Headlines News :
Home » » Ahyu Suhendra: LSM Tipikor, Dicky Zulkarnaen Peminta-Minta Uang di Sekolah, Pernah Saya Hadapkan Ke-Penyidik KPK RI

Ahyu Suhendra: LSM Tipikor, Dicky Zulkarnaen Peminta-Minta Uang di Sekolah, Pernah Saya Hadapkan Ke-Penyidik KPK RI

Written By Harian Berantas on Tuesday, February 13, 2018 | 9:28:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Kasus dugaan korupsi proyek pengadaan meubelair sekolah SMK Rakit Kulim Kabupaten Inhu yang bersumber dari APBD Provinsi Riau TA. 2017, dengan nilai kontrak sebesar Rp 520.700.000,-melalui satuan kerja (Satker) Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau yang dikerjakan oleh CV Nyiur Nusantara Permai yang beralamat di jalan Aski Aris nomor 55 Rengat dengan nomor NPWP: 02.075.618.5-213.000 selaku pelaksana, yang diberitakan sejumlah media nasional dengan judul Pengadaan Meubelair di Sekolah SMK Rakit Kulim-Inhu Diduga "Fiktip",  berbuntut panjang.
Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Riau saat di Wawancarai Sejumlah Wartawan di Ruang Kerjanya, Senin, (05/02/2018)
Pasalnya, ketika sejumlah wartawan melakukan klarifikasi berita melalui Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdisdik) Provinsi Riau, Ahyu Suhendra, senin, (05/02/2018) lalu, bukannya meluruskan pemberitaan tersebut, namun menghardik wartawan yang mewawancarainya.

Ahyu Suhendra mengatakan, kalian itu tidak punya hak mengaudit atau menghitung kerugian Negara, asal kalian tahu, saya pernah membawa LSM Tipikor, bernama Dicky Zulkarnaen ke hadapan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI) di Jakarta. Saya bilang ke Dicky Zulkarnaen itu, apa tujuan anda datang ke sekolah, pasti minta duit/uang kan? .

“Anda itu datang kesekolah minta-minta duit/uang kan? Bentak Ahyu Suhendra terhadap Dicky  di hadapan Penyidik KPK RI saat itu" dengan tujuan untuk menghardik wartawan yang sedang mewawancarainya.

Lsm tipikor peminta-minta duit/uang disekolah itu langsung saya ancam saat itu. "Sekali lagi saya tahu anda (Dicky Zulkarnaen,red) datang kesekolah, langsung saya laporkan anda (Dicky Zulkarnaen,red) ke polisi”. Kata Ahyu menjelaskan ke wartwan.

“Apalagi kalian ini yang menaikan berita dugaan fiktif pengadaan Meubelair itu. Silahkan saja anda beritakan, saya tidak takut. Karena tidak ada masalah. Toh juga barang meubelearnya ada kok, tambah Ahyu Suhendra lagi.

Pernyataan Sekdis riau, Ahyu Hendra itu, mendapat reaksi kencaman tajam dari berbagai elemen masyarakat, dan aktivis nasional. Salah satunya aktivis anti korupsi terkenal dari LSM Komunitas Pemberantas Korupsi (LSM KPK), B. Anas, dimana selama ini lembaga  yang dipimpinnya itu telah berhasil mengungkap kasus Dana Bansos Bengkalis pada tahu 2012 lalu.

Sekretaris umum (Sekum) LSM Komunitas Pemberantas Korupsi (LSM KPK), Bowonaso Laia yang akrab disapa b.anas, pihaknya sangat menyayangkan sikap sekdisdik riau, Ahyu Hendra yang menuding aktivis anti korupsi hanya sebagai peminta-minta uang ke sekolah. Ahyu, harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dihadapan hukum yang disampaikannya dihadapan sejumlah wartawan.

“Kita akan minta pertanggung jawaban hukum atas pernyataan Ahyu hendra dihadapan sejumlah wartawan. Kita akan laporkan kejadian ini ke polisi, jangan suka hatinya mencemarkan nama baik aktivis. Karena perbuatan Ahyu itu merupakan tindak pidana murni” Tegas B. Anas, saat jumpa pers di kantornya, Selasa (13/02/2018).

Perlu diketahui, munculnya pernyataan Ahyu ini, berawal pemberitaan media beberapa waktu lalu dengan judul “Pengadaan Meubelair di Sekolah SMK Rakit Kulim-Inhu Diduga "Fiktip", Berita itulah yang membuat Ahyu Hendra kebakaran jenggot.

Terkait pemberitaan tersebut, berdasarkan hasil investigasi tim harianberantas dan LSM KPK dilapangan, Jumat (26/01) pekan lalu, yang menemukan adanya kejanggalan terhadap pengadaan Meubelair Sekolah SMK Rakit Kulim-Inhu yang tidak terlihat wujudnya kala itu.

Padahal, sesuai kontrak kerja seharusnya diakhir tahun 2017 barangnya sudah ada dilokasi, namun sampai saat ini belum terlihat di lapangan. Seharusnya Ahyu menjelaskan keberadaan Meubelair itu, bukan mengelabui wartawan yang berunjuk pencemaran nama baik aktivis/lsm.

Pasalnya, dari hasil pantauan media ini, semua ruang kelas gedung Unit Sekolah Baru (USB) SMK Rakit Kulim yang terletak di jalan poros Desa Durian Cacar Kecamatan Rakit Kulim Kabupaten Inhu tersebut masih kosong, belum ada satu pun bangku/meja bahkan papan tulis ditemukan dalam ruang kelas sekolah.

Proses proyek pengadaan meubelair untuk sekolah SMK Rakit Kulim tersebut seyogianya sudah harus rampung sesuai kontrak kerja antara pihak dinas pendidikan provinsi riau dengan CV. Nyiur Nusantara Permai pada  tahun 2017 lalu

Sedangkan Budi Raharja selaku pemilik CV. Nyiur Nusantara Permai sekaligus pelaksana proyek pengadaan meubelair untuk sekolah SMK Rakit Kulim, saat dikonfirmasi Harian Berantas, Sabtu (27/01) lalu melalui telepon selulernya mengatakan, proyek pengadaan meubelair untuk sekolah SMK Rakit APBD Provinsi Riau 2017 Satker Dinas Pendidikan Provinsi Riau itu sudah siap dikerjakan."Proyek tersebut sudah selesai dikerjakan sesuai kontrak kerja, jadi tidak ada masalah," sebutnya menjawab awak media.

Hanya saja meubelair untuk sekolah SMK Rakit Kulim tersebut saya serah terimakan sekitar tanggal 21 Desember 2017 yang lalu langsung ke Dinas Pendidikan Provinsi Riau. Alasannya, karena baik Kepala Sekolah SMK maupun UPTD Dinas Pendidikan Provinsi Riau, belum ditetapkan untuk Kabupaten Inhu, " sebut Budi. (Tim)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas