Headlines News :
Home » » Oknum Anggota DPRD Inhu Bisa Beli Kasus?

Oknum Anggota DPRD Inhu Bisa Beli Kasus?

Written By Harian Berantas on Tuesday, October 3, 2017 | 5:20:00 PM

HARIANBERANTAS, INHU---Oknum anggota legislator (DPRD) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu)-Riau, dipolisikan dengan tuduhan dugaan penipuan ke Polres Inhu di Rengat, Senin (2/10/2017).

Berdasarkan laporan polisi dengan nomor LP: 155/X/2017/RIAU/RES INHU, Tanggal 2 Oktober 2017 yang ditanda tangani atas nama Kepala Kepolisian Resor Inhu, Kanit III SPKT, Ipda Didik Susanto Putro SH, terkait tuduhan dugaan penipuan yang mengaku korban atau pelapor, warga Kecamatan Lubukbatu Jaya, Marsono (50 thn).

Selain oknum anggota wakil rakyat (DPRD) terlapor berinisial M, turut juga didalamnya terlapor lain bernisial MU, karena diduga telah bersekongkol menipu korban dalam penjualan kebun kelapa sawit seluas 2 hektar.

Untuk mengawal jalannya proses hukum yang seadil-adilnya, pelapor Marsono yang didampingi kuasa hukumnya, Dody Fernando SH MH.

Korban/pelapor kepada Harian Berantas mengatakan, peristiwa penipuan terjadi pada bulan Maret tahun 2016 lalu. Kala itu, terlapor berinisial MU menawarkan satu kapling kebun kelapa sawit milik terlapor M dengan harga seratusan juta rupiah di Desa Morong Kecamatan Seilala Kabupaten Inhu.

Singkat cerita menurut korban, harga jual beli kapling kebun kelapa sawitpun disepakati dari harga awal seratusan juta rupiah menjadi Rp75 juta ketika korban bersama-sama tatap muka dengan kedua terlapor.

Tak lama kemudian, korban menyerahkan tanda jadi atau uang muka sebesar Rp4 juta dengan bukti kwitansi ditandatangani terlapor (oknum anggota DPRD). Sedangkan sisanya sebesar Rp71 juta lagi, dibayar korban (Sumarsono) secara transfer ke rekening BRI atas nam oknum DPRD pada tanggal 24 Maret 2017 lalu.

Sayangnya menurut pelapor, lahan yang ia beli dari kedua terlapor justru tidak dapat ia kuasai, karena lahan tersebut diduga milik perusahaan. “Jangankan menguasai lahan, surat SKGR pun tidak bisa saya dapatkan,” kesal korban kepada Wartawan.

Saat dikonfirmasi terkait persoalan ini, terlapor oknum dewan Inhu berinisial M membantah ada melakukan penipuan. Namun pihaknya tidak menepis telah menjual kebun miliknya itu pada pelapor.

Namun demikian, kata M, ia sebagai warga negara yang baik dan taat hukum akan kooperatif. “Jika saya dipanggil penyidik (Polisi-red), saya akan datang. Jangankan urusan saya, perkara orang pun saya beli,” jawab M saat dihubungi Harian Berantas lewat via seluler miliknya.

Kelak, lanjut M, jika laporan korban ke polisi tersebut tidak terbukti, pihaknya mengancam melaporkan balik pelapor dengan dalil pencemaran nama baik. “Saya ini mantan Kepala Desa Morong, bukan orang bodoh, tapi sudah sekolah di Jawa hingga belasan tahun. Jadi jika laporannya tidak terbukti saya akan penjarakan dia,” ucap M. (Lamhot)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas