Headlines News :
Home » » Diduga Serobot Lahan Warga, Proyek Dinkes Inhu Dihentikan Warga

Diduga Serobot Lahan Warga, Proyek Dinkes Inhu Dihentikan Warga

Written By Harian Berantas on Friday, September 8, 2017 | 12:20:00 PM

HARIANBERANTAS, INHU--- Pekerjaan Proyek peningkatan halaman, pagar, dan teralis Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan ( Dinkes ) Inhu yang bersumber dari APBD TA. 2017, terhenti bahkan terancam dibongkar.


Pasalnya, proyek peningkatan halaman, pagar dan teralis instalasi farmasi yang dikerjakan CV. Bima Shadaqta dengan anggaran sebesar Rp. 671.010.000 diduga bermasalah hingga melewati batas sepadan dengan tanah warga setempat.

Hasil pantauan awak media ini di lapangan, selasa (05/09) sekira pukul 11.00 Wib, terlihat pekerjaan proyek peningkatan halaman, pagar, dan teralis masih belum selesai, sementara masa pekerjaan tinggal beberapa hari lagi. Setelah ditelusuri, ternyata proyek ini diduga masih bermasalah dengan sepadan, sehingga pekerjaan proyek dihentikan sementara waktu.

Saat awak media menjumpai salah satu pekerja, Titan ( 30 ) membenarkan bahwa pekerjaan proyek peningkatan halaman, pagar dan teralis Instalasi farmasi milik OPD Dinkes Inhu ini dihentikan sementara oleh pemilik tanah yang bersepadan dengan bangunan Aset Pemkab Inhu."Kami sudah ada satu bulan gak kerja, sementara bos pun jarang kemari, entah gimana nanti ini, " keluh Titan.

Hasil konfirmasi dengan Pelaksana Tugas ( Plt ) Dinkes, M Yunus melalui Kepala Seksi ( Kasi ) Sarana Prasarana, Desria yang juga dapat kepercayaan sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan ( PPTK ) Proyek peningkatan halaman, pagar dan teralis instalasi farmasi, Kamis ( 07/09/2017 ) di ruang kerjanya mengatakan, memang saat ini pekerjaan proyek itu dihentikan sementara waktu, karna ada sepadan yang mengklaim bahwa posisi pagar yang sedang dibangun sudah melewati batas.

"Sekitar tiga minggu yang lalu, pekerjaan proyek tersebut dihentikan sepadan. Permasalahan ini sudah kami koordinasikan dengan Tapem, BPN dan Aset Daerah, yang tujuannya mencari solusi agar secepatnya bisa selesai. Namun, sampai dengan saat ini belum ada hasilnya," ucap Desria.

Terpisah, Safrizal alias Afuk, selaku pemilik tanah yang bersepadan dengan tanah Aset Pemkab Inhu yang sedang dibangun pagar ini, saat dikonfirmasi awak media ini mengatakan, saya hentikan proyek pekerjaan itu, karena bangunanya sudah masuk kedalam tanah saya, lebih kurang 2 meter. Jangan enak aja mereka bangun pagar, lihat dong batas dengan sepadan. Kalau mereka keberatan, mari kita ukur di lapangan, biar terang benderang siapa yang salah, " beber Afuk. 

"Kalau nanti terbukti bangunan pagar itu sudah masuk ketanah saya, saya gak segan segan menyuruh untuk dibongkar bangunan pagar itu. Saya gak butuh untuk diganti rugi, kembalikan seperti semula, " ancam Afuk sembari menutup telepon genggamnya. (Lamhot)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas