Headlines News :
Home » » Proyek Pengerasan Jalan Lingkungan Desa Cenaku Kecil Terindikasi Berbau Korupsi

Proyek Pengerasan Jalan Lingkungan Desa Cenaku Kecil Terindikasi Berbau Korupsi

Written By Harian Berantas on Friday, December 1, 2017 | 7:46:00 AM

HARIANBERANTAS, INHU- Proyek pengerasan jalan sepanjang 2 KM Desa Cenaku Kecil, Kecamatan Batang Cenaku Kabupaten Inhu-Riau, yang bersumber dari Dana Desa APBN 2017, terindikasi berbau korupsi.


Pasalnya, proyek pengerasan jalan lingkungan Desa Cenaku Kecil yang bersumber dari Dana Desa APBN 2017 ini dikerjakan oleh CV. Yoha Perkasa dengan volume 2000M X 4X0,15 menelan anggaran sebesar Rp242.866.000.

Pinton Sitorus (49) warga Desa Kota Lama yang sudah lama berkecimpung di dunia proyek pemerintahan mengatakan, kalau melihat dari volume pekerjaan proyek tersebut tidak masuk akal atau tidak sebanding jumlah anggaran yang dianggarkan  dengan volume pekerjaan, sebutnya

Pinton memaparkan, kalau panjangnya hanya 2000 meter, lebar 4 meter dan tebal 15 cm, maka tanah krokonya hanya 600 m3 atau 200 trip mobil colt diesel dengan harga per trip Rp 250.000 maka, jumlah untuk anggaran perbelian material hanya memakan biaya Rp50 juta.

Sementara untuk sewa alat berat untuk 3 unit selama 11 hari pelaksanaan pekerjaan proyek pengerasan jalan lingkungan Desa Cenaku Kecil hanya menelan anggaran sebesar Rp 104 jt. Jadi jumlah anggaran tanah krokos Rp50 juta ditambah dengan sewa alat berat Rp 102 jt maka, total anggaran yang seharusnya untuk proyek pengerasan jalan lingkungan Desa Cenaku Kecil APBN 2017 hanya memakan anggaran sebesar Rp152 juta," sebut Pinton.

Jadi, kalau saya bandingkan hasil hitungan saya sementara dengan besaran anggaran yang dianggarkan oleh Kades Cenaku Kecil, sangat jauh perbedaannya. Artinnya, proyek pengerasan jalan lingkungan yang bersumber dari APBN 2017, diduga sudah merugikan keuangan desa itu sendiri. Jadi, saya memohon kepada pihak penegak hukum agar berkenan melakukan penyelidikan terhadap proyek tersebut," harap Pinton Sitorus.

Direktur CV. Yoha Perkasa, Warno saat diwawancarai awak media Harianberantas.co.id, Kamis 30/11/2017 di tempat kediamannya mengatakan, yang mengerjakan proyek itu bukan saya tapi pakai perusahaan saya.

Memang, saya yang dapat kontrak dari Desa Cenaku Kecil, namun saya subkan lagi kepada Dedi warga Blok A untuk mengerjakan proyek tersebut," kata Warno.

Warno menambahkan, kalau masalah pekerjaan proyek pengerasan jalan tersebut, saya tidak tau menahu. Namun, saya tegaskan sama si Dedi, agar mengerjakan proyek itu sesuai bestek yang sebenarnya. Jangan ada nanti di kemudian hari timbul masalah," tegasnya kepada Dedi.

Tempat terpisah, Panut pemilik alat berat yang berdomisili di Desa DK 2 Kecamatan BatangCenaku mengatakan, saya tidak tau menau tentang proyek itu. Namun, 1(satu ) unit alat berat saya disewa pelaksana proyek tersebut. Kalau dibilang ada kerugian keuangan desa, saya gak ngerti itu. Yang jelas alat berat saya disewa, " ucapnya singkat.

Kepala Desa (Kades) Cenaku Kecil, Yamin selaku pengguna anggaran (PA) terhadap proyek pengerasan jalan lingkungan Desa Cenaku Kecil membantah semua tudingan yang diarahkan kepadanya seakan akan ikut menikmati uang proyek tersebut.

Proyek itukan sudah selesai dikerjakan, dan sudah diperiksa oleh Instansi terkait. Kok sekarang ini muncul isu seperti itu? Ada apa ini? Kenapa tidak pada saat sebelum selesai dikritik?, " sebutnya balik bertanya. (M)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas