Headlines News :
Home » » Pembangunan Masjid UIN SUSKA Riau Diduga Terbengkalai Dan Rusak.

Pembangunan Masjid UIN SUSKA Riau Diduga Terbengkalai Dan Rusak.

Written By Harian Berantas on Monday, January 22, 2018 | 8:34:00 PM

Wakil Rektor Dr H. Akhyar Diduga Suruh Adit Temui Wartawan, Adit: " Berita Naik Akan Saya Cari Anda  

 

HARIANBERANTAS, PEKANBARU - Pembanguan Mesjid Kampus UIN Suska Riau diduga terbengkalai bahkan kubah yang baru selesai dikerjakan pada tahun 2015 silam itu, sudah mengalami kerusakan berat yang diduga kontraktor pelaksana tidak berpedoman pada Spesifikasi.

Pembanguan Masjid ini sudah menelan uang Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) puluhan miliar rupiah, pada tahu 2015 kembali dianggarankan untuk lanjutan dengan anggaran kurang lebih sebesar Rp19 miliar, salah satunya adalah pembangunan beberapa kubah masjid yang saat ini sudah mengalami kerusakan berat.

Pada pekerjaan pembangunan Masjid Kampus UIN Suska Riau lanjutan tahun 2015, kontraktor pelaksana diduga Mengerjakan Proyek asal jadi sehingga pada akhir kontrak tahun 2015 pekerjaan pun tidak selesai dikerjakan.

Tidak selesainya pekerjaan tahun 2015 wartawan riaukontras.com melakukan konfirmasi kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan juga selaku Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan Dr. H. Akhyar, M.Ag pada awal tahu 2016 mengatakan, bahwa pekerjaan Masjid tersebut dalam tahap adendum dan kontraktor pelaksana sedang menjalani denda dan bila ada temuan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) maka kontraktor akan mengembalikannya. Ungkapnya saat itu.

Ketika dimintai tanggapan Angga Pratama Wakil Ketua DPD Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Anti Korupsi Indonesia (LSM-GERAK INDONESIA) mengatakan, Seharusnya Dr. H. Akhyar, M.Ag selaku PPK pada proyek tersebut memberikan sanksi kepada kontraktor pelaksana sesuai dengan Perka Lembaga kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Nomor 18 Tahun 2014 pasal 3 ayat 2 huruf f. yang berbunyi Penyedia barang/jasa yang tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan kontrak secara bertanggungjawab dapat dikenakkan sanksi Black List dan  Uang jaminan pelaksana wajib dicairkan. Jelas Angga

Angga menambahkan, "Dalam pemberian perpanjang waktu  diluar Tahun Tunggal terindikasi melawan hukum, tentu banyak pertimbangan PPK harusnya, layak atau tidaknya adendum waktu di berikan ?. Itu didasarkan atas keyakinan PPK bahwa pekerjaan dapat di selesaikan tanpa bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi." Tegas Angga.

Wartawan Riaukontras.com melakukan investigasi pada 12/01/2018, terlihat bangunan masjid UIN Suska Riau sudah mengalami kerusakan dibagian Kubah, bahkan terlihat seperti tidak dilakuakan pemeliharan, ini sangat disayangkan masjid kebanggaan Riau itu terlihat tidak terawat.

Kembali wartawan melakukan konfirmasi kepada PPK dan juga selaku Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan Dr. H. Akhyar, M.Ag melalui Telpon selulernya mengatakan, " Itu Pembanguan masjid UIN Suska Riau tahun 2015 sudah selesai, dan temuan BPK RI kurang lebih 250 Juta yang saya ingat sekarang sudah di kembalikan oleh kontraktor pelaksana pak Nanang, terkait bangungan tidak selesai itu anggaran tidak cukup, berapa anggaran itu yang kita kerjakan. Tuturnya

Pada tanggal 13/01/2018, wartawan mendapat telpon dari nomor pribadi yang tidak diketahui alias nomor Siluman, dan mengaku dalam telpon namanya Adit, mengatakan saya ingin ketemu dengan Emos, saya tunggu di rumah makan Pondok Guri di jalan Kaharudin Nasution Pekanbaru. Emos kembali bertanya apa tujuan kita ketemu? sedangkan ini nomor tidak saya kenal, menurutnya Adit, Nomor Emos saya dapat dari  UIN, kamu kan tanya-tanya pembanguan Masjid di UIN Suska Riau disini kita bicarakan. Emos meminta kalau telpon itu pakai nomor yang ada nomornya, supaya bisa saya telpon kembali, Adit mengatakan, oky nanti saya telpon kembali, Jelasnya lewat telpon.

Pada hari yang sama, Emos Pimpred. Riaukontras.com kembali mendapatkan telpon dengan Nomor 0813 85xx xxx dan mengaku Adit, saya ingin ketemu pak Emos saya sekarang di kedai Kopi Suli jalan Belimbing kamu kesini ya, mengingat penasaran dengan pak adit pun, Emos menuju tempat kedai kopi yang di sebut Adit.

Pembicaraan di Kedai Kopi, Adit mengatakan, ingin menjelaskan pemberitaan media riaukontras.com terkait pekerjaan Pembangunan Gedung Laboratorium Univesitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau dengan nilai Anggaran Rp 23.486.749.000,00, sumber APBN 2017, memang masih dikerjakan bahkan Adit mengatakan tidak masuk akal waktu yang diberikan dalam pelelangan yang hanya 82 hari kalender.

Adit menjelaskan bahwa itu dana yang digunakan bukan dana APBN tapi Dana SBSN tanpa menjelaskan apa artinya, menurutnya SBSN itu pada akhir tahun tidak perlu uangnya di kembalikan pada Kas Negara beda dengan APBN, tapi didalam dokumen pelelangan jejas-jelas bahwa itu anggaran bersumber dari dana APBN,  Adit, menambahkan terkait pemberian adendum yang diberikan PPK itu sudah ada ketentuannya bahkan, mereka juga sudah koordinasi dengan BPK RI dalam memberikan adendum dan pihak dari BPK RI sudah menyetujui dan tidak ada masalah. Menurut Adit.

Ketika di tanya terkait Pembangunan Masjid UIN Suska yang diduga terbengkalai dan rusak, menurutnya itu tidak ada masalah dan temuan BPK sudah di kembalikan oleh kontraktor pelaksana, gak usah lagi di ungkit-ungkit, wartawan menyampaika bahwa Kubah dari Masjid tersebut sudah mengalami kerusakan bahkan diduga Pembangunanya terbengkalai. Adit pun kembali mengatakan itu tidak ada masalah lagi, jelasnya.

Bahkan Adit pada sambungan telpon kepada Wartawan Riaukontras.com 19/01/2018, mengatakan, saya sudah bilang pada pertemuan kita kemari bahwa proyek pembangunan Masjid UIN Suska Riau tidak Ada masalah, ketika ditanya kapasitas pak adit memberikan keterangan ini kepada awak media apakah arahan H. Akhyar? dan bisa di pertanggujawabkan? "Saya memberikan keterangan ini atas arahan mereka dan bisa saya pertanggungjawabkan". Jelas Adit.

Adit dengan nada Emosi menanyakan kepada wartawan, apa maunya anda, apakah ingin kamu masukkan orang kepenjara? kita tidak ingin orang masuk penjara pak adit, hanya ingin penjelasan dari PPK Akhyar sebelum kita naikkan beritanya, dengan arogannya Pak Adit yang juga mengaku bernama Ramli mengatakan, bila anda tetap ungkap kasus ini kepublik, saya akan cari anda dan juga LSM dari kampar akan mencari anda, Ancamnya.(Emos/RK)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas