Headlines News :
Home » » Aksi Unjuk Rasa Ormas Geram kota Banjar di Kejaksaan Negeri kota Banjar

Aksi Unjuk Rasa Ormas Geram kota Banjar di Kejaksaan Negeri kota Banjar

Written By Harian Berantas on Saturday, September 30, 2017 | 12:47:00 AM

HARIANBERANTAS, KOTA BANJAR- Bertempat di Kantor Kejaksaan Negeri Kota Banjar, Jl. Gerilya Pamongkoran, S, Kel/Kec/kota Banjar, Jawa Barat, telah berlangsung aksi damai. Para aksi dari Ormas Geram Kota Banjar yang dikoordinator lapangan oleh Dino Romadona (Sekjen DPP Ormas Geram Kota Banjar), Jum,at (29/09/2017) siang tersebut geram dengan pihak Kejaksaan.

Massa mempertanyakan tindak lanjut proses hukum yang pernah dilaksanakan dan ditangani oleh pihak Kejaksaan Negeri Kota Banjar, terkait perkara dugaan penyalahgunaan anggaran sebesar Rp.817. 000.000,- dalam Sistem Informasi Kesehatan (SIK) tahun 2008, yang diduga dilakukan oleh salah seorang pejabat Dinas Kesehatan kota Banjar yang saat ini menjabat sebagai Wakil Walikota Banjar (Drg. Darmadji Prawirasetia, M.Kes. Massa meminta tindakan tegas terhadap segala bentuk pelanggaran yang hukum yang terjadi.

Pantaauan Wartawan Harian Berantas, sebelumnya, para pengunjuk (Massa) berkumpul di Alun-Alun kota Banjar, dan bergerak menuju Kejaksaan Negeri Kota Banjar dengan melintasi jalan Perintis Kemerdekaan. Adapun kendaraan yang digunakan adalah  1 unit bak terbuka (mobil komando), R4 2 unit, R2 15 unit.

Perwakilan massa aksi diterima langsung oleh Kajari kota Banjar, Farhan, SH. Kajari kota Banjar menyampaikan ucapan terima kasih atas konduaifitas yang dijaga bersama. Kejaksaan memang lembaga yang harus dikontrol oleh masyarakat, namun menyikapi situasi saat ini yang sebentar lagi akan dilaksanakan pilkada 2018, maka diharapkan kedepan tidak harus diadakan aksi unjuk rasa untuk menyampaikan aspirasi.

Terkait SIK 2008, memang sebelumnya memang pernah ditangani oleh Kejaksaan Negeri Kota Banjar. Dan untuk penjelasannya, mungkin diperlukan forum untuk membedahnya secara rinci.

Tak lama setelah itu, sebanyak 10 orang perwakilan massa beraudiensi berlangsung di ruangan aula Kejari Kota Banjar. Dalam audiensi Kajari Banjar, Farhan, SH menjelaskan, bahwa pemeriksaan yang dilakukan terkait kasus tersebut pada tahun 2015, ketika itu yang menjabat sebagai Kajari Banjar sdr. Munaji SH.

Hasil penanganan saat itu sesuai fakta-fakta yang ada, tidak ditemukan pelanggaran dalam Sistem Informasi Kesehatan tahun 2008.  Apabila rekan-rekan menemukan fakta dan bukti baru, tidak menutup kemungkinan perkara tersebut akan digelar kembali. Masukan seperti apapun juga akan kami tanggapi sebagai masukan dalam penanganan kasus tersebut.

Menanggapi penyampaian tersebut, massa merasa kurang puas, karena proyek SIK pada tahun 2008 tersebut, dinilai tidak bermanfaat bagi masyarakat, dan tergolong menghambur-hamburkan uang negara. Jika Kejaksaan menyampaikan tidak ada data, tentunya tidak masuk akal. Karena uang senilai Rp. 817.000.000,- raib, SIK nya pun tidak ada. Dan massa membubarkan diri. (Rizal Munir)
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | PT.Berantas Pers Group | Berantas
Copyright © 2015. Harianberantas - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Berantas
Proudly powered by Berantas