Headlines News :
Home » » Diduga PKS PT TPP Pasir Penyu "Bersubahat" dengan CV SRI

Diduga PKS PT TPP Pasir Penyu "Bersubahat" dengan CV SRI

Written By Harian Berantas on Saturday, January 20, 2018 | 2:43:00 PM

HARIANBERANTAS, INHU --- Pabrik kelapa sawit (PKS) PT Tunggal Perkasa Plantation (TPP) Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu ( Inhu) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri perkebunan kelapa sawit yang berada di bawah naungan PT Astra Tbk, sudah puluhan tahun disinyalir menampung tandan buah segar (TBS) dari kawasan hutan. Untuk mengelabui permainan kotor ini, pihak PKS. PT TPP menunjuk CV. Subur Ramah Indonesian (SRI) mitranya sebagai pemasok TBS yang diduga berasal dari kawasan hutan.

Berdasarkan Surat Keputusan ( SK) Bupati Inhu nomor : 134/Adm.Pum/100/2009 tanggal 23 juli 2009 tentang Berita Acara Rapat Koordinasi Pembahasan Permasalahan Lahan Plasma KKPA Desa Redang Seko Kec. Lirik Mitra PT. TPP yang ditujukan kepada Direksi PT. Tunggal Perkasa Plantations Jl. Puloayang Raya Blok OR. I Kawasan Industri Pulo Gadung Jakarta, pada alinea 1(satu) disebutkan bahwa Lahan kebun KKPA seluas 2000 Ha yang diberikan izin kepada Koperasi Sawit Redang Seko sesuai dengan SK Bupati Inhu No : 91/460-IMT/V/1999 tanggal 18 Mei 1999 yang sudah tertanam seluas 1.393 Ha oleh PT. TPP setelah dilaksanakan verifikasi oleh Dinas Kehutanan Kabupaten Indragiri Hulu ternyata baru diketahui termasuk dalam kawasan hutan.

Dalam hal ini sudah sangat jelas-jelas bahwa hasil kebun sawit TBS yang dikirim ke PKS PT. TPP melalui DO milik CV. SRI berada dalam kawasan hutan. Namun, apa yang terjadi, sampai dengan hari ini PKS PT. TPP diduga kuat telah bersubahat dengan CV. SRI mengambil keuntungan dari tanah milik negara. 

Ketua Kopsa Redang Seko, Amirudin saat dikonfirmasi Harian Berantas, Jumat (18/01/2018) melalui telpon selulernya mengatakan bahwa karena lahan kebun sawit seluas 974 Ha yang sebelumnya dikelola langsung oleh Kopsa Redang Seko, tapi karena lahan kebun sawit tersebut masuk kawasan hutan yang masih dianggap bermasalah, sehingga mulai tahun 2017 yang lalu Kopsa Redang Seko sudah mempergunakan jasa dari delivery order (DO) milik CV. SRI selaku pemasok hasil panen TBS Kopsa Redang Seko ke PKS. PT TPP Pasir Penyu.

Tujuanya agar TBS yang berasal dari kebun Kopsa Redang Seko dikira atau seakan akan berasal dari hasil kebun pekarangan warga," ucapnya menjawab pertanyaan awak media.

Setiap harinya hasil panen TBS dari kebun sawit Kopsa Redang Seko ada lebih kurang 50 ton dibawa ke PKS. PT TPP menggunakan DO milik CV SRI yang pemiliknya adalah Wahyu Raharjo."Kalau mau lebih jelas lagi, langsung aja tanya sama pak longgar, dia yang lebih tau berapa ton buah TBS dari kebun Kopsa Redang Seko dibawa ke PT. TPP setiap harinya. Dia punya buku catatan masalah buah sawit," pinta Amirudin.

Awak media Harian Berantas mencari tahu siapa sebenarnya Wahyu Raharjo pemilik dari DO CV. SRI ini.? Ternyata, Wahyu Raharjo diketahui dari pak Longgar bahwa Wahyu Raharjo merupakan mantan karyawan dengan jabatan terakhir sebagai Humas dari PT TPP Pasir Penyu.

Pak Longgar selaku kepercayaan dari Wahyu Raharjo saat diwawancarai awak media ini membenarkan apa yang dikatakan oleh Ketua Kopsa Redang Seko. Hanya, angkutan mobil untuk mengangkut TBS Kopsa Redang Seko merupakan milik atau aset dari Kopsa Redang Seko.

Semenjak bulan Juni 2017 yang lalu, TBS Kopsa Redang Seko sudah menggunakan jasa DO milik CV. SRI rata rata sekitar 50 ton setiap hari dengan berat janjang rata-rata ( BJR) antara 15 sampai 20 kg. Anehnya, semua dokumen surat pengiriman barang ( SPB) TBS Kopsa Redang Seko berasal dari PT TPP Pasir Penyu untuk dipergunakan oleh CV. SRI sebagai kelengkapan administrasi membawa TBS Kopsa Redang Seko ke PKS. PT TPP Pasir Penyu

Tambahnya, dalam 1(satu) bulan terakhir 2017 yang lalu, total TBS Kopsa Redang Seko yang masuk ke PKS. PT TPP Pasir Penyu melalui DO CV. SRI mencapai 1.565.610 ton TBS. Sedangkan tahun 2018 diketahui walaupun masih tanggal 17 Januari 2018 sudah mencapai 806.600 ton TBS, "sebut Longgar sembari memperlihatkan buku catatan TBS Kopsa Redang Seko. Sementara Humas PT TPP Pasir Penyu, Dede Putra hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi. (L Manurung)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas