Headlines News :
Home » » Wei--! HPN 2018 Berpolitik, FPII Sayangkan Sikap Ketum PWI Kampanyekan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Mendatang

Wei--! HPN 2018 Berpolitik, FPII Sayangkan Sikap Ketum PWI Kampanyekan Jokowi Untuk Pilpres 2019 Mendatang

Written By Harian Berantas on Saturday, February 10, 2018 | 7:47:00 PM

HARIANBERANTAS, JAKARTA- Pantas saja pada kepemerintahan Presiden, Joko Widodo (Jokowi) selama ini, ada banyak Wartawan/Jurnalis yang sulit mendapatkan kebenaran kepastian hukum akibat tindakan kekerasan, diskriminasi hukum, termasuk undang-undang tugas pokok Pers Nomor 40 Tahun 1999 yang semakin dikebiri, karena undang-undang Pers itu dicampur adukan demi kepentingan politik.

Betapa tidak, penyelenggaraan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2018 ini yang di pusatkan di kawasan Danau Cimpago Kota Padang Provinsi Sumatra Barat, (09/02/2018), masyarakat Pers Nasional Indonesia dibuat terkejut dengan pemberitaan media mainstream nasional terkait pernyataan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Margiono yang mengajak masyarakat Sumatera Barat memilih Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang.

Ajakan itu disampaikan Margiono saat pidato pembukaan Acara Hari Pers Nasional. Artinya, bisa juga diartikan jika Margiono melakukan kampanye terselubung di acara yang secara khusus di dedikasikan bagi Warga Pers dan Jurnalisme Indonesia, padahal masih banyak persoalan yang membelit dunia Jurnalis di Indonesia.

“Seharusnya Ketum PWI dapat menjaga marwah Organisasi Pers untuk tetap bersikap netral dan independen,” jelas Ketua Presidium Forum Pers Independent Indonesia, Kasihhati dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (10/2/2018).

Menurut Kasihhati, seruan atau ajakan untuk memilih Presiden di Pilpres 2019 nanti tidak pantas dibicarakan di ajang sepenting Hari Pers Nasional, sebab sudah jelas apa itu tupoksi Pers? Jadi tidak seharusnya ada kampanye terselubung di HPN 2018.

“Masih banyak persoalan yang menimpa Jurnalis seperti kesejahteraan dan perlindungan terhadap Jurnalis dari tindak kekerasan yang kerap terjadi, atau adanya kriminalisasi terhadap jurnalis yang seharusnya itu lebih diperhatikan Margiono di HPN,” terang Kasihhati.

“Jadi jelas, Margiono telah keluar dari Marwah Pers, itu yang kami sayangkan. Jangan sampai nanti orang berpikir bahwa PWI sudah diarahkan ke Gerbong politik Jokowi. Saya kira ini langkah mundur Margiono,” tutup Kasihhati. (hani jamil/soz)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas