Headlines News :
Home » » Judi Online di Pekanbaru-Riau Makin Okey, LPPNRI Minta Polda Riau Segera Tangkap Pelaku

Judi Online di Pekanbaru-Riau Makin Okey, LPPNRI Minta Polda Riau Segera Tangkap Pelaku

Written By Harian Berantas on Friday, March 9, 2018 | 6:32:00 PM


HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPNRI), minta aparat Kepolisian Daerah (Polda) Riau segera menangkap otak dan pelaku perjudian yang berkedok gelanggang permainan elektronik (gelper) yang kian bertebaran di kota Pekanbaru-Riau.

 Ketua DPP LPPNRI Propinsi Riau Dedi Syahputra
Demikian ditegaskan Ketua DPP LPPNRI Propinsi Riau, Dedi Syahputra, kepada sejumlah media dikantornya Komplek Damai Langgeng Rabu (8/3/18) kemaren, minta Kapolda Riau agar segera menutup tempat-tempat perjudian tersebut pada khususnya seluruh gelanggang permainan elektronik (gelper) di kota Pekanbaru.

"Ini Kota Pekanbaru adalah Kota Madani, untuk itu kalau masih ada tempat-tempat perjudian dikota ini maka kurang layaklah disebut kota Pekanbaru adalah kota Madani,  kita meminta kepada Kapolda Riau untuk segera menutup dan menangkap pelaku gelper yang merajalela di Kota Pekanbaru ini. " pinta Dedi berharap.

Dikatakan Dedi, "masalah maraknya perjudian di tempat permainan elektronik (gelper) diberbagai sudut kota wilayah Pekanbaru ini, juga telah menjadi konsumsi pemberitaan media massa beberapa hari terakhir. Namun sikap Wakapolresta AKBP Edy Sumardi, cukup disayangkan,  karena melakukan intervensi terhadap hasi pemberitaan media,” ujar Dedi

Sebaiknya sambung Dedi, dengan adanya informasi melalui pemberitaan di media massa terkait gelper ini, semestinya tindakan yang diambil oleh aparat penegak hukum, bukan justeru terbalik media Pers yang diintervensi." kesalnya.

Wakapolresta Pekanbaru, AKBP Edy Sumardi, saat hendak dikonfirmasi media, (8/3/2018), belum bisa ditemui. “Bapak lagi rapat tidak bisa jumpai, silahkan konfirmasi melalui humas Polresta Pekanbaru Iptu Polius, kata ajudan, Zai.

Sementara, Iptu Polius, saat dihubungi media mengatakan, "Dari tadi saya tunggu-tunggu, ujarnya sambil mengarahkan media untuk konfirmasi dengan Kasat Reskrim setelah dokumen data ditemukannya. Namun sampai berita ini naik, kabar yang berarti dari Polresta Pekanbaru masih dinanti media.

Untuk diketahui, sejumlah gelanggang permainan (gelper) di berbagai sudut kota Pekanbaru, terindikasi beraroma praktek perjudian. Namun arena dugaan perjudian tersebut, terkesan tak tersentuh oleh hukum, berikut kronologisnya:

    Permainan adu nasib, “Permainan mesin gelper di Pekanbaru hanya mengandalkan mesin-mesin judi jackpot. Para pemain bebas bermain menggunakan koin tanpa harus menggunakan keterampilan. Pemain hanya menekan-nekan tombol di mesin jackpot untuk mendapatkan poin. Kemudian poin tersebut ditukar dengan hadiah bahkan uang”.

2.     Melanggar Pasal 303 KUHP, “Dalam Pasal 303 KUHPidana permainan judi itu bersifat untung-untungan atau sama halnya dengan adu nasib. Pemain tidak butuh keterampilan dalam bermain”.

Pemain yang menang hanya faktor dari kebetulan bukan merupakan keterampilan si pemain. Jadi siapapun yang baru main ada kemungkinan menang dan kalah. Termasuk taruhan di dalamnya menjadi salah satu bukti gelper merupakan ajang judi. Berkedok game zone.

Arena judi gelper di Pekanbaru Kota Madani tersebut kerap berkedok game zone anak-anak. Di depan lokasi yang biasa berada di mal atau di ruko-ruko kerap dipajang stiker permainan anak-anak. Bahkan di depannya terkadang diletakkan permainan jenis odong-odong. Ini sangat merusak generasi bangsa Koin bisa ditukar uang.

Beberapa arena gelper bisa menukarkan poin mesin jackpot dengan uang atau semacam hadiah lainnya. Bagi pemenang yang sudah biasa bermain biasanya menukarkan poin itu dengan hadiah atau uang. Kerap buka terang-terangan.

Kendati izin gelper itu adalah berupa permainan anak-anak namun izin itu disalahgunakan menjadi arena perjudian. Lemahnya pengawasan dari Pemko Pekanbaru membuat arena judi itu terus tumbuh subur. 

Di Perda Kepariwisataan, gelper ini cuma diizinkan di kawasan wisata tertentu. Namun belakangan sudah merambah ke kawasan pemukiman penduduk. (Trini/IMO)

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas