Headlines News :
Home » » Tindaklanjut Kasus Dugaan Korupsi Dana Proyek Multi Years di Bengkalis Rp495 Miliar Dipertanyakan Lagi ke KPK

Tindaklanjut Kasus Dugaan Korupsi Dana Proyek Multi Years di Bengkalis Rp495 Miliar Dipertanyakan Lagi ke KPK

Written By Harian Berantas on Saturday, November 18, 2017 | 10:36:00 PM

HARIANBERANTAS, JAKARTA-- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LSM Komunitas Pemberantas Korupsi, secara resmi kembali mempertanyakan dan mendorong lembaga anti rasuah atau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menuntaskan kasus dugaan korupsi dana proyek peningkatan jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau tahun 2013-2015 sebesar Rp.495.319.678.000.00, atau Rp.495 miliar, yang diduga melibatkan mantan Kadis PU Bengkalis, M Nasir yang saat ini menyandang tugas Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Dumai-Riau.

"Sampai sekarang, informasi soal perkembangan tindak lanjut penanganan kasus dugaan korupsi dana proyek jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau yang dikerjakan PT. Mawatindo Road Construktion pada tahun 2013-2015 dengan nilai sebesar Rp.495 miliar di KPK tak ada lagi seakan hilang begitu saja," kata Kordinator LSM KPK, Ismail Sarlata usai surat tertulis resminya diterima oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jum’at (17/11/2017) kemaren di Jakarta.

Disebutkannya, (Ismail), berdasarkan relis resminya melalui lembaganya yang diterima KPK kali ini, ada 11 orang yang dicurigai ikut bertanggungjawab dalam kasus dugaan Tipikor yang proses penanganannya telah berlanjut di KPK beberapa bulan lalu.

Dari kesebelas orang yang diduga terlibat dalam kasus hukum korupsi tersebut, rata-rata berasal dari pihak eksekutif dan perusahaan swasta. "Peran pihak Bank Jawa Barat (BJB) bersama perusahaan dalam kasus, paling banyak berasal dari swasta," ujar dia.

Menurutnya, meski Sekdako Dumai, M Nasir selaku Kadis PU Bengkalis ketika itu bersama Dirut PT. Mawatindo sudah ditetapkan tersangka oleh KPK, masih ada pihak lain lagi yang diduga ikut bertanggungjawab, seperti, PPTK proyek, pokja pada ULP Bengkalis, pihak Bank terkait, konsultan pengawas, bahkan satu orang dari wakil rakyat (DPRD) Bengkalis-Riau yang diduga terdokumen ikut terlibat, terang Ismail.

“Penyelidikan terhadap kasus korupsi pembangunan proyek jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih Kabupaten Bengkalis itu, prosesnya masih terus didalami penyidik bidang penindakan di KPK"

Nanti surat klarifikasi penanganan yang baru disampaikan kepada kawan-kawan LSM KPK dari Riau, tetap disampaikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Kami di KPK, sangat berterimakasih atas atensi kawan-kawan LSM KPK dari Riau, dapat membantu untuk mencegah tindak pidana korupsi didaerah" ujar Deputi Bidang Pengawasan Internal dan Pengaduan KPK, Sugeng di kantornya, sembari memberi semangat dalam memberantas kasus korupsi yang terjadi tanah air jangan pernah takut dan gentar.

Menyikapi hal ini, M Nasir saat hendak dikonfirmasi Wartawan dari Jakarta melalui via hendphon miliknya, belum tersambung karena kontak hendphon pribadinya belum aktif. Demikian Pejabat pelaksana Teknis Kegiatan atau PPTK proyek, Hurry Agustianri saat kontak personnya dihubungi guna konfirmasi, juga tak aktif. (sz/b).
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas