Headlines News :
Home » » Diduga Milik Oknum Pegawai KSOP Bengkalis, Penyelundupan Minuman Ilegal Lewat Pelabuhan Makin Jadi

Diduga Milik Oknum Pegawai KSOP Bengkalis, Penyelundupan Minuman Ilegal Lewat Pelabuhan Makin Jadi

Written By Harian Berantas on Wednesday, February 7, 2018 | 12:43:00 AM

HARIANBERANTAS, BENGKALIS- Penyeludupan miras tak dapat dipisahkan dari anggapan bahwa negeri junjungan Kabupaten Bengkalis merupakan wilayah yang cukup jauh dari perhatian instansi aparat hukum maupun instansi pemerintah lainnya yang ada di provinsi dan pusat. Sehingga pelabuhan-pelabuhan dibeberapa titik didaerah tersebut dimanfaatkan banyak pejabat negara, termasuk oknum pegawai Kesyahbandaran Dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas V Bengkalis untuk bermain dalam bisnis ilegal semacam penyelundupan alkohol.
 Minuman asal Luar Negeri Yang Masuk di Pelabuhan Wilayah Bengkalis, Terbungkus Rapi Dengan Kardus Rokok

Ironisnya lagi, peredaran minuman asal luar negeri yang masuk secara ilegal itu makin marak dan diminati masyarakat. Dimana sebagian besar selundupan miras itu dipasarkan dibeberapa wilayah di Indonesia, dan diangkut lewat jalur darat.

Dari informasi data yang dirangkum Harian Berantas menyebutkan, miras oplosan jenis Tiger, Bir Bintang, San miguel yang diselundupkan masuk di beberapa pelabuhan di wilayah daerah Kabupaten Bengkalis-Riau, diduga milik salah satu oknum pegawai KSOP Kelas V Bengkalis, bernisial HR.

Menurut salah satu pemilik toko yang diduga penampung  miras oplosan yang tidak disebut jati dirinya kepada Wartawan belum lama ini mengatakan, ini barang (Miras) bukan saya punya. barang minuman ini semua, punya anggota Syahbandaran, Harianto, katanya.

Dikatakannya, toko saya ini, hanya tempat titipan barang sementara dari Harianto, bisa ditanya sama yang punya toko holywood, juga ada menerima titipan minuman seperti di toko saya in”, ujar pemilik salah satu toko yang diduga penampung  miras oplosan itu kepada Wartawan.

Menyikapi hal ini,  Kepala KSOP Kelas V Bengkalis, Juli Haria SE, saat dihubungi Harian Berantas, tak mau berkomentar. “Saya lagi rapat RKA. Hubungi staf saya Hariyanto,” elak Juli Haria kepada Harian Berantas, Senin (05/02/2018) kemaren.

Sementara itu,  Hariyanto melalui kepada Harian Berantas menyebutkan, kalau tugas kami Kesyahbandaran, sebagai mengawasi keselamatan pelayaran saja. Mengenai barang (seludupan miras) itu sebenarnya, bukan milik saya. sebab barang yang masuk itu milik kawan dari Selatpanjang, karena Imlek sudah sudah dekat, katanya.

Ditambah Hariyanto, mengenai barang yang masuk itu lewat pelabuhan, itu sudah tugas pihak instansi terkait (Bea Cukai dan Polisi), karena tugas kami hanya menjaga keselamatan pelayaran saja. Kalau barang-barang yang masuk seperti itu, itu sudah tugasnya pihak instansi terkait yang lain, sebut Hariyanto.

Menyikapi selundupan miras yang makin marak memasuki wilayah daerah Kabupaten Bengkalis-Riau melalui beberapa pelabuhan yang ada, hingga berita ini ter-ekspos, Kepala Kantor Bea Cukai Tipe Madya Bengkalis yang disebut-sebut dipimpin Mochammad Munif, belum terkonfirmasi. “Pimpinan belum masuk hari ini pak, ujar salah satu staf menjawab Wartawan, Selasa (06/02/2018) siang.

Sementara sejumlah bukti data yang dihimpun beberapa aktivis setempat mulai dari bulan November 2017-2018, terkait dugaan peredaran minuman asal luar negeri yang masuk secara ilegal yang sebagian besar diselundupan untuk dipasarkan dibeberapa daerah lain diwilayah Indonesia, akan diteruskan ke lembaga Kementerian Perhubungan RI.

Sebab dugaan peredaran minuman alkohol asal luar negeri tak berizin yang marak beredar di wilayah daerah Kabupaten Bengkalis tersebut, disinyalir ditimbun terlebih dahulu di gudang-gudang khusus dan atau toko tempat penyimpanan yang tersebar dibeberapa tempat dipasarkan, salah satunya toko maju yang berhadapan toko laris di Kecamatan Kota Bengkalis.

“Yang bermain membekingi masuknya barang-barang minuman keras itu, bukan hanya satu orang saja bang. Ada beberapa petugas di Kabupaten Bengkalis ini yang membekap barang-barang hara itu. Bahkan yang punya dan yang berbisnis minuman keras asal luar negeri itu, para anggota petugas itu”, ujar penjaga salah satu pelabuhan (tikus) kepada media. (Mist)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas