Headlines News :
Home » » Sosialisasikan Bahaya Radikalisme Tim Mabes Polri Turun ke Kota Pekanbaru

Sosialisasikan Bahaya Radikalisme Tim Mabes Polri Turun ke Kota Pekanbaru

Written By Harian Berantas on Saturday, October 7, 2017 | 8:28:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU–  Meningkatnya paham radikalisme di indonesia, tim Mabes Polri menggelar sosialisasi bahaya radikalisme kepada masyarakat di pekanbaru yang dipusatkan di 4 RW Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Riau, Sabtu (07/10/2017) puk 19.30 WIB tadi. Sosialisasi tersebut mengangkat tema “Melawan Radikalisme dan Mengantisipasi Ancaman Terorisme”.

Acara tersebut diadakan di Masjid Istiqomah Perum Panam yang ditanjak oleh perwakilan Mabes Polri melalui AKBP Suhaimi yang hadiri oleh beberapa tokoh-tokoh masyarakat setempat serta pengurus Masjid Istiqomah.

“Acara ini kita lakukan untuk meningkatkan kewaspadaan ancaman terorisme yg semakin terus meluas diseluruh wilayah Indonesia tak terkecuali Riau. Pasalnya, terlihat dari beberapa negara maju yang sudah dirusak oleh paham radikalisme tersebut. Dan semoga hal ini dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua terhadap ancaman terorisme ini” kata AKBP Suhaimi Sabtu malam (7/10/2017) di Pekanbaru.

Dalam acara dialog tetsebut turut di isi Tausiyah oleh Ustadz Zulhusni Domo S.Ag yang juga merupakan Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Riau.

Menurutnya, pihaknya mengajak semua kaum muda untuk memahami ajaran Islam secara utuh dan tidak mudah terprovokasi oleh paham-paham radikalisme atas nama agama.

“Pelajarilah Islam secara utuh secara Kaffah jangan hanya setengah-setengah agar tidak terjebak dengan ajaran yang menyesatkan, sebab Islam itu damai dan tidak suka perang , justru harus bersatu melawan paham paham yang bertentangan dengan ajaran Islam itu sendiri” paparnya.

Dikatakannya bahwa radikalisme itu karena intoleran. Lahirnya orang-orang yang akhirnya menjadi terorisme ini berawal dari banyak pemuda yang berangkat ke Afganistan atas nama Jihad di era 1980 an, mereka berlatih perang, dan didoktrin bahwa membunuh diluar keyakinan itu benar.

“Hal ini tentu berlawanan apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw. Padahal sesungguhnya Jihad itu luas pengertiannya seluas langit dan bumi,” katanya.

Berjihad untuk menjaga keutuhan keluarga, menjaga ibu itu jihad, mencari nafkah itu jihad. Menafkahi keluarga itu jihad.

“Untuk itu kepada anak anak muda dan orang tua hati-hati dengan doktrin jahat tersebut. Jika sudah di doktrin akan sangat berbahaya bagi kita untuk menyadarkannya kembali, paayah kita menghadapinya,” tegasnya.

Acara dialog ini selain diisi dengan ceramah, juga dilakukan tanya jawab bagi para jemaah Usai acara dialog ini, dilakukan photo bersama dan bercengkerama sesama jemaah. (B Anas)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas