Headlines News :
Home » » Lahirkan Wartawan Profesional Melalui Jalur UKW di LPDS Jakarta

Lahirkan Wartawan Profesional Melalui Jalur UKW di LPDS Jakarta

Written By Harian Berantas on Wednesday, November 29, 2017 | 9:26:00 PM

Uji Kompetensi Wartawan yang diselenggarakan oleh Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS) di Lantai 3 Gedung Dewan Pers, Jln Kebon Sirih No. 32-24, RT 11/RW 2, Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, tanggal 14-16 November 2017 lalu. Dimana saya menjadi salah satu pesertanya yang dibagi dalam tiga jenjang kompetensi yakni Muda, Madya dan Utama.

Saya menjadi salah satu peserta Loka Karya dan UKW yang diselenggarakan LPDS di Jakarta tanggal 14-16 November 2017 lalu tersebut, atas motivasi  para rekan owner media cetak dan online di Provinsi Riau, ketika kegiatan penyelenggaraan pemilihan ketua dan pengurus Organisasi Pers Ikatan Media Online (IMO) Indonesia kami laksanakan di Hotel Furaya Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru-Riau, Selasa (01/11/2017).

Meski untuk mengikuti UKW LPDS di Jakarta selama tiga (3) berturut-turut itu super sulit karena dibarengi dengan biaya besar yang harus merogoh kocek untuk biaya hotel, ongkos pesawat dan biaya lainnya, namun kenyataan itu harus saya respon secara positif.

Sebab nyali keprofesionalis saya sebagai seorang Jurnalis/Wartawan selama ini dapat saya buktikan langsung dihadapan penguji Jurnalistik tingkat nasinoal di Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS) Jakarta.

Bagi saya, untuk menghadapai Uji Kompetensi Wartawan atau UKW itu bukan suatu hal yang sulit dan memberatkan. Uji Kompetensi Wartawan itu, paling gampang atau mudah. Kenapa tidak? materi ujian yang diberi Penguji, materi atau karya Jurnalistik yang pernah kita lakukan dan kita alami, seperti pratek rapat perencanaan redaksi, mengevaluasi rencana liputan, menentukan bahan liputan layak siar, mengarahkan liputan investigasi, menulis opini/advetorial, kebijakan rubrikasi, fasilitas jejaring dan rapat evaluasi redaksi.

Materi UKW tersebut diatas, merupakan karya atau kegiatan yang selalu kita lakukan setiap hari dalam menjalankan profesi Jurnalistik atau tugas pokok undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.
Jadi, tak ada kata sulit buat kita Wartawan yang sebelumnya sudah memiliki segudang pengalaman menguasai kaidah-kaidah Pers untuk ikut sebagai peserta UKW yang diselenggarakan oleh organisasi Pers seperti Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS) dari dahulunya sampai sekarang.

Lain cerita kalau yang mengikuti ujian UKW itu, Wartawan yang statusnya tak jelas atau abal-abal yang kerjanya tanduk sana-tanduk sini, atau media yang hanya menjalin hubungan kerjasama dengan pejabat tertentu di pemerintahan untuk menggorgoti dana APBN/APBN-P dan APBD/APBD-P dengan cara yang tidak syah, itu mereka tak bisa ada jaminan untuk bisa lolos mengikuti ujian UKW dimaksud, karena kaidah-kaidah Pers Nomor 40 Tahun 1999 tidak dipahami dan dimengerti.

Melalui tulisan ini, Saya mengajak rekan-rekan seperjuangan di bidang Pers/Jurnalistik tanpa terkecuali khususnya bagi yang mempertahankan kemerdekaan Pers Nomor 40 Tahun 1999, namun belum pernah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW), silahkan mari coba dan ambil bagian pengalaman lebih lagi melalui UKW yang diselenggarakan oleh organisasi Pers kita.

Secara jujur saya katakan, saya mengikuti UKW di LPDS-Jakarta pada tanggal 14-16 November 2017 bulan lalu, bukan karena saya punya keinginan supaya saya diri saya diakui Wartawan sudah profesional yang memiliki jenjang kompetensi sudah Utama.

Bukan itu yang terpenting buat Saya, karena toh juga selama ini saya telah ada dua (2) kali mendirikan perusahaan Pers baik media cetak pada tahun 2007 sampai dengan 2012, dan media cetak lagi bersamaan media online (media siber) sejak tanggal 27 November tahun 2012 sampai sekarang, dan belum lagi karya pengalaman Jurnalistik saya disaat jadi penulis dibeberapa media cetak nasional dan majalah lain sebelumnya.

Namun saya dapat mengikuti UKW yang pengujinya tingkat nasional di Jakarta tanggal 14-16 November 2017 tersebut, untuk membuktikan lagi kesanggupan diri saya sejauhmana kekuatan dan nyali semangatnya saya untuk memahami kaidah-kaidah Pers itu lebih dalam serta mempertahankan kemerdekaan Pers Nomor 40 Tahun 1999 itu sebenarnya.

Ternyata fakta membuktikan, jika materi ujian untuk tingkat Utama yang diberi oleh organisai Pers LPDS, seperti pemahaman secara praktek dalam memimpin rapat perencanaan redaksi, mengevaluasi rencana liputan, menentukan bahan liputan layak siar, mengarahkan liputan investigasi, menulis opini/advetorial, kebijakan rubrikasi, fasilitas jejaring dan rapat evaluasi redaksi, dapat saya lakukan dengan penuh semangat, meski banyak yang belum sempurna karena diabatasi oleh waktu yang ditentukan selama 30 menit dalam setiap materi yang diuji.

Materi ujian “Jejaring”, yang merupakan penentu akhir saya untuk lulus UKW, langsung mendapat nilai yang cukup lumayan puas dari penguji tingkat nasional, yakni dari Bapak Priyambodo RH yang juga sebagai Direktur Eksekutif Lembaga Pers DR Soetomo.

Sekali lagi saya mengajak rekan Wartawan, mari untuk mencoba ikut ujian kompetensi dan ambil bagian pengalaman lebih dalam lagi disana, sebab tak ada yang sulit. Intinya, berikan yang terbaik saat mengikuti UKW tersebut, jangan melawan pimpinan atau penguji, jangan merasa hebat, sok pintar dan atau sok tahu.

Dengan ini saya akhiri, kiranya lembaga Pers dalam hal ini LPDS tetap jaya untuk seterusnya, serta harapan agar tidak berhenti untuk menjadikan seluruh Wartawan/i Indonesia lebih profesional dalam menjalankan tugas pokok Pers Nomor 40 Tahun 1999, trims.***
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas