Headlines News :
Home » » Sebelumnya Diperiksa Sebagai Saksi untuk Tersangka Dirut PT. Mawatindo, Kini Giliran Sekdako Dumai Diperiksa KPK Sebagai Tersangka

Sebelumnya Diperiksa Sebagai Saksi untuk Tersangka Dirut PT. Mawatindo, Kini Giliran Sekdako Dumai Diperiksa KPK Sebagai Tersangka

Written By Harian Berantas on Thursday, October 5, 2017 | 6:14:00 PM

HARIANBERANTAS, JAKARTA - Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Dumai, M. Nasir berlangsung diperiksa sebagai tersangka tindak pidana korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi atau di Jakarta, Kamis (5/10/2017).
M Nasir (Sekdako Dumai), saat batal pergi haji ke Mekkah karena ketahuan telah dicekal KPK dan Tanda Terima Tindak Lanjut Laporan LSM KPK 
Jubir atau juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, M Nasir diperiksa sebagai tersangka di kasus korupsi proyek peningkatan jalan Batu Panjang-Pengkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau pada tahun anggaran 2013-2015.

"MNS kami periksa sebagai tersangka, ini pemeriksaan perdana sebagai tersangka," ucap Febri.

Diketahui kasus korupsi ini terjadi saat M Nasir menjabat sebagai ‎Kepala Dinas PU Kabupaten Bengkalis tahun 2013 dan 2015 selaku PPK. Sebelumnya, Rabu (4/10/2017) lalu, penyidik telah memeriksa Hobby Siregar (HOS), Direktur PT Mawatindo Road Construction, yang juga tersangka di kasus ini.

Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan perdana Hobby Siregar sebagai tersangka. Sebelumnya, M Nasir sempat diperiksa sebagai saksi untuk Hobby Siregar pada Jumat (15/9/2017) lalu.

Diduga atas perbuatan melawan hukum yang dilakukan keduanya, terjadi kerugian keuangan negara sekurang-kurangnya Rp 80 miliar.

Mereka dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Dalam perkara ini, KPK telah menggeledah beberapa lokasi seperti rumah mantan Bupati Kab Bengkalis, Heriyan Saleh, rumah M Nasir, Kantor Dinas PU, Kantor Pemda, kantor LPSE dan lainnya.

Kedua tersangka juga telah dicegah ke luar negeri untuk enam bulan kedepan sejak 21 Juli 2017 lalu. Bahkan M Nasir gagal berangkat ke tanah suci karena dicegah ke luar negeri oleh lembaga anti rasuah atau KPK.

Diungkap elemen organisasi LSM Komunitas Pemberantas Korupsi (LSM-KPK) sebelumnya, pada tanggal 24 Mei 2016 dan 08 Desember 2016, elemen masyarakat anti korupsi dari Pekanbaru Provinsi Riau itu, mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, melaporkan adanya dugaan perbuatan melawan hukum (korupsi) dalam proyek peningkatan jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih (Multi Years) tahun 2013 s/d 2015 di Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis, yang kerjakan PT. Mawatindo Road Construktion.

Kemudian, lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun, merespon pengaduan masyarakat (LSM) dengan surat Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), nomor, R/385/40-43/01/2017, tanggal 27 Januari 2017.

Dalam keterangan rilis yang disampaikan Mistarudin selaku koordinator LSM Komunitas Pemberantas Korupsi (LSM–KPK) tingkat DPP beberapa waktu lalu itu, terkait tanggapan atas pengaduan telah terjadinya dugaan tindak pidana korupsi yang diterima oleh LSM KPK, Sabtu (04/02/2017) dari anti rasuah atau Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), nomor R/385/40-43/01/2017 tersebut.

Kasus perkara dugaan korupsi yang dilaporkan dengan nilai sebesar Rp.495.319.678. 000,00 atau Rp.495 miliar itu, terkait pekerjaan peningkatan jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih yang dilaksanakan secara tahun jamak atau multi years (MY) di Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis, dengan kontraktor pelaksana PT. Mawatindo Road Construktion, dan kontrak,No. 600/PV-BM/SP-MY/X/2013/005, Tanggal Kontrak 28 Oktober 2013 sumber dana APBD.

Sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) proyek yang dinilai merugikan keuangan negara mencapai Rp80 miliar itu, dipimpin oleh Hurri Agustianri, ST,MT. Pihak yang dicurigai ikut bertanggungjawab dan terlibat dalam kasus korupsi yang cukup lumayan besar tersebut, sekira 9 orang lagi termasuk oknum panitia pada ULP Kabupaten Bengkalis yang diduga telah menerima fee dari jumlah nilai proyek. (soz)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas