Headlines News :
Home » » Anggaran Biaya Rp498,6 Miliar, Dinas PUPR Bengkalis Diduga "Bermain" di Proyek Multi Years Duri-Sei Pakning

Anggaran Biaya Rp498,6 Miliar, Dinas PUPR Bengkalis Diduga "Bermain" di Proyek Multi Years Duri-Sei Pakning

Written By Harian Berantas on Saturday, October 14, 2017 | 9:52:00 PM

HARIANBERANTAS, BENGKALIS- Berdasarkan laporan informasi disertai bukti dokumen data yang diterima Media Harian Berantas ini melalui elektonik (email: skuberantas@yahoo.co.id dan email: toro_zl@yahoo.com, Jum’at (13/10/2017) sore, diketahui bahwa pekerjaan proyek “Pembangunanan Jalan Duri Sei Pakning” yang dikerjakan kontraktor PT. Citra Gading Asritama, dengan nomor kontrak  600/PUPR/SP-MY/2017/001, Tanggal Kontrak 24 Mei 2017, dan waktu pelaksanaan 941 hari kalender (HK), dengan sumber dana APBD Kabupaten Bengkalis tahun 2017-2019, Rp.498.645.596.000,00 atau sebesar Rp498,6 miliar, diduga dikerjakan tidak propersional, karena pekerjaan proyek yang anggaran biayanya ratusan miliar itu berlangsung tanpa plank (merk) kegiatan, yang notabene adalah pusat informasi pada publik dan masyarakat.
Dok Harianberantas: Peta Lokasi Pembangunan Jalan Duri-Sei Pakning yang telah dilakukan PT. CGA.
Tudingan tak proporsionalnya kontraktor PT. Citra Gading Asritama, dalam melaksanakan proyek pembangunanan jalan Duri-Sei Pakning itu, diakui Direktur Badan Pekerja Nasional Indonesia (ICI) Riau, Darwis, Sabtu (14/10/2017), karena Pemda Bengkalis melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bengkalis terkesan curang dan bekerjasama dengan kontraktor.

“Ardiansyah selaku PPTK kegiatan itu jelas tak proporsional. Sebab membiarkan kegiatan berlangsung tanpa lebih dulu memajangkan plank kegiatan yang notabene sebagai pusat informasi asal usul kegiatan kepada masyarakat. Ini layak diusut oleh instansi terkait, apakah oknum PPTK itu memiliki sertifikat,” tukasnya.
Seperti inilah hasil pekerjaan dilapangan
Menurutnya, dengan tidak adanya papan proyek, sementara kegiatan telah berlangsung hingga dua bulan lebih yang lalu sudah memperlihatkan bentuk ketidak transparan pihak penyelenggara maupun pihak rekanan dalam pengerjaan proyek dilapangan.

“Papan proyek tersebut sebagai wahana informasi publik yang perlu disampaikan kepada umum sehingga tidak muncul kecurigaan-kecurigaan bagi pihak lain. Dan itu merupakan keharusan, dengan tidak adanya tindakan dari PPTK, PPK, PA patut kita duga mereka tersebut tidak bersertifikat sebagaimana lazimnya," tegas Darwis.

Dari hasil investigasi yang dilakukan tim pewarta ini diketuai staf redaksi, Mistaruddin, Sabtu (14/10/2017) dilapangan, ditemukan beberapa kejanggalan dalam pelaksanaan proyek yang pekerjaannya sudah sebagian selesai dilakukan kontraktor tanpa diawasi oleh PPTK proyek itu, seperti penimbunan yang tidak seutuhnya didasari dengan pemasangan tikar atau guitek, kayu potongan (gambangan) yang diameternya tertuang dalam kontrak dan lain sebagainya, belum termasuk jenis tanah timbunan yang dilakukan.

Selain itu, tim investigasi media ini, tidak menemukan adanya pemasangan papan proyek yang merupakan sebagai wahana informasi. demikian PPTK proyek, Ardiansyah, tak terlihat ada melakukan pengawasan pekerjaan yang diduga sarat permainan, sehingga sang PPTK tersebut belum dapat dikonfirmasi awak media ini.

Salah seorang pekerja yang mengaku kepada Harian Berantas, namun jati dirinya (identitas pribadinya) tidak disebutkan saat ditanya Wartawan Harian Berantas berkelit bahwa dengan tidak dipajanginya plank kegiatan adalah merupakan kesalahan fatal atau melanggar perjanjian kontrak. Dengan alasan bahwasanya lokasi atau barak tempat mereka bekerja mau pindah ke tempat atau lokasi di proyek yang sama.

"Itu bukan kesalahan fatal atau melanggar isi perjanjian kontrak, sebab kegiatan proyek multi years ini, baru minggu ini konsultasinya kami sama orang PU (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) Bengkalis," ujarnya.

Ketika ditanya apakah Ardiansyah selaku PPTK proyek, ada datang mengawasi proyek yang sedang berjalan sejak dua bulan lebih lalu, “Itu Ardiansyah PPTknya ditanya, saya tak tau. Paling, kami yang disini ini aja yang bekerja. Memang beliau itu ada datang sesekali seperti bulan kemaren, sekarang ini, memang beliau itu tak ada datang” tutupnya. (mistar/nanang)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas