Headlines News :
Home » » Dugaan Penyalahgunaan Anggaran DAK Bengkalis tahun 2015-2016 Puluhan Miliar Belum Terungkap

Dugaan Penyalahgunaan Anggaran DAK Bengkalis tahun 2015-2016 Puluhan Miliar Belum Terungkap

Written By Harian Berantas on Friday, September 1, 2017 | 11:44:00 PM

HARIANBERANTAS, PEKANBARU- Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) yang belum lama ini telah menerima informasi dari lembaga masyarakat yang anti dengan korupsi dari Pekanbaru-Riau, diharapkan, dapat segera menyikapi tentang adanya dugaan penyalagunaan (penyimpangan) yang terjadi di pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Bengkalis sebesar Rp230.139.956.918.00 (Rp182.365.662.625,00 + Rp47.774.294.293,00).

Tanda Terima Bahan Bukti Tambahan Laporan Dugaan Korupsi dana Proyek MY (Jalan) Rupat-Bengkalis, Rp495 Miliar
Dugaan penyimpangan tersebut terjadi sejak tahun anggaran 2015-2016 sebesar Rp230. 139.956.918.00,- atau Rp230 miliar. Bahkan beberapa minggu lalu sebelumnya, masyarakat Kabupaten Bengkalis atasnama “Gerakan Masyarakat Kabupaten Bengkalis” telah berupaya menyuarakan dugaan perbuatan penyalahgunaan dana alokasi khusus (DAK) di Negeri Junjungan Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau tahun anggaran 2015-2016 tersebut.

Namun dalam aksi damai yang digelar ratusan masyarakat Kabupaten Bengkalis, Senin (21/08/2017) lalu itu, jumlah nilai anggaran dana alokasi khusus (DAK) yang diduga menyimpang tidak di rinci, yang hanya pada spanduk terpampang gambar/wajah Bupati Bengkalis, Amril Mukminin, bersama adik kandungnya selaku Kepala Bagian Umum (Kabag) Umum Bengkalis, Riki Rihardi, dililit dengan ilustrasi yang bergambarkan “tikus”.

Selain itu, pada sebuah spanduk yang berkisar ukuran kurang lebih tiga (3) meter, tercantum suatu permintaan dan desakan buat Polri, “Pak Polisi!!! Tuntaskan Persoalan Bansos dan Ijazah Palsu Bupati Bengkalis”.  tulis massa Gerak dan menyerukan.

Menurut sumber Harian Berantas, dugaan penyalahgunaan/penyimpangan dana APBN dari pemerintah pusat dengan sistim pengolaan dana alokasi khusus (DAK) tahun 2015 s/d tahun 2016 lalu itu, diduga telah disalahgunakan untuk mendanai kegiatan lain yang diduga tidak menguntungkan Negara.

Anehnya lagi, sebut sumber, berdasarkan laporan penggunaan anggaran sesuai laporan Bupati Bengkalis pada masing-masing Kementerian, penggunaan alokasi khusus (DAK) selama tahun 2016 lalu, sebesar Rp114.052.920.625,00.

Selanjutnya masih menurut sumber, bahwa sisa dana alokasi khusus (DAK) Non Fisik sebelum tahun 2016, masih berada di kas daerah, sebesar Rp47.774.294.293,00, yang kabarnya jumlah dana alokasi khusus (DAK) di kas daerah pada tahun 2016,  Rp230.139. 956.918.00 (Rp182.365.662.625,00 + Rp47.774.294.293,00), diduga sebagian besar disalahgunakan.

Saat dikonfirmasi lewat via seluler/hendphon, Bupati Bengkalis, Amril Mukminin belum bersedia memberikan keterangan, karena hendphon genggamannya berdering hingga berkali-kali saat dihubungi Harian Berantas, tak diangkat. Sementara, konfirmasi tertulis yang telah diterima dari awak media ini beberapa waktu lalu, tidak dijawab. Bahkan konfirmasi melalui via SmS pun, tak pernah ada balasan.

Salah satu penyidik KPK di ruangan Deputi Pengawasan Pengaduan Masyarakat yang tidak ditulis jati dirinya awak media dan LSM, Kamis (31/08) di gedung merah putih antirasuah, KPK takkan memberi keterangan terkait dokumen apa saja yang dibawa oleh penyidik dari ruangan kerja Bupati Bengkalis dan ruangan kerja Kabag Umum sekretariat daerah Bengkalis, (08/08/2017) sebulan lalu.

“Kami di KPK ini, tidak perlu menerangkan dan memberitahukan, dokumen apa saja yang dibawa oleh penyidik saat ruangan Kabag Umum dan Bupati Bengkalis di gledah oleh KPK. Pokoknya, kasus korupsi di proyek jalan di Rupat-Bengkalis, seperti yang dijelaskan tadi, itu saja dulu. Sebab kasusnya sudah ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, ungkapnya seraya meminta agar bahan bukti laporan yang baru dari Pekanbaru-Riau, disampaikan dan diserahkan pada bidang penerimaan surat di KPK. (yan)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas