (02/02/2018) sore.

"Herannya lagi, modusnya macam-macam dan luar biasa, gelper berhadiahkan mobil, motor dan masih banyak hadiah lainnya, koinnya diduga bisa ditukar uang, ini game atau judi..?" tanya Hondro.

Yang meresahkan lagi ungkap Hondro, disalah satu gelper Doraemon beralamat di wilayah jalan Cempaka berdampingan dengan KTV c7, didalamnya jika pelanggan yang ikut bermain malah digratiskan makanan dan minuman yang terindikasi juga terdapat minuman berakohol.

"Pengaduan masyarakat yang menjadi korban yang namanya tidak ingin dipublikasi, ternyata hampir sama dengan yang kami temukan dilapangan, dan izin yang dimilikinya cuma izin usaha permainan alias izin game online," Gumam Ketua IMO Riau ini.

Menurutnya (Hondro) lagi, rencananya dalam waktu dekat IMO-Riau akan melakukan audensi kepihak aparat hukum setempat, baik ke Polresta Pekanbaru maupun Polda Riau, selain dalam bentuk silaturrahmi, IMO-Riau rencananya akan membahas permasalahan judi berkedok Gelper yang tumbuh dan berkembang di wilayah Pekanbaru.

"Permasalahan ini sudah kita informasikan melalui WhatsApp pak Edi Sumardi selaku Wakapolresta, melalui wakil Sekretaris IMO-Indonesia Riau, namun beliau mengarahkan permasalahan ke Kapolresta, makanya kita akan lakukan audensi untuk membahas permasalahan ini," ungkap Hondro.

Selain itu lanjut Hondro, "Saya juga akan melaporkan masalah ini pada Ketua Umum IMO-Indonesia di Jakarta, agar persoalan perjudian skala besar didaerah kota Pekanbaru tersebut  menjadi perbincangan pada tingkat Nasional. Sekali lagi kita sangat berharap agar para Owner media se-Indonesia menyajikan pemberitaan terkait perjudian ini, kita serahkan komandonya kepada Ketum IMO-Indonesia, karna ini menyangkut negeri yang mayoritas agamis," tutup Hondro.

Terkait hali ini, awak media berusaha meminta keterangan kepada Manager Gelper yang bernama Doraemon berinisial (RK), tidak mendapat jawaban, ironisnya (RK) malah merijek no hp dari awak media yang menghubunginya, sehingga belum dapat dimuat penjelasan dari pihak game judi berkedok Gelper dimaksud.

Selain Doraemon, ada lagi dua titik di Jalan Riau. Satu ditangani oleh pria Tionghoa inisial JK, kemudian Super Star milik Acin Dumai, Terminal 8, Rp komplek RBC serta tempat lainnya'yang belum terdeteksi secara faktual. (Red)

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas