Headlines News :
Home » » Tidak Sesuai Kontrak, Akhirnya Paket Proyek Jalan Dalam Kota Pematang Reba-Inhu Dibongkar

Tidak Sesuai Kontrak, Akhirnya Paket Proyek Jalan Dalam Kota Pematang Reba-Inhu Dibongkar

Written By Harian Berantas on Friday, September 29, 2017 | 9:51:00 AM

HARIANBERANTAS, INHU– Menindaklanjuti berita yang dirilis Perwakilan/Kabiro Harian Berantas wilayah Kabupaten Inhu, Lamhot Manurung, pada edisi Rabu (27/09/2019), akhirnya hasil pekerjaan proyek paket pemeliharaan jalan dalam kota Pematang Reba APBD Inhu 2017 yang pengerjaannya telah selesai dilaksanakan oleh pihak ketiga (PT. Naga Mas Mitra Usaha), dibongkar untuk dibangun kembali. Tindakan Satker Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Inhu membongkar hasil pelaksanaan pekerjaan paket proyek yang diduga bernuasa penyimpangan itu, karena pemerintah daerah (Pemda) setempat melalui DPUPR menilai bahan material yang digunakan oleh kontraktor pelaksana menggunakan batu pecah Base A dan bercampur tanah kuning yang tidak berpedoman pada rujukan kontrak/bestek dan rancangan anggaran biaya (RAB).

Ironisya, material batu pecah base A yang dilakukan oleh rekanan PT. Naga Mas Mitra Usaha pada ruas jalan Seminai tersebut bercampur tanah kuning. "Kadar lumpur material batu pecah base A yang sudah dihampar itu terlalu tinggi. Ya kita suruh bongkar," sebut PPTK proyek, Verry Pardede ST kepada Harian Berantas, Kamis (28/09/2017)

Verry Pardede ST selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan atau PPTK proyek saat dikonfirmasi Harian Berantas, mengatakan, "Material batu pecah base A yang yang dihampar di ruas jalan Seminai, oleh PT. Naga Mas Mitra Usaha, kadar lumpurnya terlalu tinggi. Artinya tidak sesuai dengan kontrak. Makanya kita suruh pelaksana membongkar ulang material yang sudah sempat dihampar itu," ujar Verry dengan nada kesal.
Tambahnya, saya rasa material batu pecah base A yang bercampur tanah kuning itu, terjadi hanya di ruas jalan Seminai. Kalau yang di ruas jalan lingkar terminal dan ruas jalan kesuma yang sudah selesai dihampar, tidak seperti yang terjadi di ruas jalan Seminai," ujarnya.

"Yach, kalau ingin kepastian, harus diuji laboratorium lah. Gak bisa kita menerka nerka. Kasihan sama pelaksana, bisa rugi mereka," katanya.

Sementara, Super Engineering (SE) Konsultan Pengawas CV. Bina Cipta Lestari, Ridwan saat diwawancara Harian Berantas di lokasi proyek, membenarkan hal yang sama.  Jikalau kadar lumpur material batu pecah base A yang sudah sempat dihampar di ruas jalan Seminai terlalu tinggi. Itulah alasannya kita suruh pelaksana membongkar ulang batu pecah base A yang sudah mereka hampar itu. "Kalau dihitung, paling ada lebih kurang 20 M3 yang sudah kadung dihampar itu," kata Ridwan Ridwan.

Sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) DPU-PR Kabupaten Inhu, Marjohan ST kepada Harian Berantas mengatakan, setelah saya mendapat informasi dari Pak Kabid yang katanya pihak pelaksana PT. Naga Mas Mitra Usaha memakai material batu pecah base A bercampur tanah kuning, saat itu juga saya telepon pimpinanya. Ternyata memang benar apa yang diinformasikan Pak Kabid itu. Karena pimpinannya mengakui campur dengan tanah kuning.

Rabu tanggal 27 September 2017 sekira pukul 18.00 wib, Marjohan ST memberikan jawaban atas pertanyaan Harian Berantas lewat vis SmS WA menyebutkan, base-nya besok dibongkar, diganti dengan base A murni. Makasih informasinya bro," cetus Marjohan kepada awak media. (Lamhot)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas