Headlines News :
Home » » Unjuk Rasa di DPRD Riau, 5 Kader Golkar Dituduh Terlibat Korupsi

Unjuk Rasa di DPRD Riau, 5 Kader Golkar Dituduh Terlibat Korupsi

Written By Harian Berantas on Saturday, October 14, 2017 | 2:33:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Puluhan massa yang menama Forum Pemuda Mahasiswa Nasionalis (For Pemanas), menggelar aksi unjuk rasa (demo) di depan Kantor DPRD Riau, Kamis (12/10/2017). Setidaknya, lima (5) pejabat di Provinsi Riau merupakan kader dari Partai Golkar yang diduga terlibat dalam kasus hukum korupsi, membuat para pengunjuk rasa meminta aparat hukum  untuk segera melakukan proses hukum sesuai peraturan hukum yang belaku.

Dalam aksi tersebut, pendemo menyerukan agar kasus dugaan praktek korupsi serta keterlibatan sejumlah pejabat di Provinsi Riau yang merupakan kader Partai Golkar dalam berbagai dugaan penyalahgunaan keuangan daerah dan negara, mulai Ketua DPR Riau Septina Primawati, Bupati Siak Syamsuar, Bupati Pelalawan HM Haris, mantan Ketua DPRD Riau, Suparman, yang saat ini menjadi Bupati Rokan Hulu.

"Kami minta jangan ada tebang pilih dalam menyelesaikan persoalan hukum. Karena itu kami mendesak kepada Kejati Riau segera menuntaskannya," seru Cough selaku koordinator aksi. 

Dari pantauan awak media ini bersama media massa lain, aksi menuding Ketua DPRD Riau, Septina,  terlibat menyeting proyek penganggaran diberbagai dinas di lingkungan Pemprov Riau. Namun rincian seperti apa bentuk keterlibatan istri dari sang mantan Gubernur Riau Rusli Zainal itu, tidak dijelaskan.

Selain Septina Rusli, masa juga menuding wakil ketua DPRD Riau Novialdy Yusman bersama anggota DPRD Riau lainnya terlibat sebagai mafia hukum di riau yang hanya pandai berkoar-koar dimedia saja. Imbuh korlap masa.

Sementara itu, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman yang merupakan pejabat pembina kepegawaian (PPK) di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau, disuarakan telah mengintervensi panitia CPNS dan BKD Riau tahun 2017. 

Bahkan, pengunjuk rasa mengungkapkan adanya keterlibatan Drs H. Syamsuar selaku Bupati Siak, terlibat di kasus pemalsuan tandatangan dalam dokumen dan korupsi dana proyek di pembangunan jembatan Sungai Kelapakap (Tahap I) 2014 senilai Rp9 miliar lebih.

Bukan itu saja, Bupati Siak (Syamsuar), juga disuarakan terlibat dalam kaus korupsi APBD Siak serta ilegal loging, perambahan hutan di wilayah Kabupaten Siak Provinsi Riau. 

Sementara, mengenai Bupati Pelalawan (Haris), pengunjuk rasa mendesak pihak Kejaksaan Tinggi Riau dan Polda Riau segera memeriksa pemimpin nomor 1 di Kabupaten Pelalawan itu di berbagai kasus dugaan korupsi.

Terkait Suparman selaku mantan Ketua DPRD Riau yang saat ini menjabat sebagai Bupati Rokan Hulu, mereka (aksi), meminta aparat penegak hukum untuk kembali mengawal kasus Suparman atas keterlibatannya dalam pembahasan APBD Riau ketika Annas Maamun saat jadi Gubernur Riau, atau sebelum ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK.

Menyikapi hal ini, ke lima pejabat Riau yang merupakan kader dari Partai Golkar yang dituduh For Pemanas, terlibat di berbagai kasus korupsi, ketika dicoba dihubungi Wartawan melalui via seluler pribadi (masing-masing wajah di spanduk masa), tak dijawab. (ismal)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas