Headlines News :
Home » » Gawat, PT RPJ "Lecehkan" DPRD Inhu

Gawat, PT RPJ "Lecehkan" DPRD Inhu

Written By Harian Berantas on Wednesday, March 7, 2018 | 9:37:00 AM

HARIANBERANTAS, INHU - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri hulu (Inhu), Miswanto SE melalui Ketua Komisi II DPRD Inhu, Nopriadi SH, merasa kecewa atas ketidakhadiran pihak management PT Runggu Prima Jaya (PT.RPJ) dalam undangan rapat hearing dengan Komisi II DPRD Inhu. 


Bagaimana tidak, sesuai jadwal agenda rapat hearing yang sudah ditetapkan bahwa, Senin (05/03/2018), akan digelar rapat hearing dengar pendapat (RDP) antara PT. RPJ dengan Komisi II DPRD Inhu, serta pihak-pihak lain yang terkait. Namun, tidak ada satu pun perwakilan dari pihak management PT. RPJ yang hadir dalam acara rapat hearing tersebut. Sehingga rapat hearing itu harus ditunda pekan depan.

Meski demikian, rapat dengar pendapat tetap berjalan dibuka oleh Ketua DPRD Miswanto selanjutnya dipimpin oleh Ketua Komisi II DPRD Inhu Nopriadi SH.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu ( DPMP-TSP) Inhu, Suseno Adji, Kabag Hukum, Dewi Kariyanti, Kabag Pertanahan, R. Fachrurozi S. Sos, Camat Batang Peranap, Watno S.Sos, Kepala Tata Usaha (KTU) UPT KPH Indragiri Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Prov. Riau, H. Eka Putra dan Boy Richard serta sejumlah anggota Komisi II lainya.

Hamdani, anggota Komisi II DPRD Inhu mengatakan, bahwa lahan PT. RPJ ada seluas 3.500 Hektar sebahagian besar berada di Desa Pesajian Kecamatan Batang Peranap dan Desa Pauh Ranap Kecamatan Peranap, Kab. Inhu. "Sayangnya lahan yang seluas 3.500 Hektar tersebut tidak mengantongi izin sama sekali. Tapi, mereka berlindung di balik salah satu koperasi yang konon informasinya juga "abal-abal" ucapnya.

Berdasarkan informasi bahwa PT. RPJ tersebut sudah pernah berupaya mengurus izin namun ditolak. Karena lahan yang mereka mohonkan tersebut masih berada dalam kawasan hutan lindung (HL) Bukit Betabuh. Saat ini, kondisi lahan kawasan hutan tersebut sudah berubah fungsi menjadi lahan perkebunan kelapa sawit yang sudah puluhan tahun panen."Saya meminta kepada Sekretariat DPRD Inhu untuk mengundang Dinas Koperasi UMKM Inhu," pintanya.

Sementara, H. Eka Putra yang mewakili Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau mengatakan, bahwa kegiatan PT. RPJ ini sudah dimulai pada tahun 2007 silam. Namun, izinnya baru diurus pada tahun 2011. 

"Dari hasil investigasi yang dilakukan bahwa PT. RPJ memiliki lahan dengan cara membeli lahan dari masyarakat sekitar yang diduga oknum Kepala Desa ( Kades ) pada masa itu terlibat dalam penjualan lahan tersebut," kata Eka Putra, sembara menambahkan jika PT. RPJ tersebut sudah berubah nama menjadi PT. Mulia Agro Lestari (PT.MAL).

Camat Batang Peranap, Watno S.Sos mengatakan, bahwa kegiatan PT. MAL dalam hal penguasaan lahan kawasan hutan lindung(HL) Bukit Betabuh yang sudah berubah fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit itu berlindung di bawah salah satu koperasi yang namanya Koperasi Tani Sawit Mulia Lestari yang diketuai oleh J. Purba sekaligus manager di PT. MAL yang menggantikan Almarhum Haloho. 

"Kenyataanya PT. MAL menyewa alat berat kepada PT. RPJ yang tujuannya agar seakan akan perkebunan kelapa sawit tersebut miliknya," bebernya.

Ketua Komisi II DPRD Inhu, Nopriadi SH menegaskan, bahwa rapat hearing dengar pendapat ini akan kita lanjutkan minggu depan dengan menghadirkan Dinas Koperasi UMKM Inhu, Ketua Koperasi Tani Sawit Mulia Lestari, PT. MAL dan Camat Peranap.

"Apapun alasanya permasalahan ini tetap diselesaikan, karena, bagaimana bisa sebuah perusahaan di wilayah daerah Kabupaten Inhu ini dengan seenaknya membabat hutan yang dilindungi negara. Kita tidak melarang para pengusaha berinvestasi di Inhu ini. Tapi, ikutilah aturan main yang sudah ada dalam aturan perundang undangan," pungkasnya. (L Manurung)

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas