Headlines News :
Home » » Telah Terverikasi di Dewan Pers, “Tabloid BIDIK” Dizolimi

Telah Terverikasi di Dewan Pers, “Tabloid BIDIK” Dizolimi

Written By Harian Berantas on Friday, November 3, 2017 | 1:23:00 AM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Dalam kurun satu (1) hari, (Kamis, 02/11/2017) kemaren, layar kaca media siber (online) yang ada di Provinsi Riau, dihiasi berita yang kurang sedap yang mengabarkan media Tabloid Bidik yang telah terverivikasi oleh Dewan Pers, dizolimi karena diduga didalangi permainan kurang sehat.
Anotona Nazara, SE, Pimpinan Redaksi

Pasalnya, Kamis (02/11/2017), wajah Wartawan senior di Provinsi Riau, Anotona Nazara SE, selaku Pemimpin Umum/Redaksi media Tabloid Bidik, tak bisa dipukirin dan disembunyikan. Meski senyum simpulnya ditunjukkan, namun kekesalan hatinya tetap terlihat. Karena kesal dan merasa “dizolimi” dalam penerimaan sertifikat, verifikasi standar perusahaan pers anggota SPS yang mestinya telah diterima di Surabaya pada tanggal 1 November 2017 lalu.

Pada tanggal 19 Oktober 2017 lalu, secara resmi A, Nazara telah menerima sepucuk surat dari Serikat Perusahaan Pers (SPS) Pusat yang ditandatangani oleh Direktur Eksekutip Asmono Wikan.

Dalam suratnya, Amono mengundang Anotona Nazara (Pemimpin Umum/Redaksi Tabloid Bidik) untuk menghadiri penyerahan sertifikat verifikasi standar perusahaan pers anggota SPS di Surabaya yang dilaksanakan pada tanggal 1 November 2017. Karena Tabloid Bidik dinyatakan telah lolos verifikasi oleh Dewan Pers.

Sehingga bentuk kesiapannya termasuk tiket pesawat telah dibeli oleh Pemimpin Umum/Redaksi Tabloid Bidik, dalam hal persiapanya untuk menerima sertifikat dimaksud. Kebanggaan tersendiri bagi A. Nazara, karena media yang dipimpinya bisa lolos verifikasi administasi dan verifikasi faktual yang dilaksanakan Dewan Pers.

Namun, tak disangka, sebelum tanggal 1 November 2017, hendphon genggamannya berdering dalam WhatsApp (WA), ada berita masuk yang menyatakan pihaknya tak jadi terbang ke Surabaya.

“Mhn maaf pak sepertinya  bidik, belum sempat diplenokan oleh Dewan Pers, mungkin bisa masuk di tahap berikutnya. Sy sudah usahakan tapi tidak bisa. Mhn maaf ya Pak”. WA ini dikirim oleh panitia Tarja S Jaya.

Merasa tidak percaya dengan isi WA yang diterima, Pemimpin Umum/Redaksi Tabloid Bidik pun, langsung menghubungi para petinggi SPS Cabang Riau di Pekanbaru, bahkan pengurus SPS yang ada di pusat atau di Jakarta. Namun tak seorang pun diantara mereka yang dapat memberikan jawaban/keterangan yang jelas dan memuaskan. Sehingga Anotona Nazara selaku Pemimpin Umum/Redaksi Tabloid Bidik tersebut memutuskan untuk tidak berangkat sesuai jadwal yang termuat didalam sepucut surat dari Serikat Perusahaan Pers (SPS) Pusat sebelumya.

Serangkaian kejadian dugaan Penzoliman yang dialami Tabloid Bidik tersebut, Anotona Nazara pada Kamis, (2/11) pun, mengadakan press release dengan beberapa orang wartawan di Pekanbaru. Dihadapan para Wartawan, Dia lampiaskan semua segala unek-unek yang dialaminya.

“Sepertinya, Tabloid Bidik di Riau dizolimi,” katanya. Dia tidak menyebutkan siapa yang menzolimi. Inilah faktanya. SPS menyebutkan bahwa Bidik sudah lolos verifikasi, namun dipihak lain menyebutkan belum sempat diplenokan Dewan Pers.

Tabloid Bidik itu sendiri sudah terdaftar sebagai anggota SPS dengan nomor keanggotaan: 475/2004/06/B.2010 atas nama PT. Bidik Indonesia Pers.

Lebih jelas A Nazara menerangkan, Tabloid Bidik diverifikasi secara administrasi tahun 2016 dan secara faktual diverifikasi Mei 2017. Semuanya sudah lengkap dan diantar ke Dewan Pers melalui SPS Riau. “Dokumen Bidik bersamaan dengan 13 perusahaan pers lainnya dari Riau yang diserahkan ke Dewan Pers, uangkap Nazara sembari bertanya, kenapa hanya Bidik dari Riau yang tidak ikut.

Menyikapai hal ini, Ketua SPS Riau Zulmansyah kepada Riaubangkit.com melalui via WhatssApp, tidak banyak berkomentar. “Lebih baik konfirmasi kepada yg mengundang, pak. SPS Riau sudah all out memperjuangkan verifikasi media lokal Riau, termasuk Bidik Riau. Alhamdulillah Riau terbanyak lolos verifikasi setelah DKI Jakarta” sebutnya, Kamis (02/11/2017)”.

Sementara Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo belum membalas via WhatssApp yang dikirimkan Riaubangkit.com. Lain hal ketua verifikasi dari SPS Riau, H Syafriadi menjawab Riaubangkit.com Kamis (02/11/2017) siang mengatakan, bukan Cuma Bidik, ada 27 media yang bernasib sama. Bidik satu dari 27 itu.

Diambahkanya, undangan itu bukan datang dari Dewan Pers tapi dari SPS Pusat. Dewan Pers tidak pernah mengirim undangan kepada media manapun terkait dengan penyerahan sertifikat. SPS Pusat memang mengundang Bidik, sama dengan undangan yang dikirim ke media-media lain yang akan menerima sertifikat verifikasi di acara IMRAS Surabaya.

Sertifikat untuk Bidik bukan dibatalkan. Akan tetapi seleksi administrasi dokumen verifikasi Bidik terlambat dinput oleh petugas di Dewan Pers sehingga terlambat pula diplenokan oleh Pokja Pendataan Dewan Pers. Itu sebab nya sertifikat Bidik belum diserahkan di Surabaya, paparnya.

Selain itu, ketua harian SPS Pusat A. Jouhar yang dihubungi mengatakan, “Tampaknya dijawab oleh secretariat SPS tentang hal ini dan pemimpin anda sudah mafhum”.

Menyikapi hal ini, Sekretaris Jenderal Ikatan Media Online (IMO) Indonesia, Muhammad Nasir bin Umar menilai hal ini adalah syah-syah saja, karena itu masih ranah intern. Dia menyarankan agar Tabloid Bidik menyurati SPS Pusat meminta klarifikasi kenapa tidak diikutkan dalam hal penerimaan sertifikat berharga tersebut. Kalau undangannya tertulis, harus tertulis pula pembatalan undangannya, ujarnya. (peha/anas)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas