Headlines News :
Home » » Kepentingan Anggota DPRD Noviwaldi Jusman Dibalik Pengeboran Minyak di Rumbai Bukit Pekanbaru Dipertanyakan

Kepentingan Anggota DPRD Noviwaldi Jusman Dibalik Pengeboran Minyak di Rumbai Bukit Pekanbaru Dipertanyakan

Written By Harian Berantas on Sunday, March 11, 2018 | 11:05:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Indikasi ganti rugi lahan milik warga Kelurahan Rumbai Bukit Kecamatan Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru-Riau yang diduga digorgoti perusahaan PT Northen Yamano Technology Oil Resources East Pamai yang didalamnya terkesan ada kepentingan para oknum wakil rakyat di DPRD Riau, Noviwaldi Jusman, semakin hangat diperbincangkan.

Dimana Noviwaldi Jusman yang dipercaya sebagai wakil rakyat di DPRD Riau itu, terkesan tidak memihak pada rakyat yang selama ini diabaikan oleh pelaku usaha PT Northen Yamano Technology Oil Resources East Pamai.

“Jangan ganggu-ganggu Rumbai...kami warga banyak susah menganggur. Ganti rugi mana yang belum...? ajukan ke SKK Migas... setahu saya sudah semua.. atau laporkan ke DPRD biar dipelajari. Bawa sertifikatnya”, ucap Wakil Ketua DPRD Riau, Noviwaldi Jusman, kepada ketua IMO-Indonesia wilayah Riau, S Hondro, seperti dilansir sejumlah media.

Sementara, anggota komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Erna, yang melihat secara langsung bukti ketidak jelasnya ganti rugi lahan warga dari SKK Migas maupun PT Northen Yamano Technology Oil Resources East Pamai selaku pelaku pengebor minyak dibawah tanah itu, cukup prihatin.

Itu sudah menyalahi aturan, belum terjadi ganti rugi kepada masyarakat kenapa langsung main bor? Apalagi masyarakat cukup dekat dengan pengeboran minyak itu. Saya menduga ada permainan ini, saya akan rapatkan hal ini bersama ketua komisi, dan memanggil Camat, Lurah, dan pihak SKK Migas maupun PT Northen Yamano Technology Oil Resources East Pamai itu, tegas Erna.

Kecaman serupa, juga disuarakan Ketua Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPNRI) Dedi Syahputra, "Kalau memang seperti itu yang terjadi, pihak PT Noten dan SKK Migas dapat dituntut secara pidana” ujarnya.

Itu PT Noten dan SKK Migas, kata Dedi, sudah menabrak aturan. Dimana seharusnya, mereka harus menyelesaikan ganti rugi pelepasan lahan masyarakat terlebih dahulu, baru aktivitas pengeboran minyak dibawah tanah itu dilakukan, tegas Dedi Syahputra.

Ditambahkan Dedi, "Pihak PT Noten Dan SKK Migas kita tuntut menyelesaikan ganti rugi lahan milik masyarakat yang keberdaannya cukup dekat dengan lokasi pengeboran minyak tersebut. Saya siapkan menurunkan anggota LPPNRI melihat secara langsung kejadian yang di alami masyarakat Rumbai Bukit Kecamatan Rumbai tersebut.

Apabila PT Northen tidak segera melakukan ganti rugi kepada warga, maka kita tidak segan-segan untuk memberhentikan aktifitas pengeboran minyak itu" tegasnya lagi.

Menyikapi pernyataan Noviwaldi Jusman selaku wakil rakyat di DPRD Provinsi Riau, yang kontorversial di media massa belakangan ini, seakan punya kepentingan pribadi dalam aktivitas pengeboran minyak diwilayah Rumbai Bukit Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru tersebut.

Kecurigaan adanya kepentingan probadi oknum anggota DPRD Riau Noviwaldi Jusman, terungkap ketika wartawan media ini konfirmasi melalui pesan WhatsApp pribadinya mengatakan, "siapa yang ganggung harapan warga Rumbai akan saya hadapi".

Namun Aneh bin Ajaib sang wakil rakyat itu menuding pernyataan yang keluar dari mulutnya sendiri melalui WhatssApp dipelintir media atau Wartawan. “Gak mau komen..saya gak punya media..nanti diplintir plintir..”ucap Noviwaldi Jusman ketika dihubungi wartawan ini melalui telpon selulernya.

Saat maksud bahasa ucapan mulutnya Noviwaldi Jusman “diplintir media” ditanya Harianberantas mengatakan, “Bolehkah saya nggak mau komen? jawab Noviwaldi Jusman itu lagi, Sabtu (10/03/2018) malam. (Tri).
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas