Headlines News :
Home » » Unjuk Rasa di Kantor PUPR Kampar, LSM Penjara Minta Afdal Dicopot Dari Jabatannya

Unjuk Rasa di Kantor PUPR Kampar, LSM Penjara Minta Afdal Dicopot Dari Jabatannya

Written By Harian Berantas on Thursday, February 8, 2018 | 6:09:00 AM

HARIANBERANTAS, BANGKINANG- Puluhan massa dari aktivis LSM Penjara Kabupaten Kampar-Riau, minta Bupati Kampar Azis Zainal, mencopot Kepala Dinas PUPR Kampar, Afdal yang terkesan tidak mampu dan gagal menjadi kepala dinas di Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) PUPR Kampar, Rabu (7/2/2018).

Penanggunjawab aksi, Rudi, dalam rasinya, menyampaikan agar Afdal selaku Kadis PUPR Kampar, disinyalir telah mengkangkangi undang-undang Nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik atau KIP .

Menurut Rudi setiap kinerja aparatur negara mengutuk keras kinerja Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Kampar dan massa mendesak Bupati untuk segera mencopot (Afdal) dari jabatannya.

Massa LSM Penjara mengindikasi adanya penyimpangan pengadaan dan pemasangan lampu dan kursi di stadion Tuanku Tambusai Bangkinang yang menghabiskan anggaran APBD Kampar Rp.2.489.988.000.

Selain itu, massa menyuarakan dugaan penyimpangan terhadap pembangunan jalan di Desa Kuapan Kecamatan Tambang, (Aspal I KM) dengan nilai anggaran sebesar Rp1.850.224.434,00.-

Kemudian dugaan penyimpangan terhadap pembangunan lanjutan gedung Pramuka dengan pagu dana sesuai yang tercantum pada merk kegiatan proyek, sebesar Rp1.217.910.000,00, dan selanjutnya dugaan penyimpangan dana APBD tahun 2017 terhadap proses pembangunan rumah tahanan (Rutan) Polres Kampar sebesar Rp1.575.296.000,00 atau Rp1,5 miliar lebih.

Berikutnya lagi, mengenai kegiatan pengadaan dan pemasangan lampu dan kursi stadion Tuanku Tambusai yang menelan APBD Kabupaten Kampar sebesar Rp2. 489. 988.000,00,- yang diduga telah terjadi mark up anggaran sehingga merugikan keuangan negara dalam hal itu Pemdakab Kampar itu sendiri.

Ditegaskan pengunjuk rasa, jika Bupati Kampar Aziz Zaenal tidak mampu mengambil sikap atas persoalan ini. Maka LSM PENJARA akan kembali melanjutkan aksi unjuk rasa yang lebih besar lagi di Kejaksaan Tinggi Riau dan Mapolda Riau.

Hingga berita aksi damai LSM Penjara di Kantor PUPR Kampar ini terekspos Harian Berantas, henphon Bupati Kampar Aziz Zaenal saat dihubungi guna kofirmasi, tak aktif. Demikian hendphon pribadinya   Kadis PUPR Kampar, Afdal, saat dihubungi sudah tak aktif lagi.

Selain itu, penanggungjawab aksi damai dari LSM Penjara, Rudi Hartono, kepada Redaksi Harian Berantas di Pekanbaru-Riau, Rabu (07/02/2018) malam menegaskan, akan melaporkan salah satu yang mengaku tokoh muda Kampar yaitu, Budi Hendra, SE ke pihak Kepolisian, karena bersangkutan melalui salah satu berita media online lokal, memberikan pernyataan bohong dan menghina pengunjuk rasa (LSM).

“Mengenai pernyataan yang mengaku sebagai tokoh muda Kampar, bernama Budi Hendra dimedia itu, akan kami laporkan kepihak Kepolisian, karena bersangkutan di media online auramedia.co telah memberikan pernyataan bohong dan penghinaan terkait aksi yang kami lakukan siang tadi” kata Rudi.

Pada intinya jelas Rudi, pernyataan Budi Hendra itu di media online auramedia.co pernyataan penghinaan yang dapat dirumuskan dalam pelanggaran Pasal 310 Jo 311 KUH Pidana dan UU ITE. 

Kesimpulannya, besok hari setelah kami dari LSM Penjara wilayah Kabupaten Kampar melakukan rapat tertutup, untuk mengambil langkah melaporkan tindakan bersangkutan sebagaimana rumusan pelanggaran undang-undang ITE dan KUH Pidana lainnya. tegas Rudi. ***(Trini)


Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas