Headlines News :
Home » » Tidak Senang di Beritakan “LSM Tipikor, Diky Zulkarnaen Peminta Duit di Sekolah Pernah Saya Hadapkan ke-Penyidik KPK RI”. Ahyu Suhendra “Kok Seperti Itu Isi Beritanya Pak Anas?"

Tidak Senang di Beritakan “LSM Tipikor, Diky Zulkarnaen Peminta Duit di Sekolah Pernah Saya Hadapkan ke-Penyidik KPK RI”. Ahyu Suhendra “Kok Seperti Itu Isi Beritanya Pak Anas?"

Written By Harian Berantas on Tuesday, February 13, 2018 | 11:46:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Diberitakan Kasus dugaan Pencemaran nama baik salahsatu aktivis anti korupsi dengan judul “Ahyu Suhendra: LSM Tipikor, Dicky Zulkarnaen Peminta-Minta Uang di Sekolah, Pernah Saya Hadapkan Ke-Penyidik KPK RI, membuat Ahyu Hendra kebakaran jenggot. Namun tak henti-hentinya Ahyu Hendra ini, melakukan pencemaran nama baik aktivis anti korupsi di Indonesia.
Saat Wartawan dan LSM KPK Meminta Klarifikasi Sekdisdikbud yang Memfitnah Aktivis LSM dan Daftar Nama-nama Meubeleir.

Pasalnya, setelah di publikasikan pernyataannya yang di sampaikan Ahyu Hendra di hadapan sejumlah wartawan diruang kerjanya, senin, (05/02/2018) lalu, membuatnya semakin kebakaran jenggot dan menudung pimpinan media ini yang juga sebagai aktivis anti korupsi di indonesia dari Lsm Komunitas Pemberantas Korupsi  B. Anas sebagai meminta uang ke kontraktor.

Ahyu Hendra mengatakan, “kok seperti itu beritanya pak anas? Sedangkan bapak meminta uang ke kontraktor”  Kata Ahyu Hendra melalui via handponenya, Selasa, (13/02/2018) malam.

Menanggapi pernyataan Ahyu Hendra, B. Anas membantah adanya pernyataan Ahyu tersebut.

Menurut Anas, saya tegaskan sekali lagi bahwa tidak pernah menerima atau meminta uang ke kontraktor Pengadaan Meubelair di Sekolah SMK Rakit Kulim inhu-riau itu. Jangankan saya menerima uang, sedangkan biaya kopi kami saja pada saat itu saya yang bayar kok. Dan memang kontraktornya menyodorkan amplop tapi saya tolak, karena bukan uang yang kita minta tetapi dokumen pengadaan proyek tersebut.

“Ya, apa yang dikatakan Sekdisdik riau Ahyu Hendra itu, merupakan “Fitnah”. Uang kopi kami saja saya yang bayar kok. Darimana ceitanya saya menerima uang? Tanya anas dengan kesal.

“Terkait tuduhan Ahyu Hendra melalui Handponenya barusan, akan kita mintai pertanggung jawaban hukumnya” Tegas b.anas. 

Lebih jauh B. Anas menjelaskan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi riau patut di curigai. Sebab dugaan korupsi proyek pengadaan meubelair sekolah SMK Rakit Kulim Kabupaten Inhu yang bersumber dari APBD Provinsi Riau TA. 2017, dengan nilai kontrak sebesar Rp 520.700.000,-melalui satuan kerja (Satker) Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau yang dikerjakan oleh CV Nyiur Nusantara Permai yang beralamat di jalan Aski Aris nomor 55 Rengat dengan nomor NPWP: 02.075.618.5-213.000 selaku pelaksana saja, membuat para aktivis dikambing hitamkan oleh sekretaris disdikbud, Ahyu Hendra.

Pasalnya, ketika sejumlah wartawan dan aktivis lsm kpk melakukan klarifikasi kebenaran berita melalui Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdisdik) Provinsi Riau, Ahyu Suhendra, senin, (05/02/2018) lalu, bukannya meluruskan pemberitaan tersebut, namun menghardik wartawan yang mewawancarainya.

Ahyu Suhendra mengatakan kepada wartawan, kalian atau lsm tidak punya hak mengaudit atau menghitung kerugian Negara, karena saya pernah membawa LSM Tipikor, bernama Dicky Zulkarnaen di hadapan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI) di Jakarta.  Dihadapan Penyidik KPK RI, saya bilang ke Dicky Zulkarnaen itu, apa tujuan anda datang ke sekolah, pasti minta duit/uang kan?

“Anda datang kesekolah minta-minta duit/uang kan?” Kata Ahyu Suhendra, menghardik wartawan yang mewawancainya.

Lsm tipikor peminta-minta duit/uang disekolah itu langsung saya ancam “Sekali lagi saya tahu anda (Dicky Zulkarnaen,red) datang kesekolah, langsung saya laporkan anda (Dicky Zulkarnaen,red) ke polisi”.

“Apalagi kalian ini yang menaikan berita dugaan fiktif pengadaan Meubelair itu. Silahkan saja anda beritakan, tidak menjadi masalah. Toh juga barangnya ada kok, tambah Ahyu Suhendra kepada wartawan diruanganya.

Pernyataan Sekdis riau, ahyu hendra, mendapat reaksi kencaman tajam dari berbagai elemen masyarakat, wartawan dan aktivis nasional. Salah satunya aktivis anti korupsi terkenal dari LSM Komunitas Pemberantas Korupsi, b. anas.

Sekretaris umum (Sekum) LSM Komunitas Pemberantas Korupsi (LSM KPK),b.anas sangat menyayangkan sikap sekdisdik riau, Ahyu Hendra yang menuding aktivis anti korupsi meminta-minta uang ke sekolah. Ahyu, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dihadapan hukum.

“Kita akan minta pertanggungjawaban hukumnya atas pernyataan Ahyu hendra dihadapan sejumlah wartawan”

“Kita akan laporkan kejadian ini ke polisi, jangan suka hatinya mencemarkan nama baik aktivis. Ini perbuatan pidana murni” Tegas B. Anas, di kantornya, Selasa (13/02/2018).

Diberitakan media ini sebelumnya, dengan judul “Pengadaan Meubelair di Sekolah SMK Rakit Kulim-Inhu Diduga "Fiktip". Hal itu sesuai hasil investigasi tim harianberantas dan LSM KPK dilapangan, Jumat (26/01) pekan lalu, yang menemukan kejanggalan bahwa  Meubelair Sekolah SMK Rakit Kulim-Inhu tersebut tidak ada wujudnya. seharusnya diakhir tahun 2017 barang tersebut seharusnya sudah ada dilokasi, namun sampai saat ini belum terlihat wujudnya.

Pasalnya, semua ruang kelas gedung Unit Sekolah Baru (USB) SMK Rakit Kulim yang terletak di jalan poros Desa Durian Cacar Kecamatan Rakit Kulim Kabupaten Inhu tersebut masih kosong, belum ada satu pun bangku/meja bahkan papan tulis ditemukan dalam ruang kelas sekolah.

Padahal proyek pengadaan meubelair untuk sekolah SMK Rakit Kulim tersebut seyogianya sudah harus rampung sesuai kontrak kerja tahun 2017 antara pihak dinas pendidikan dengan CV. Nyiur Nusantara Permai.

Budi Raharja selaku pemilik CV. Nyiur Nusantara Permai sekaligus pelaksana proyek pengadaan meubelair untuk sekolah SMK Rakit Kulim, saat dikonfirmasi Harian Berantas, Sabtu (27/01) melalui telepon selulernya mengatakan, proyek pengadaan meubelair untuk sekolah SMK Rakit APBD Provinsi Riau 2017 Satker Dinas Pendidikan Provinsi Riau itu sudah siap dikerjakan."Proyek tersebut sudah selesai dikerjakan sesuai kontrak kerja, jadi tidak ada masalah," sebutnya menjawab awak media.

Hanya saja meubelair untuk sekolah SMK Rakit Kulim tersebut saya serah terimakan sekitar tanggal 21 Desember 2017 yang lalu langsung ke Dinas Pendidikan Provinsi Riau. Alasannya, karena baik Kepala Sekolah SMK maupun UPTD Dinas Pendidikan Provinsi Riau, belum ditetapkan untuk Kabupaten Inhu, " sebut Budi. (Tim)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas