Headlines News :
Home » , » Auditor BPKP Riau Dituding Terima Suap, Kasus Dugaan Korupsi di Proyek Porprov Riau Dilaporkan ke KPK

Auditor BPKP Riau Dituding Terima Suap, Kasus Dugaan Korupsi di Proyek Porprov Riau Dilaporkan ke KPK

Written By Harian Berantas on Saturday, October 7, 2017 | 8:25:00 AM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Juma,at (06/10/2017) sekira pukul 16.04 wib, Redaksi Harian Berantas ini secara resmi menerima relisan surat laporan secara elektronik (email: skuberantas@yahoo.co.id), terkait pengaduan/laporan masyarakat tentang dugaan korupsi berjamaah di proyek Pekan Olah Raga provinsi (Porprov) Riau IX di Kabupaten Kampar Provinsi Riau.
Dalam laporan dugaan perbuatan tindak pidana korupsi dengan pagu dana sebesar Rp55 miliar, oknum auditor Badan Pengawasan Keuangan Dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Riau, yang disertai dengan berbagai jenis barang bukti (BB), telah menerima gratifikasi atau suap berupa uang dengan nominal sebesar Rp40 juta rupiah.

Namun hingga berita ini diorbit, BPKP Perwakilan Riau maupun pihak instansi terkait lainnya, belum terkonfirmasi awak media. Namun berikutnya, redaksi bersama beberapa elemen masyarakat (anti korupsi) akan menyampaikan konfirmasi tertulis (resmi) ke pihak BPKP maupun pejabat pemerintah terkait lainnya yang dianggap andil dalam kasus dugaan korupsi yang mengejutkan tersebut.

Berikut ini isi relisan tertulis laporan yang diterima Redaksi Harian Berantas dengan perihal pengaduan masyarakat tentang korupsi berjamaah proyek Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Riau IX di Kabupaten Kampar, beserta barang buktinya;

Bersama surat ini saya sampaikan informasi tentang Korupsi Berjamaah Proyek Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Riau IX di Kabupaten Kampar Pagu Dana 55 Milyar Rupiah berikut Barang Bukti (Terlampir), adapun modus – modus pelaku korupsi ini adalah sebagai berikut :
  1. Mark Up seluruh item mata anggaran kegiatan (terlampir bukti).
  2. Mark Up Daftar Pengisian Anggaran (DPA Mark UP) (terlampir bukti).
  3. Surat Pertanggungjawaban fiktif (SPJ Fiktif) (terlampir bukti).
  4. Surat Peintah Perjalanan Dinas Fiktif (SPPD Fiktif) (terlampir bukti).
  5. Menyuap oknum Auditor Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Riau (BPKP Riau) (terlampir bukti)
  6. Pengadaan Mark Up dan Fiktif (terlampir bukti)
  7. Penggandaan Mark Up dan Fiktif (terlampir bukti).
  8. Makan-minum/catering fiktif dan mark up (rapat fiktif dan mark up) (terlampir bukti)
  9. Kwitansi pembayaran kosong dari rekanan.(di isi sendiri dan di Mark UP)
Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam korupsi berjamaah ini antara lain :
  1. KONI Provinsi Riau (Bantuan Dana Hibah DAU Rp. 10 Milyar) nama-nama pelaku terlampir.
  2. KONI Kabupaten Kampar ( Dana Hibah Pemkab. Kampar Rp. 13 Milyar) nama- nama Pelaku terlampir.
  3. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar (Dana APBD Kab. Kampar Rp. 5 milyar). (nama- nama Pelaku terlampir.)
  4. Dinas Pendidikan dan Olahraga Kab. Kampar. (nama- nama Pelaku terlampir.)
  5. Dinas dan Instansi teknis terkait. (nama-nama Pelaku terlampir).
Sebagai Masyarakat Indonesia yang baik, besar harapan saya agar bapak dapat mengusut kasus mega korupsi ini sampai tuntas dan menyeret para pelaku koruptor ini ke meja hijau pengadilan.

Sekian dan terima kasih.

Bangkinang, Pada 6 Oktober 2017.

Hormat saya,

Andrean Simanjuntak

Semoga mencuatnya kasus dugaan korupsi berjemaah ini bisa diusut tuntas oleh penegak hukum (Redaksi)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas