Headlines News :
Home » » Mahkamah Agung Perberat Hukuman Mantan Panitera PN Jakpus Jadi 7 Tahun di Kasus Penerimaan Suap

Mahkamah Agung Perberat Hukuman Mantan Panitera PN Jakpus Jadi 7 Tahun di Kasus Penerimaan Suap

Written By Harian Berantas on Thursday, October 5, 2017 | 5:59:00 PM

HARIANBERANTAS, JAKARTA- Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan kasasi jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap terdakwa Muhammad Santoso. Hukuman Santoso diperberat menjadi tujuh tahun penjara.
Mantan Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat 
"Permohonan kasasi JPU dikabulkan,"ujar Jaksa KPK M Takdir Suhan saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu 4 Oktober 2017 kemaren.

Menurut Jaksa Takdir, kasasi itu diputus pada 20 September 2017 lalu. Kasasi diputus oleh tiga Hakim Agung yakni, Hakim Abdul Latief, Hakim MS Lumme, dan Hakim Artidjo Alkostar.

Dalam amar putusan, majelis hakim membatalkan putusan Pengadilan Tinggi Jakarta pada 5 April 2017. Majelis hakim juga membatalkan putusan Pengadilan Tipikor Jakarta pada 26 Januari 2017.

Santoso dinilai terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama, melanggar Pasal 12 huruf c Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Atas hal tersebut, majelis hakim lantas menjatuhkan hukuman 7 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan terhadap Mantan panitera pengganti pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tersebut.

Muhammad Santoso sebelumnya divonis 5 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta. Santoso juga diwajibkan membayar denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan.

Santoso terbukti menerima suap sebesar 28.000 dollar Singapura. 25.000 dollar Singapura rencananya akan diberikan kepada hakim untuk memengaruhi putusan perkara gugatan perdata antara PT Mitra Maju Sukses (MMS) melawan PT Kapuas Tunggal Persada (KTP), Wiryo Triyono dan Carey Ticoalu.

Suap diberikan oleh Raoul Adhitya Wiranatakusumah selaku penasihat hukum pihak tergugat PT KTP melalui stafnya Ahmad Yani. Perkara itu ditangani oleh tiga majelis hakim yakni Partahi Tulus Hutapea, Casmaya dan Agustinus Setya Wahyu. (soz/bam)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas