Headlines News :
Home » » Mafia Perkara di Riau, MA dan KY Diminta Pantau Sidang Kasus Narkoba 40 Kg dan Ribuan Pill Ekstasi di PN Bengkalis

Mafia Perkara di Riau, MA dan KY Diminta Pantau Sidang Kasus Narkoba 40 Kg dan Ribuan Pill Ekstasi di PN Bengkalis

Written By Harian Berantas on Tuesday, November 28, 2017 | 10:19:00 PM

HARIANBERANTAS, BENGKALIS- Setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau, membaca tuntutan hukuman mati terhadap terdakwa pemilik sabu 40 Kg dan ribuan pill ekstasi, Heri Kusnadi alias Eri Jack.

Kini perkara yang masih bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis tersebut, sudah menjadi perhatian publik. Sebab berbagai informasi negatif pun terus berkembang seiring dengan bergulirnya sidang terdakwa tersebut yang beraroma penyuapan dan terror.

Mulai dari Kasi Pidum Kejari Bengkalis Robi Harianto, diduga menerima teror berupa sesaji ayam jago hitam mati dibumbuhi bunga, yang ditaruh pada teras rumah dinasnya. Sampai istri terdakwa (Tati Rozila) memberi uang kepada oknum wartawan bernisial AM sebesar Rp200 juta, untuk meminimalisir perkara yang sedang menjerat suaminya.

Menanggapi hal ini, salah satu Dosen Polbeng Jon Hendri SH.MH mengatakan, perkara yang sedang proses sidang terdakwa bandar narkoba Eri Jack di PN Bengkalis tersebut, sangat perlu adanya pengawasan dari berbagai elemen.

"Perlu saya sampaikan, perkara ini saya nilai perkara yang sangat serius, sehingga perlu pengawasan extra ketat, baik dari Kepolisian, Mahkamah Agung (MA), juga dari Komisi Yudisial (KY)," ujarnya.

Pengawasan ini tujuannya, agar dapat tercipta penegakan hukum yang diinginkan masyarakat. Dan mulai hari ini, masyarakat Bengkalis benar-benar sudah merindukan penegakan hukum yang baik, agar terciptanya kepastian hokum.

"Sehingga apabila hukum benar-benar hukum itu ditegakkan, maka semuanya telah menjalankan tugas fungsinya masing-masing lembaga negara, sesuai undang-undang yang berlaku," sebut Jon.

Kalau dihitung, sudah berapa banyak hari ini kasus narkoba ditangani, dari penanganan penegak hukum pihak Kepolisian dan BNN, serta dari proses hukum Kejaksaan hingga sampai ke Pengadilan. Hal itu sudah tidak terhitung jumlahnya.

"Saya sebagai seorang pendidik, sangat mengkhawatirkan perkara narkoba ini mengancam masa depan anak-anak bangsa, terutama di Kabupaten Bengkalis yang memang daerah transit narkoba dari luar negeri masuk ke Indonesia," tutupnya. (Ans)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas