Headlines News :
Home » » Siap-Siap, Kesaksian Andi Narogong Perkuat Adanya Kongkalikong di KTP-el

Siap-Siap, Kesaksian Andi Narogong Perkuat Adanya Kongkalikong di KTP-el

Written By Harian Berantas on Friday, December 1, 2017 | 8:08:00 PM

HARIANBERANTAS, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semakin yakin adanya kongkalingkong dalam pembahasan proyek KTP-el. Keyakinan itu menguat setelah mendengarkan kesaksian terdakwa korupsi KTP-el Andi Agustinus alias Andi Narogong pada sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Andi Agustinus alias Andi Narogong saat diwawancarai susai sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (30/11/2017)
"Terdakwa (Andi Narogong) menjelaskan sejumlah hal yang mengonfirmasi adanya dugaan persekongkolan dalam tender e-KTP. Bahkan, sejak sebelum proyek dikerjakan," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Kamis 30 November 2017.

Pada persidangan, Andi mengungkap adanya jatah lima persen untuk anggota DPR dan lima persen untuk pejabat Kemendagri. Masing-masing lima persen fee itu sebagai syarat agar Konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) yang dibentuk Tim Fatmawati mengerjakan proyek KTP-el.

Andi pun menyebut adanya pemberian ruko oleh Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra Paulus Tanos kepada adik mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi. Sandipala merupakan salah satu anggota Konsorsium PNRI.

Andi juga membeberkan peran Ketua DPR Setya Novanto dalam kasus korupsi yang merugikan uang negara hingga Rp2,3 triliun tersebut. Andi mengatakan, Novanto berperan meloloskan anggaran proyek KTP-el di DPR. Juga, membantu menyalurkan fee untuk anggota dewan lewat temannya, pemilik Delta Energy Singapore Made Oka Masagung.

Menurut Andi, jatah untuk anggota DPR sebesar lima persen atau sekitar USD7 juta dari nilai proyek itu sudah diserahkan Marliem, dan Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo kepada Oka Masagung.

Febri pun memastikan lembaga antikorupsi akan menelaah fakta-fakta yang diungkap dalam persidangan tersebut. Hal itu dilakukan untuk menguatkan konstruksi hukum kasus megaproyek bernilai Rp5,9 triliun tersebut.

"Akan kita cermati beberapa bagian itu adalah poin-poin yang semakin menguatkan penanganan kasus e-KTP oleh KPK," ujar dia.

Febri mengingatkan kepada semua pihak, khususnya tersangka atau terdakwa agar memberikan keterangan terkait korupsi KTP-el ini sesuai fakta dan kejadian yang sebenarnya. Menurut dia, kesaksian sesuai fakta akan menjadi pertimbangan KPK untuk meringankan tuntutan.

"Karena hal tersebut tentu dapat dipertimbangkan sebagai faktor meringankan dalam tuntutan atau putusan nantinya," pungkas Febri. (azf/soz)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas