Headlines News :
Home » » Parah, Pemred Puterariau.Com Tak Punya Urat Malu Soal Pemahaman Undang-Undang Pers

Parah, Pemred Puterariau.Com Tak Punya Urat Malu Soal Pemahaman Undang-Undang Pers

Written By Harian Berantas on Saturday, January 20, 2018 | 9:21:00 PM


HARIANBERANTAS, PEKANBARU ---- Pemberitaan media siber puterariau.com terbitan lokal Pekanbaru Riau, bebuntut panjang dan Somasi. Pasalnya, pemberitaan media online tersebut dinilai telah melakukan pelanggaran undang-undang pokok Pers Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Demikian pelanggaran undang-undang Pers ini dipaparkan oleh Pemimpin Redaksi media riauinvestigasi.com kepada ungkapriau.com melalui Pers rilisnya, Jumat lalu

Pemberitaan itu menurut Pemred media riauinvestigasi.com, pihaknya merasa dirugikan, karena pemberitaan media dan Wartawati puterariaucom  itu yang telah melakukan plagiat tanpa menyebutkan narasumber dengan jelas dalam pemberitaan yang telah disajikannya

Benar, media online yang dikenal dengan puterariau.com yang di Pimpin oleh Beni Yusandra (Pemred-red), sudah di layangkan hak jawab dan somasi.

"Kita sudah melayangkan hak jawab dan somasi kepada media yang bersangkutan. Namun, sampai saat ini masih belum terlihat gebrakan dari managemen perusahaan Pers tersebut," ungkap Ismail Sarlata.

Lebih lanjut Ismail menjelaskan, terkait hal itu, Pemred www.puterariau.com ini memuat komentarnya sendiri dan mengakui dalam komentarnya telah melakukan plagiat pada berita tanggal 09 Januari 2018 lalu terkait rilis Humas Polres Kampar melalui WhatssApp Group Rekan Polres Kampar yang diduga telah melanggar rumusan undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) nomor 11 tahun 2008, dan rumusan Pasal 18 undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

Dengan tindakan plagiat ini oleh www.puterariau.com beserta Fitri Fj Wartawatinya merugikan kami, sehingga media yang bersangkutan kita somasi karena dinilai belum memahami kaidah-kaidah jurnalistik yang diatur sebagaimana halnya ketentuan dalam Undang-undang nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Perlu diketahui, dari sikap statement Pemimpin Redaksi puterariau.com yang jelas-jelas melakukan plagiat dan tanpa ada memiliki urat malu juga menantang dengan memfitnah dan menuding Pemred riauinvestigasi.com gagal paham.

"Masalah tersebut berawal dari kutipan pemberitaan media www.harianberantas.co.id yang telah melakukan investigasi pada proyek pembangunan Rutan Polres Kampar tahun anggaran 2017 lalu, oleh media kita www.riauinvestigasi.com.Dari pemberitaan yang telah dikutib dan sajikan,yang jelas-jelas telah menyebutkan sumber berita dengan jelas berujung pada hujatan yang dirilis oleh Deni Yusra Humas Polres Kampar, dan rilis Humas tersebutlah di plagiat oleh Fitri Fj dan media tersebut(www.puterariau.com) ," katanya

Sudah, Media kita, secara resmi sudah melayangkan perihal surat tentang “Hak Jawab dan Somasi” kepada pimpinan redaksi Media Oline puterariau.com, terkait berita hoax yang diplagiat serta  tudingannya yang menyatakan Pemred www.riauinvestigasi.com gagal paham.

"Surat Somasi ini kita layangakan pada tanggal 12 Januari 2018 lalu," jelasnya.

Dan Ismail Sarlata juga membenarkan pihaknya telah menyampaikan permasalahan ini kepada Direktur Eksekutif Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS), Priyambodo RH.

"Ya, masalah plagiat yang dilakukan www.puterariau.com itu sudah kita laporkan kepada LPDS Jakarta dan Direktur Eksekutif Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS), Priyambodo RH, Kamis (18/01/2018). Namun, penyelesaian masalah itu harus dengan UU Pers (UU No 40 tahun 1999) melalui Dewan Pers, termasuk plagiatrisme dalam media siber," jelas Ismail mengulas tanggapan  Priyambodo RH ketika itu.

Semetara itu, Dewan Penasehat Perusahaan Pers Media www.riauinvestigasi.com, Toro, Jumat (19/1/2018) dalam kontak personnya pada ungkapriau.com menilai sikap pelaku plagiat tersebut suatu pelanggaran Pasal 2 tentang Kode Etik Jurnalistik akibat kurangnya memahami Undang-undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers.

Dikatakan Toro, terpenting oleh seorang Pemimpin Redaksi harus memahami karya wartawannya, melakukan cek and ricek seluruh berita yang sampai di meja redaksi, mengevaluasi berita-berita hasil   liputan wartawan-Nya untuk layak siar. Namun, ini diduga tidak dilakukan oleh media yang bersangkutan.

"Perusahaan media pers yang melakukan plagiat, menunjukkan jika oknum Pers atau Wartawan itu tidak memiliki integritas sebagai insan pers Nasional yang proposional dan profesional," ungkapnya. 

Lebih lanjut wartawan lulusan UKW tingkat Utama Alumni Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) Jakarta ini berharap persoalan ini tak perlu di perpanjang, agar diselesaikan secara internal Pers saja.  

Mengenai plagiat yang dilakukan media itu, biar yang bersangkutan  menjawabnya kepada aklak dan terhadap publik. Apalagi tugas-tugas seorang wartawan itu diatur dalam undang-undang No.40 tahun 1999. 

Bahkan dalam pasal 2 kode etik Jurnalistik sangat jelas, “Wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya,” ungkap Toro.

Kita juga, perlu menyadari, menjadi seorang Pemimpin redaksi itu memiliki tanggung jawab yang sangat berat karena seluruh dapur redaksi itu merupakan tanggung jawab seorang Pemimpin Redaksi. Untuk itu, kejadian ini jangan sampai terulang lagi. Apalagi saat sekarang ini Perusahaan Pers sangat mudah didirikan termasuk mengangkat wartawan.

"Ya, menjadi wartawan sangatlah mudah, dikasih id card dan surat tugas, mereka mengaku seorang wartawan. Mohon maaf ya, bukan maksud mendeskreditkan," sebut Toro sembari menyarankan www.riauinvestigasi menyampaikan surat “Hak Jawab-nya” kepada media-media yang sengaja melakukan plagiat berita yang diduga hoax itu.

Menurutnya, Hak Jawab merupakan jalur aduan terkait proses penyelesaian sengketa pemberitaan Pers yang harus di junjung tinggi. (rpc/yul/rin/rpc)




Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas