Headlines News :
Home » » Kasus Penganiayaan di Rumah Sakit Aulia Hospital Pekanbaru Berawal Dari Bukti CCTV dan Pemerasan

Kasus Penganiayaan di Rumah Sakit Aulia Hospital Pekanbaru Berawal Dari Bukti CCTV dan Pemerasan

Written By Harian Berantas on Thursday, February 1, 2018 | 8:00:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Salah seorang oknum karyawan/pengawas Closed Circuit Television (CCTV) di Rumah Sakti Aulia Hospital Pekanbaru, bernisial ZR (Zirman), tega menganiaya (memukul) rekan kerjanya yang juga korban pemerasannya, Selasa (23/01/2018).


Kejadian ini bermula saat Zirman selaku pengawas CCTV (pelaku) menyampaikan kepada korlapnya (Koordinator Lapangan) Sekurity Rumah Sakit Aulia Hospital Pekanbaru untuk mengajukan kepihak pimpinan perusahaan Outsourcing PT.KBDM, bahwa ada 4 orang petugas Security di yang bekerja tugas dilingkungan rumah sakit Aulia Hospital Pekanbaru tersebut untuk diganti dan berhentikan dengan jabatan petugas skurity yang baru.

Akhirnya, ajuan pemecatan dan penggantian personil/petugas security kepada Korlap Security tersebut,  korlap pun menyampaikan kepada pimpinan perusahaan Outsourcing untuk mengganti keempat (4) orang petugas security, sesuai arahan Zirman (pelaku pemerasan dan uang) anggotanya.

Keesokan hari kemudian, pihak perusahaan Outsourcing tanpa pertimbangan pun, menggantikan personil/petugas security yang baru dilingkungan rumah sakit Aulia Pekanbaru-Riau.

Disela beberapa hari kemudian, muncul lagi pengajuan dari M. Rais dan Zirman kepihak perusahaan Outsourcing untuk mengganti petugas security yang baru tersebut dengan alasan belum Diksar (Didikan Dasar) Security. Hal ini, juga usulan atau ajuan Zirman (pelaku penganiayaan) untuk menggantikan para tenaga kerja/petugas sekurity yang sudah diganti dan dipecat sebelumnya.

Menurut korban pemerasan dan pemukulan bernisial FK (korban) kepada Wartawan mengatakan, setelah saya dan kawan-kawan yang telah diberhentikan oleh perusahaan Outsourcing atas usulan dari Zirman pengawas CCTV di rumah sakit Aulia Hospital Pekanbaru, kami mendapat telpon dari Zirman selaku pengawas cctv dirumah sakit Aulia itu pada tanggal 16 Jauari 2018, meminta kami  untuk kembali bekerja sebagai security, dengan catatan wajib memberikan uang, jelasnya.

Dengan kebutuhan ekonomi dan butuh kerja kami pun berusaha meminjam uang kepada sanak saudara, bahkan ada teman kami yang menggadaikan BPKB sepeda motornya untuk mendapatkan uang yang diminta oleh Zirman.

Ketika ditanya wartawan, berapa besar uang yang diminta oleh Zirman?. FK mengatakan, “Permintaan (uang) bervariasi pak, mulai dari Rp250 ribu rupiah hingga Rp1 juta lebih, tergantung dari kemampuan kita, jelas korban.

Menurut FK (korban), bahwa pihak FK telah menghadap dan mendatangi kembali pihak perusahaan Outsourcing pada tanggal 23 Januari 2018, dan pihak perusahaan mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi. 

Lalu FK (korban) pun menceritakan mengatakan, “Selama kami di berhentikan dari security, kami mendapat telpon dari Zirman dan dimintai uang bervariasi.  Sedangkan saya baru bisa bayar sebesar Rp150 ribu rupiah dan sisanya, saya janji setelah ada uang saya berikan kembali.

Pihak perusahaan Outsourcing pun, meminta bukti atas pengakuan dari korban FT, lalu korban pun memberikan bukti berupa rekaman suara dalam telpon, bukti video saat memberikan uang kepada Zirman (pelaku). jelas korban dikantornya.

Celakanya, ketika Zirman (pelaku) mulai mengetahui permainan kotornya mencuat seusai korban menyerahkan bukti rekaman dan video ke pihak perusahaan Outsourcing, pada malam harinya itu juga, korban mendapat telpon dari Zirman (pelaku) ingin ketemu serta mengembalikan uang korban.

Berhubung korban sedang kerja atau dinas malam, korban pun mengatakan nanti aja kita ketemu di rumah sakit, karna saya  dinas malam. Selanjutnya, disaat korban sampai ditempat ia bekerjad dirumah sakit tersebut, pihaknya didatangi Zirman (pelaku) langsung marah dan mengatakan, mengapa kamu rekam saya dan videokan saya, ini uangmu yang kau berikan.  Zirman (pelaku pemerasan) pun, langsung memukul korban, hingga korban mengalami luka dibagian tangan akibat tangkisan beberapa serangan yang di lancarkan pelaku.

Perbuatan tindak pidana penganiayaan ini pun langsung dilaporkan korban kepihak pimpinan perusahaan Outsourcing, yang seterusnya korban langsung di bawa ke rumah sakit Bayangkara Polda Riau untuk di visum terkait tindakan penganiayaan yang terjadi.

Sehigga keesokan hari-nya, pihak perusahan Outsourcing yang ingin melaporkan kejadian ini kepihak Kepolisian, namun pihak rumah sakit Aulia Hospital Pekanbaru meminta agar masalah yang terjadi (pemerasan-penganiayaan) yang terjadi dilingkungan rumah sakit itu, diselesaikan secara kekeluargaan.

Dalam pertemuan perundingan penyelesaian masalah yang dilakukan pada tanggal 24 Januari 2018, antara perusahaan Outsourcing dan pihak rumah sakit Aulia tanpa dihadiri oleh korban.

Pihak rumah sakit yang di ketahui bernama M. Rais mengatakan, terkait masalah ini biarlah Zirman mengembalikan uang yang telah diambilnya dari korban dan masalah ini damai.

Kesepakatan perdamaian sepihak itupun, membuat korban (FK) tidak terima senang, karena perdamaian yang dilakukan antara pihak perusahaan Outsourcing dengan pihak rumah sakit Aulia tidak diketahui dan korban. Bahkan sanksi (tindakan) yang diambil pihak rumah sakit kepada pelaku pemukulan dan pemerasan itu, sama sekali tidak ada alias nihi.

Korban (FK) kepada media mengatakan, “Saya tidak terima diperlakukan seperti ini pak. mana hukum di indonesia ini, saya dianiaya dan diperas oleh pelaku tanpa ada sanksi sedikit pun yang diterima pelaku dari pihak rumah sakit. Ini kasus saya akan minta keadilan sesuai hukum yang ada, saya akan segera buat laporan kepihak berwajib terkait pemerasan dan pemukulan yang saya alami ini, sehingga tidak ada lagi korban berikutnya, kesal FK (korban).

Menyikapi hal ini, pihak rumah sakit Aulia Hospital Pekanbaru, saat dicoba dikonfirmasi belum bersedia memberikan keterangan kepada Wartawan Harian Berantas. “Saya tak bisa memberikan keterangan tentang masalah yang ditanya itu pak, langsung saja sama humas atau pimpinan rumah sakit ini besok atau minggu depan. Apalagi humas sama pimpinan kami belum masuk kantor, ujar staf.
Rilis:Emos
Editor:Trini
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas