Headlines News :
Home » » Matangkan Profesionalis Jurnalis Melalui UKW di LPDS Jakarta

Matangkan Profesionalis Jurnalis Melalui UKW di LPDS Jakarta

Written By Harian Berantas on Monday, December 4, 2017 | 8:53:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU-- Uji Kompetensi Wartawan atau UKW, sangat perlu dan penting bagi seorang profesi Jurnalis guna memiliki standar kompetensi. Sehingga dengan kompetensi itu dapat diketahui tingkat kemampuan, kesadaran, pengetahuan dan keterampilan seorang Wartawan/Jurnalis.
Melalui Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) pada tanggal 14-16 November 2017 lalu telah menyelenggarakan uji kompetensi kepada para jurnalis yang dimulai dari jenjang Muda, Madya dan Utama di Lantai 3 Gedung Dewan Pers, Jln Kebon Sirih-Jakarta.

Uji kompetensi yang digelar mulai dari tanggal 14 s/d 16 November 2017 lalu itu, diikuti 29 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, salah satunya Ibu Kota Jakarta dan Riau.

Para peserta diuji oleh empat tenaga penguji sesuai jenjang masing-masing. Ini merupakan kesempatan yang langka bagi jurnalis muda, madya dan utama. Sehingga  saya bersama 29 jurnalis dari berbagai perusahaan media televisi, cetak dan online juga tidak melewati kesempatan tersebut.

Saya merasa harus mengikuti ujian UKW, karena profesi ini tetap melekat pada diri saya dan rasanya tidak lengkap menjadi seorang wartawan apalagi pemimpin perusahaan Pers apabila belum lulus UKW.

Berawal ketika saya mendapat kabar bahwa Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) di Jakarta akan menggelar serangkaian kegiatan Lokakarya dan Uji Kompetensi Wartawan tersebut, saya tidak memperoleh gambaran apapun tentang hal itu. 

Namun sebelum mengikuti tahapan-tahapan yang akan diuji saat ujian berlangsung di Lantai 3 Gedung Dewan Pers, Jln Kebon Sirih-Jakarta, saya tetap mempelajari materi ilmu jurnalistik dengan penuh keyakinan supaya bisa berjalan lancar saat hari H-nya yaitu tanggal 14-16 November 2017.

Kami yang terdiri dari 29 orang peserta, diuji terkait teori jurnalistik mulai dari prinsip-prinsip jurnalistik, berita, bahasa jurnalistik, fakta dan opini, narasumber serta kode etik. Selain itu, juga dilakukan praktik jurnalistik bagi semua peserta UKW serta hal lainnya oleh penguji nasional di LPDS.

Disaat waktu ujian dimulai, rasa gugup untuk menghadapi teori dan praktek ujian pun tidak sama sekali, meski banyak kabar sebelumnya jika dalam menghadapi ujian UKW itu tidak mudah karena materi-materi yang akan diuji itu sangat berat. 

Dengan berbekal rasa percaya diri dan semangat yang tinggi, karena kaidah-kaidah daripada undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999, saya pelajari dan memahami seperti apa yang dikatakan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) itu  baik secara praktek dan teori praktik jurnalistik itu yang sebenarnya.

Namun untuk diketahui, bahan ujian yang diuji lewat jalur UKW tersebut, merupakan pekerjaan sehari-hari seorang wartawan yang tidak pernah keluar dari koridor undang-undang pokok Pers Nomor 40 Tahun 1999. Kalau rekan-rekan wartawan, baik itu Redpel atau Redaktur Pelaksana, Pemimpin Redaksi (Pemred), yang bekerja sungguh-sungguh untuk sebuah media massa, pasti tidak akan menemui kesulitan untuk melewati ujian UKW dimaksud.

Bagi rekan-rekan seprofesi Wartawan/Jurnalis yang belum mengikuti Ujian Kompetensi Wartawan atau UKW, tak perlu ragu. Karena materi bahan ujian UKW itu hanya seputar hal-hal yang sudah kita kerjakan sehari-hari. Artinya, kalau kita tidak pernah mengerjakannya sebagai penulis, maka akan sulit mengikutinya 

apalagi dijamin untuk lulus serta memperoleh sertifikat dan kartu UKW. Dan bila kawan-kawan Wartawan ingin langsung mengikuti ujian jenjang Utama, walaupun anda sudah senior dibidang Pers tentu akan mendapatkan kesulitan pula, dan hal itu sudah pasti. 

Sebab wartawan senior yang bisa ikut UKW jenjang Utama, mereka yang sudah melewati jabatan redaktur pelaksana (Redpel) atau Pemred. Jika tidak, dipastikan tidak bisa mengerjakan soal yang diberikan oleh penguji, apalagi kelas pengujinya adalah tingkat nasional.

Dari pengalaman pribadi, saya sebagai perserta jenjang wartawan utama yang diuji oleh penguji nasional di LPDS, ujian yang berlangsung dari tanggal 14-16 November 2017 lalu itu nyaris tanpa istirahat. Itulah yang membuat saya benar-benar lelah mengikuti UKW itu dengan rentang nilai 70 dan yang tertinggi nilai 100.

Bagi peserta yang mendapatkan skor hanya dibawah 70, maka langsung dinyatakan tidak lulus. karena setiap peserta UKW itu tidak boleh mendapatkan angka di bawah nilai 70, meski mendapatkan angka 100 untuk mata ujian lainnya, namun tidak bisa menutupi perolehan angka dibawah 70 untuk mata ujian lainnya dan aturannya memang sudah seperti itu, tanpa tawar menawar seperti jual beli pakaian di toko. (BOWONASO Alias B. ANAS)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas