Headlines News :
Home » » Kejari Bengkalis Diminta Tingkatkan Pengusutan Kasus Dugaan Penyelewengan Dandes di Desa Damai Tahun 2015

Kejari Bengkalis Diminta Tingkatkan Pengusutan Kasus Dugaan Penyelewengan Dandes di Desa Damai Tahun 2015

Written By Harian Berantas on Thursday, October 5, 2017 | 6:19:00 PM

HARIANBERANTAS, BENGKALIS- Setahun setelah laporkan dugaan penyimpangan Dana Desa (Dandes) yang bersumber biaya APB-Desa, APBN dan ADD tahun 2015, yang dilakukan pejabat desa setempat, LSM Komunitas Pemberantas Korupsi (LSM KPK) daerah Kabupaten Bengkalis masih menunggu hasil kerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bengkalis-Riau.
Dok. Harian Berantas
Tampaknya jaksa dalam hal ini Kejaksaan Negeri Bengkalis tak terlalu rumit untuk melakukan langkah hukum. Pasalnya dalam laporan itu sudah dilengkapi beberapa item temuan dugaan korupsi yang menggunakan dana APB-Desa, APBN tahun 2015 disertai nomor kode rekening serta hasil kajian informasi serta hasil klarifikasi dari pihak yang diduga sebagai pelaku.

“Laporan itu sudah kita lengkapi semuanya agar pihak Kejaksaan mudah melakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata salah satu dari anggota Tim Investigasi LSM KPK, Romadhon, kepada Wartawan, Kamis (05/10/2017) di Bengkalis.

Dalam laporan itu, dijelaskan rinci item-item pos anggaran yang diduga berpotensi korupsi, seperti kegiatan pembangunan gapura/tugu perbatasan Desa Damai yang kini jadi buah bibir masyarakat setempat karena kondisi pembangunannya tidak sesuai peruntukkan, belum lagi biaya anggarannya yang diduga mark up.

Temuan lain, dugaan penyimpangan terhadap anggaran pembinaan kemasyarakatan, belanja modal dalam sub kegiatan pembelian komputer + printer pada kantor desa, lemari arsip, pembelian kendaraan dinas 2 unit (roda dua), komputer + printer BPD, meja dan kursi pada kantor BPD, dan sub kegiatan lainnya lagi yang diduga berpotensi merugikan keuangan negara.

“Kabarnya sih sudah diselidiki oleh Jaksa, ya menunggu kapan ada peningkatan pemeriksaan,” kata anggota tim Investigasi LSM KPK, Romadhon, yang juga warga Bengkalis kepada Harian Berantas, (05/10/2017).

“Hasil temuan dan klarifikasi sudah kita laporkan, arsip pelaporan kita masih terdokumentasi, termasuk bukti dugaannya,” katanya, (05/10/2017)

Sementara itu sebelumnya, Kasi Intel Kejari Bengkalis, Rully Afandi saat ditemui harian Berantas diruang kerjanya membenarkan, jika kasus dugaan penyelewengan Dandes di Desa Damai tahun 2015 lalu itu, penyelidikan dan penyidikanya dan masih berlanjut. “Penyelidikan kasus ADD di Desa Damai yang dilaporkan tahun kemaren itu tetap berlanjut. Saat ini kasusnya terus didalami oleh tim Kejaksaan Negeri (Kejari Bengkalis), tegasnya.

Dugaan penyalahgunaan ADD di desa Damai Kecamatan Bengkalis tersebut, mantan Pj Kepala Desa, Erianto SE, saat nomor hendphon miliknya yang berdering saat dihubungi Harian Berantas guna konfirmasi, tak diangkat. (ud)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas