Headlines News :
Home » » Peningkatan Jalan Tj Sari di Desa Wonosari, Diduga Asal Jadi Oleh CV. Putra Siak Kecil

Peningkatan Jalan Tj Sari di Desa Wonosari, Diduga Asal Jadi Oleh CV. Putra Siak Kecil

Written By Harian Berantas on Friday, November 3, 2017 | 1:07:00 AM

HARIANBERANTAS, BENGKALIS- Proses pengerjaan paket proyek peningkatan jalan Tanjung Sari RT 02 RW 03 Desa Wonosari dengan sumber dana APBD Kabupaten Bengkalis tahun 2017, yang dilaksanakan oleh kontrktor CV. Putra Siak Kecil dengan jumlah biaya Rp.486.662.000.00,- diduga asal jadi.

Buktinya baru beberapa puluh meter yang telah dilakukan pengerjaannya, sudah menuai kritikan masyarakat setempat. Pasalnya ketika pengerjaan proyek jalan tersebut dilakukan, warga melihat sistem pengerjaannya ada yang janggal dan kecurangan pada takaran semen, satu sak semen dibuat untuk dua molen dan sistem kerjanya tidak menggunakan dolak (alat takaran) yang hanya menggunakan skop untuk memasukan pasir dan kerikil.

Berdasarkan informasi Ketua DPD LSM Komunitas Pemberantas Korupsi daerah Kabupaten Bengkalis bersama dengan tim yang dibentuknya saat turun menyaksikan kondisi pembangunan tersebut dilapangan, ditemukan beberapa kejanggalan yang dinilai mengarah pada keuntungan oknum kontraktor yang tidak sah.

“Tadi, kami ada menerima keluhan dari warga,  makanya kami yang turun langsung kelapangan melihat kondisi pengerjaan proyek ini, sebut Deady.

Menurut laporan dari masyarakat lanjut Deady, bahwa pengerjaan proyek ini tidak sesuai dengan takaran yaitu, satu sak semen dibuat untuk dua molen. jika itu benar, jelas pengerjaan proyek yang seperti ini salah dan akan mengurangi kualitas dari jalan tersebut yang akan berakhir jalan akan cepat rusak.

Dan jika dilihat pada  jalan yang sudah dikerjakan saat ini lanjut Deady lagi, terlihat jelas bahwa seperti kekurangan takaran semen. bahkan ada bagian yang sepertinya turun yang mungkin ini pengaruh dari kurangnya campuran semen seperti yang disampaikan oleh masyarakat” ungkap Deady

Pihaknya (Deady), menyesali tindakan konsultan pengawas yang tidak berada dilokasi untuk mengontrol pengerjaan sebuah proyek yang semestinya harus diawasi. Sementara para pekerja saat ditanya ujar Daedy, tidak mengetahui kemana pengawas mereka. Bahkan siapa pemborongnya  pun, tidak diketahui oleh mereka atau pelaku pengerja proyek, ujar Deady mengakhiri.

Rekanan kontraktor CV. Putra Siak Kecil, maupun pejabat terkait dari Dinas Perkim Kabupaten Bengkalis, sampai berita ini naik, belum dapat dikofirmasi awak media. Karena ketika PPTK atau PPK poyek dipertanyaka Harian Berantas, para pegawai yang ada di kantor Perkim tersebut mengaku tahu. “Kami tidak tahu siapa PPTK dan PPK proyek jalan itu, ujar staf. (an)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas