Headlines News :
Home » » Masyarakat Nias Merasa Dirugikan Terkait Pernyataan Sozifao “4yo Ono Niha” Dukung Andi-Suyatno Jadi Gubri dan Wagubri

Masyarakat Nias Merasa Dirugikan Terkait Pernyataan Sozifao “4yo Ono Niha” Dukung Andi-Suyatno Jadi Gubri dan Wagubri

Written By Harian Berantas on Saturday, March 31, 2018 | 2:16:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Pernyataan Sozifao Hia alias ama Roki yang mengklaim telah mendapat kepercayaan dari masyarakat asal Nias Riau menjadi ketua Relawan 4yo Ono Niha dalam hal memenangkan pasangan calon (Paslon) Gubernur Riau dan Wakil Gubernur Riau, Arsyadjuliandi R-Suyatno  pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang, masyarakat Nias-Riau merasa keberatan dan dirugikan. 




Pengukuhan Relawan 4yo Ono Niha dalam hal memenangkan Paslon No 4 pada 27 Juni 2018 (dok. Riaubangkit.com)
Pasalnya, ajakan Sozifao Hia “4yo Ono Niha (Mari Suku Nias)” bersemangat untuk mendukung Andi Rachman dan Suyatno menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Riau 2019-2024, dinilai telah membawa suku suku Nias (ke arena politik.
  
“Bapak dan Ibu Ayo Ono Niha, perlu pemahaman bersama bahwa Relawan Ono Niha adalah komunitas Ono Niha yang dengan senang hati, tanpa paksaan, bersemangat untuk mendukung Andi Rahman dan Suyatno menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Riau 2019-2024” cuitan Sozifao Hia alias Ama Roki yang dikutip Harian Berantas di akun Zega Faigizaro.

Sozifao Hia alias Ama Roki dalam cuitannya mengartikan, Ayo adalah singkatan nama dari Arsyadjuliandi Rachman dan Suyatno…BUKAN AINE. Sementara Ono Niha adalah orang Nias, suku Nias.

“Jadi Relawan Ayo Ono Niha adalah Komunitas Ono Niha yang rela mendukung Ayo (Andi Rachman dan Suyatno) jadi Gubernur dan Wakil Gubernur” ajak Sozifao.

Sikap pernyataan Sozifao Hia alias ama Roki diatas yang saat ini viral di media sosial (Medsos), mendapat sorotan tajam dari berbagai masyarakat Nias, termasuk para tokoh tertua warga masyarakat Nias yang ada Riau. 

“Kok begitu kali Sozifao, Ama Roki Hia itu ya? dia itu siapa dan asal kampungnya dari mana?. lagian Sozifao mendirikan relawan atas nama Ono Niha (Orang Nias) mendukung salah Paslon Gubri dan Wagubri itu, mandatnya diberi oleh siapa?”, kesal marga Hia alias Ama Pianus, warga asal Nias Selatan yang berdomisili di Pekanbaru-Riau sejak tahun 1981 silam itu.

Dikatakannya, atasnama Ono Niha (Suku Nias), tak ada guna dikaitkan ke arena politik apalagi mendukung salah satu calon yang belum tentu dikehendaki Allah sebagai pemimpin selama 5 tahun kedepan. 

Sebab resiko dukungan yang mengatasnamakan suku secara sepihak kepada salah satu Paslon itu amat besar dan merugikan. Masa  depan warga orang kita Nias secara umum di Riau ini itulah yang terpenting dipikirkan saudara Hia ama Roki, bukan kepentingan pribadi atau golongan, kata Hia alias ama Pianus berharap.

Ditambahkannya, jika Ama Roki atau Sozifao Hia punya niat untuk mendukung salah satu Paslon Gubri dan Wakil Gubernur Riau pada bulan Juni 2018 mendatang, cukup mengatasnama prbibadi atau organisasi yang dibawahi-nya saja, bukan menjual nama suku dengan ajakan Relawan “Ayo Ono Niha” (Mari Orang Nias).

Sebab ditengah musim tahun politik 2018 di Provinsi Riau, terdiri dari empat (4) Cagubri dan Cawagubri yaitu, calon ketentuan urut pertama dipimpin oleh Bapak Syamsuar-Edi Nasution, urut kedua, Bapak Lukman Edi-Hardianto. Ketiga, Bapak Firdaus-Rusli Effendi, dan calon posisi nmor urut keempat, Bapak Arsyadjuliandi R-Suyatno yang merupakan jagoan Ama Roki dan kelompoknya, bukan jagoan secara umum orang kita Nias (Ono Niha-Riau).

Namun, keempat Cagubri dan Cagubri tersebut, merupakan sahabat kita semua Ono Niha tanpa terkecuali di Provinsi Riau. Jadi, Sozifao Hia alias Ama Roki harus minta maaf kepada seluruh warga Nias, dan diminta agar mencabut pernyataannya yang mengatasnamakan Relawan Ayo Ono Niha (Mari Orang Nias) untuk mendukung Arsyadjuliandi R-Suyatno menjadi Gubernur Riau dan Wakil Gubernur Riau 2019-2023, tegas Hia alias Ama Pianus.

Warga Nias Riau yang lain juga menyesalin sikap Sozifao Hia alias Ama Roki mendukung salah satu Paslon (Arsyadjuliandi R-Suyatno) dengan mengatasnamakan Relawan Ayo Ono Niha (Mari Orang Nias) tersebut.

Fag Zega alias Ama Worato yang merupakan salah satu tokoh warga Nias tertua di Provinsi Riau kepada awak media, mengatakan iri, dengki hati, buruk sangka, ditambah tidak pernah belajar dan membaca memang akan selalu menghasilkan kesesatan. 

Hal itu ditujukannya terkait statemen-nya Ama Roki yang viral di medsos baru-baru ini mendukung salah satu Palson Gubernur Riau dan Wakil Gubernur Riau tahun 2019-2023, yang mengatasnamakan Relawan Ono Niha. 

Sozifao Hia alias Ama Roki dan kelompoknya, lanjutnya, telah melukai hati masyarakat Nias, dengan menjual nama Suku Nias, hanya demi kepentingan tertentu dan cari nama.

Kita masyarakat suku Nias tanpa terkecuali, sangat menyayangkan sikap keterlaluannya mereka Sozifao alias ama Roki yang ditunjukkan dalam mendukung salah satu Paslon Cagub/Cawagub di Provinsi Riau tahun 2018 ini, tanpa ada musyawarah dari tokoh masyarakat Nias di Pekanbaru-Riau dan sekitarnya.

Sozifao Hia alias Ama Roki yang berdomisil diwilayah daerah Pelalawan itu, seharusnya profesional dan berpikiran kedewasaan, untuk tidak mengaitkan atau membawa nama suku  Ono Niha (Orang Nias) ke arena politik untuk memenangkan Paslon Gubri/ Wagubri pada bulan Juni 2018 mendatang.

Ditegaskan Fag Zega, dia Sozifao Hia alias Ama Roki, bukanlah balugu (raja) asal Kepnis yang diutus di Provinsi Riau ini. Sebab, di Kepnis saja, yang namanya relawan dalam berdemokrasi, tidak pernah ada relawan yang mengatasnamakan relawan Ono Niha atau Orang Nias.

Lantas pertanyaan, kewenangan Sozifao Hia mendirikan relawan Ono Niha yang dijadikan alat sebagai dukungan untuk memenangkan salah satu Paslon, mandatnya dari mana dan atas musyawarah siapa? kata Fag Zega sembari meminta agar Sozifao Hia segera manyampaikan permohonan maafnya ke seluruh masyarakat Nias-Riau.

Sikap kurang berwibawa Sozifao Hia yang mengatasnamakan relawan Ono Niha (Orang Nias) itu, benar-benar berbuntut panjang. Di internal suku Nias Riau saat ini, Sozifao Hia mendapat sorotan. “Kita semua menyayangkan ini,” katanya.

”Terus terang kita semua kaget, karena yang dilakukan mereka bertentangan dengan kesukuan, khususnya orang kita suku Nias yang ada di Provinsi Riau secara umum,” katanya.

Ono Niha (Suku Nias) Riau, pantas was-was karena pernyataan yang saat viral di media sosial (medsos). Selagi sikap pemikiran yang kurang berwibawa yang ditunjukkan Sozifao Hia itu tidak dirubah, dan Sozifao Hia tidak bertaubat, kita orang Nias Riau sulit bersatu untuk mencapai kebersamaan.

Lebih lanjut Fag Zega, mengatakan, Arsyadjuliandi R-Suyatno yang merupakan Cagubri dan Cawagubri dalam kasus sikap Sozifao Hia ini, bisa saja tak mendapat simpati dari masyarakat, terutama kalangan masyarakat Nias Riau sebagai salah satu diantara suku terbesar di Provinsi Riau. Padahal mereka sangat berkepentingan untuk meraup suara sebanyak-banyaknya dari berbagai kalangan.

Selain itu, sikap yang ditunjukkan oknum orang Nias (Sojifao Hia) itu juga bisa dianggap sebagai sikap mancari simpatisa nama pribadi dan golongan tertentu saja. Apalagi Sozifao Hia ditengah masyarakat Nias Riau, seperti “pahlawan kesiangan”. 

Jika benar dia Sozifao Hia sebagai relawan yang mengatasnamakan Relawan Ono Niha (Suku Nias), tentu Sozifao alias Ama Roki Hia salah alamat. Pasalnya, pernyataan dukungan kepada salah satu Paslon itu dilakukan secara sepihak yang mengatasnamakan suku itu tadi, bukan atas musyawarah bersama dari masyarakat Nias Riau, pungkasnya.

Sementara itu, salah satu tokoh pemuda Nias Riau, Arisman Zebua saat mengetahui sikap Sozifao Hia yang viral di medsos dengan cuitan Ayo adalah singkatan nama dari Arsyadjuliandi Rachman dan Suyatno…BUKAN AINE. Sementara Ono Niha adalah orang Nias, suku Nias, mengaku geram dan meminta Sozifao menyampaikan permohonan maaf juga.  

”Kita kasih waktu 2×24 jam untuk minta maaf,” kata pemuda Nias Riau asal Nisut. Arisman Zebua telah membaca ucapan Sozifao Hia yang dikutip di WahtassApp yang disebar di media sosial (medsos) itu. Jika tidak ada iktikad baik dari Sozifao Hia, dia akan membawa persoalan ini dihadapan para tokoh masyarakat Nias tertua lainnya di Riau sebagai bahan pertimbangan. 

Pemuda Nias Riau asal Nias Utara itu mengatakan, pernyataan Sozifao Hia yang mengatasnamakan Relawan Ono Niha sangat tendensius dan ngawur. Sebab atas nama relawan Ono Niha (Orang Nias) yang dijadikan alat oleh Sozifao dalam mendukung salah satu Paslon Cagubri dan Cawagubri, bukan melalui rangkaian aturan masyawarah dari para tokoh tertua maupun pemuda/i masyarakat Nias Riau.

“Sozifao Hia jangan sembarangan mengaitkat atau membawa suku ke ranah politik, karena itu tidak berwibawa, ber-etika, dan bisa menyinggung para kandit yang lain” ucapnya.

Dia berencana akan mencari Ama Roki atau Sozifao Hia untuk klarifikasi langsung. Baginya, hal seperti nama suku tak boleh ditarik ke ranah politik, karena dapat menimbulkan hal tidak baik, lebih-lebih masyarakat Nias yang ada diseluruh daerah di Provinsi Riau, pungkasnya. Hingga berita polemik pernyataan Sozifao Hia ini terpublikasi awak media, hendphon pribadi (Sozifao) saat dihubungi Wartawan, Sabtu (31/03/2018) belum aktif. (Karmila/Tri)

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas